Menurut Jogiyanto (2013), studi peristiwa (event study) merupakan studi
yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya
dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk
menguji kandungan informasi dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan
untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Pengujian kandungan informasi
dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman
mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu
pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan
adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur
dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan
mengunakan abnormal return. Jika menggunakan abnormal return, maka dapat
dikatakan bahwa suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan
memberikan abnormal return kepada pasar.
Menurut Tandelilin (2010), dalam penelitian event study, peristiwa yang
menjadi fokus penelitian dapat dikelompokkan kedalam beberapa jenis, antara lain:
1. Studi Peristiwa Konvensional. Studi peristiwa konvensional mempelajari
respons pasar terhadap peristiwa-peristiwa yang seringkali terjadi dan
diumumkan secara terbuka oleh emiten di pasar modal. Karakterisktik studi
peristiwa konvensional antara lain; 1). Pemicu peristiwa yang sama dapat
terjadi pada perusahaan lainnya namun pada umumnya tidak dilakukan pada
waktu yang sama, 2). Peristiwa bersifat umum dan rutin dalam suatu
perusahaan, 3). Interval waktu bervariasi dari interval terpendek hingga
tahunan, 4). Dampak peristiwa hanya terjadi pada perusahaan bersangkutan,
5). Tidak terdapat peristiwa lain yang berdekatan.
2. Studi Peristiwa Kluster. Studi peristiwa kluster mempelajari respon pasar
terhadap peristiwa yang diumumkan secara terbuka yang terjadi pada waktu
yang sama dan berdampak pada kelompok perusahaan tertentu.
Karakteristik dari studi ini adalah pemicu peristiwa bersifat tunggal dan
peristiwa yang terjadi berdampak pada sekelompok perusahaan. Respon
pase dalam studi kluster cenderung lebih sulit untuk diprediksi. Hal ini
disebabkan oleh peristiwa kluster bukanlah peristiwa yang sering terjadi
sehingga investor mungkin belum memahami kandungan informasi dari
suatu peristiwa apakah akan berdampak positif atau negatif terhadap aliran
kas perusahaan.
3. Studi Peristiwa Tak Terduga. Studi ini merupakan varian dari studi
peristiwa kluster. Studi ini mempelajari respon pasar terhadap suatu peristiwa
yang tidak terduga. Karakteristik utama dari studi ini adalah peristiwa yang
tak terduga. Penelitian tentang peristiwa tak terduga relatif belum banyak
dilakukan, selain karena sifat peristiwa yang sangat jarang terjadi, terkadang
tidak semua peristiwa tak terduga relevan dengan peristiwa yang terkait
dengan pasar modal.
4. Studi Peristiwa Berurutan (Sequential Event). Studi ini mempelajari
respon pasar terhadap serangkaian peristiwa-peristiwa yang terjadi secara
berurutan dalam situasi ketidak pastian yang tinggi. Dalam hal ini kecepatan
dan ketepatan informasi menjadi kunci dari respon pasar.
Penelitian event study umumnya berkaitan dengan seberapa cepat suatu
informasi yang masuk ke pasar dapat tercermin pada harga saham. Menurut
Tandelilin (2010:240), standar metodologi yang biasanya digunakan dalam event
study adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan Sampel, yaitu perusahaan-perusahaan yang mempunyai
pengumuman yang mengejutkan pasar (event). Perubahan harga dapat
terjadi jika ada event yang mengejutkan pasar, misalnya adanya
pengumuman perusahaan yang akan melakukan merger, pengumuman
suatu perusahaan akan membagikan dividen, stock split dan lain sebagainya.
2. Mengidentifikasi hari pengumuman atau event.
3. Menentukan periode analisis. Periode analisis dibagi menjadi dua, yaitu: 1)
periode estimasi untuk menghitung return harapan E(Ri) dan 2) periode
pengamatan (jendela) untuk menghitung return aktual dan return tak normal.
4. Menghitung return aktual masing-masing sampel setiap hari selama periode
pengamatan.
5. Menghitung return tak normal, yang dihitung dengan mengurangi return
aktual yang sebenarnya terjadi dengan return harapan.
6. Menghitung rata-rata return tak normal semua sampel setiap hari.
7. Terkadang return tak normal harian tersebut digabungkan untuk menghitung
return tak normal kumulatif selama periode tertentu.
8. Mempelajari dan mendiskusikan hasil yang diperoleh
No comments:
Post a Comment