Saturday, September 7, 2024

Cara Mengatasi Konflik Kerja

 


Konflik kerja yang berkepanjangan dapat menimbulkan potensi yang
mengakibatkan mundurnya kemajuan organisasi. Kendati demikian, konflik kerja
yang terjadi harus dicari akar permasahannya dan cara mengatasinya. Salah satu
cara yang tepat dalam mengatasi konflik kerja adalah dengan mengetahui apa
penyebab konflik kerja, misalnya apa yang menyebabkan situasi kerja menjadi
kurang harmonis, mengapa pegawai tidak fokus dalam bekerja, dan apa gejala
yang dapat ditimbulkan bila konflik kerja terjadi dalam jangka waktu panjang.
Irham Fahmi (2016:170-171) menyebutkan ada beberapa cara yang dapat
dilaksanakan untuk mengatasi konflik yaitu:
a. Melakukan dan menerapkan konsep bekerja yang berkolaborasi dan menjauhi
sikap kerja yang bersaing secara negatif.
b. Menerapkan konsep adaptasi terhadap dimana perusahaan tersebut berada.
c. Menerapkan metode penyelesaian konflik, seperti dominasi atau penekanan,
kompromi, dan pemecahan masalah integratif.
d. Menerepkan konsep yang realistis yang sesuai dengan SWOT (Strengths,
Weaknesses, Opportunities, dan Threats), dimana SWOT ini dijadikan
sebagai model untuk menganalisis dan mengetahui keadaan organisasi
tersebut secara lebih komprehensif.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa konflik kerja dapat
diatasi dengan berbagai cara, diantaranya adalah:
a. Menerapkan sikap sportif dan bersaing secara sehat antar pegawai.
b. Menciptakan komunikasi yang baik antara pimpinan dan pegawai sehingga
setiap permasalahan dapat dicari jalan keluarnya.
c. Mengetahui dan menerima kondisi bahwa setiap individu memiliki
kecerdasan emosional yang berbeda sehingga para pegawai mampu bersikap
dan berinteraksi secara profesional.
d. Bekerja sama dalam mencari jalan keluar setiap permasalahan sehingga tidak
ada pihak yang merasa bahwa pendapat atau gagasannya tidak diterima

No comments:

Post a Comment