Saturday, March 16, 2024

Indikator Pengembangan Karir

 


Dalam mengukur tercapainya suatu variabel dibutuhkan indikator-indikator
konkret yang dapat menjadi berbagai gejala atau suatu tindakan nyata yang akan
mempengaruhi suatu hal tidak terkecuali pada persoalan pengembangan karier ini.
Menurut Rivai (2018 44-145) indikator pengembangan karir yang digunakkan
dalam kerangka analisis di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Prestasi kerja
Asumsi kinerja yang baik melandasi seluruh aktifitas pengembangan karir,
ketika kinerjanya di bawah standar dengan mengabaikan upaya
pengembangan-pengembangan karir lain, bahkan tujuan karir yang paling
sederhana sekalipun tidak akan tercapai, kemajuan karir umumnya terletak
pada kinerja dan prestasi.

  1. Eksposur (Exposure)
    Eksposur menjadi paham (diharapkan dapat mempertahankan setinggi
    mungkin). Mengetahui apa yang diharapkan dari adanya promosi, pemindahan,
    ataupun kesempatan berkarier lainnya dengan melakukan tugas kondusif.
    Tanpa adanya eksposur karyawan mungkin tidak akan mengetahui peluangpeluang yang diperlukan guna mencapai tujuan karir.
    3) Jaringan kerja (Networking)
    Melalui jaringan hubungan pribadi antara karyawan satu dengan karyawan
    lainnya dan juga hubungan dengan kelompok profesional akan membentuk
    suatu ikatan atau jaringan kerja yang baik antara karyawan tersebut dengan
    karyawan lainnya ataupun dengan kelompok profesional. Jaringan tersebut
    pada akhirnya akan bermanfaat bagi karyawan dalam perkembangan karirnya.
    4) Peluang untuk tumbuh (Growth)
    Karyawan hendaknya diberi kesempatan untuk tumbuh misalnya, melalui
    pelatihan-pelatihan, dan juga melanjutkan jenjang pendidikannya. Hal ini akan
    memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkembang sesuai rencana
    karirnya.

No comments:

Post a Comment