Terdapat sejumlah penelitian tentang anomali pasar yang merupakan
penyimpangan terhadap dugaan teori pasar yang efisien yang akan mempengaruhi
harga saham seperti adalah fenomena January effect. January effect adalah
kemungkinan akan terjadi kenaikan pada harga saham di minggu pertama bulan
Januari, Fitriani dan Hartini, (2014). Jones, (1995) mendefinisikan January effect
sebagai kecenderungan tingginya saham pada Januari dibandingkan bulan-bulan
lain. Menurut Depenchuk, dkk., (2010) January effect atau turn-of-the-year,
adalah salah satu anomali kalender yang mengakibatkan return yang terjadi pada
bulan Januari secara sistemik lebih tinggi daripada di bulan lainnya dalam satu
tahun. January effect terjadi akibat dari tindakan para manajer keuangan yang
kebanyakan membeli sebagian besar portofolio sahamnya setelah menjualnya
menjelang masa tutup buku perusahaan yang dimaksudkan untuk menghindari
pajak yang terlalu besar. Selain itu hal ini dilakukan oleh banyak perusahaan yang
sebagai perbaikan dari laporan keuangannya di akhir tahun. Caranya dengan
melepas beberapa saham yang dianggap pada kondisi buruk di bulan Desember,
sehingga investasi perusahaan yang tersaji di laporan keuangan adalah investasi
dengan penilaian baik. Fenomena January effect dapat juga dijelaskan dalam
besarnya volume perdagangan pada sekitar hari peristiwa, As’adah, (2009).
Volume perdagangan tersebut merupakan hasil dari gambaran tentang keadaan
dari pasar modal itu sendiri. Semakin besar volume perdagangannya maka akan
semaakin besar pula pasar menanggapi suatu informasi atau suatu peristiwa
No comments:
Post a Comment