Wednesday, January 4, 2023

Definisi Prasangka Sosial (skripsi, tesis, disertasi)

 


Gross (2013) menyatakan bahwa prasangka sosial pertama kali
diungkapkan oleh Gordon Allport dalam buku klasiknya, The Nature of
Prejudice yang dibuat pada tahun 1954. Dalam buku disebutkan definisi dari
prasangka (prejudice) adalah “Antipati berdasarkan generalisasi yang keliru
dan tidak fleksibel, kemudian diarahkan kepada sebuah kelompok secara
keseluruhan atau kepada seseorang karena ia adalah salah seorang anggota
kelompok tersebut. Antipati itu mungkin dirasakan atau diekspresikan”.
Johnson (dalam Liliweri, 2005) mengatakan bahwa prasangka sosial
merupakan suatu sikap positif atau negatif berdasarkan keyakinan stereotip
kita tentang anggota dari kelompok tertentu. Seperti halnya sikap, prasangka
meliputi keyakinan untuk menggambarkan jenis pembedaan terhadap orang
lain sesuai dengan peringkat nilai yang kita berikan.
Prasangka sosial menurut Gerungan (2004) merupakan suatu sikap
perasaan orang-orang terhadap golongan manusia tertentu, golongan ras atau
kebudayaan yang berbeda dengan golongan orang yang berprasangka itu.
Prasangka sosial terdiri atas sikap sosial yang negatif terhadap golongan lain
dan mempengaruhi tingkah lakunya terhadap golongan manusia lain tadi.
Prasangka sosial pada awalnya hanya merupakan suatu sikap-sikap perasan
negatif, kemudian lambat laun menyatakan dirinya dalam tindakan-tindakan
yang diskriminatif. Tindakan diskriminatif itu merupakan suatu tindakan
yang memiliki corak untuk menghambat, merugikan perkembangan, bahkan
mengancam kehidupan pribadi orang-orang hanya karena mereka kebetulan
termasuk dalam golongan orang yang diprasangkai itu sendiri.
Definisi prasangka sosial yang lainnya menurut Sobur (2013)
diungkapkan sebagai suatu kecenderungan dasar penyakit masyarakat yang
kurang menguntungkan bagi sebagian orang atau sebagian kelompok tertentu.
Dimana hal tersebut berarti bahwa anggota kelompok yang menjadi sasaran
prasangka akan lebih dipandang dengan sikap yang merendahkan dan penuh
kecurigaan, perasaan kurang senang, ketidak-percayaan atau rasa permusuhan
yang mendalam, tidak semata-mata karena orang yang diprasangkai memiliki
sifat-sifat individual yang kurang baik, akan tetapi terlebih karena orang itu
menjadi salah satu anggota kelompok yang telah menjadi sasaran prasangka
tersebut.
Hanurawan (2015) menyatakan bahwa prasangka sosial sebagai sejenis
sikap yang ditunjukkan kepada anggota suatu kelompok tertentu berdasar
pada ciri-ciri keanggotaan pada kelompok itu. Dimana faktor yang
mempengaruhi prasangka sosial adalah adanya konflik antar kelompok secara
langsung, kategori sosial, pengalaman belajar di masa awal dan beberapa
aspek dalam kognisi sosial.
Baron dan Byrne (2004) mendefinisikan prasangka sosial adalah sebuah
sikap (biasanya negatif) terhadap anggota kelompok tertentu, semata
berdasarkan keanggotaan mereka di dalam kelompok dan cenderung
mengevaluasi anggotanya dengan cara yang sama juga (biasanya secara
negatif).
Myers (2012) sendiri menyebutkan definisi prasangka sebagai sikap
praduga berupa penilaian negatif mengenai suatu kelompok dan setiap
individu dari anggotanya, namun beberapa definisi prasangka mencangkup
penilaian positif, tetapi hampir semuanya menggunakan prasangka yang
merujuk pada sisi negatif.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa definisi dari
prasangka adalah suatu bentuk sikap terhadap anggota kelompok tertentu,
maka dari itu pengertian dari sikap sendiri menurut Myers (2012) adalah
suatu reaksi evaluatif yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap
sesuatu atau seseorang (sering kali berakar pada kepercayaan seseorang dan
muncul dalam perasaan serta perilaku seseorang).
Menurut Allport (dalam Gross, 2013) sikap adalah kesiapan mental dan
neural, yang diorganisasikan melalui pengalaman, yang memberikan
pengaruh direktif atau dinamis pada respons individu terhadap semua objek
dan situasi yang terkait dengan hal itu.
Sedangkan sikap menurut Strickland (dalam Hanurawan, 2015) adalah
presdiposisi atau kecenderungan untuk memberikan respon secara kognitif,
emosi dan perilaku yang diarahkan pada suatu objek, pribadi dan situasi
khusus dalam cara-cara tertentu

No comments:

Post a Comment