Monday, January 16, 2023

Teori Sinyal (Signalling Theory) (skripsi,tesis,disertasi)

 


Teori sinyal (signaling theory) pertama kali diperkenalkan oleh Spence di
dalam penelitiannya yang berjudul Job Market Signaling. Spence (1973)
mengemukakan bahwa isyarat atau signal memberikan suatu sinyal, pihak
pengirim (pemilik informasi) berusaha memberikan potongan informasi relevan
yang dapat dimanfaatkan oleh pihak penerima. Pihak penerima kemudian akan
menyesuaikan perilakunya sesuai dengan pemahamannya terhadap sinyal
tersebut.
Signaling theory mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah
perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini
berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk
merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi
lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada
perusahaan lain. (Jama’an , 2008)
Asumsi utama dalam teori sinyal adalah bahwa manajemen mempunyai
informasi yang akurat tentang nilai perusahaan yang tidak diketahui oleh
investor luar, dan manajemen adalah orang yang selalu berusaha
memaksimalkan insentif yang diharapkannya, artinya manajemen umumnya
mempunyai informasi yang lebih lengkap dan akurat dibanding pihak luar
perusahaan (investor) mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perusahaan.
(Hartini, 2001).
Isyarat atau signal menurut Brigham dan Houston (2001) dalam penelitian
Kurniawan dan Yasha (2016) adalah “Suatu tindakan yang diambil
manajemen perusahaan yang memberi petunjuk bagi investor tentang
bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Kegagalan
dalam suatu pasar yang merugikan dapat terjadi karena adanya
asimetris informasi,
Perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengurangi
asimetri informasi tersebut. Salah satu cara untuk mengurangi asimetri informasi
adalah dengan memberikan sinyal pada pihak luar, berupa informasi keuangan
yang positif dan dapat dipercaya yang akan mengurangi ketidakpastian
mengenai prospek perusahaan yang akan datang sehingga dapat meningkatkan
kredibilitas dan kesuksesan perusahaan (Wolk et al., 2013).
Menurut Hartono (2000) dalam penelitian Fidhayatin & Dewi (2012), informasi
yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi
investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut
mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu
pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Pada waktu informasi diumumkan
dan semua pelaku pasar sudah menerima informasi tersebut, pelaku pasar
terlebih dahulu menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut
sebagai signal baik (good news) atau signal buruk (bad news)(Menurut Hartono,
2010 dalam penelitian Fidhayatin & Dewi).
Salah satu jenis informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dapat
menjadi signal bagi pihak di luar perusahaan, terutama bagi pihak investor
adalah pengumuman right issue. Pengumuman right issue oleh suatu
perusahaan merupakan suatu signal bahwa manajemen memandang kinerja
keuangan perusahaan suram, menerbitkan saham baru berarti memberikan
signal negatif kepada para investor yang kemudian dapat menekan
harga saham sekalipun prospek perusahaan cerah dan menguntungkan.
Pertimbangan untuk menjual saham baru yang dimiliki kepada investor luar
akan menjadikan suatu sinyal negatif tentang nilai dan kinerja perusahaan
yang sebenarnya. Sebagai implikasinya, pengumuman right issue yang
dilakukan oleh perusahaan akan direspon oleh pasar sebagai suatu sinyal
yang menyampaikan informasi baru yang dikeluarkan oleh pihak
manajemen yang selanjutnya akan memengaruhi nilai saham perusahaan dan
aktivitas perdagangan saham.

No comments:

Post a Comment