Sumber stres yang diasosiasikan sebagai faktor yang menjadi alasan
penyebab seorang individu yaitu karyawan mengalami perasaan stres. Dari faktor-
faktor stres memunculkan sebuah reaksi oleh individu dan melakukan penilaian
atau persepsi terhadap hal tersebut dan terjadilah perasaan stres, namun reaksi atau
penilaian individu terhadap sumber stres memiliki perbedaan dengan individu
lainnya tergantung dari potensi individu yang dimiliki masing-masing.
Menelusuri tentang stres kerja, maka harus diketahui tentang penyebab
terjadinya stres yang berakibat pada kegiatan sehari-hari dan pekerjaan atau stres
kerja. Stres kerja merupakan perasaan yang menghambat dan mengganggu dalam
proses sebuah aktivitas pengerjaan yang pada akhirnya menurunkan potensi
maksimal dari hasil yang dikerjakan individu. Lim dkk (dalam Ando, Umar,
Agustina, 2017 : 2) menyatakan bahwa faktor risiko stres atau stresor adalah seperti
karakteristik pekerjaan, kondisi lingkungan kerja, kurangnya pengawasan, peran
kerja, jam kerja panjang, konflik interpersonal, sumber daya yang kurang memadai,
sistem penghargaan buruk, struktur atau komunikasi yang kurang dan juga adanya
kekerasan dalam kerja. Hal-hal yang menjadi sumber stres akan menghambat
proses kerja dan produksi yang maksimal oleh individu.
Sementara itu, Luthans (dalam Biru, Utami, Mayowan, 2016 : 51-52)
menjelaskan beberapa faktor terjadinya stres kerja, yaitu:
a. Stresor Organisasi
Stresor organisasi yaitu penyebab stres yang bersumber dari dalam
organisasi. Intervensi perubahan strategi bisnis untuk bersaing
mengakibatkan:
1) Kebijakan otoriter terhadap karyawan yang membuat karyawan tertekan
dan tidak nyaman dalam bekerja
2) Ketidakjelasan tugas yang dibebankan kepada karyawan membuat
karyawan bingung karena bukan porsi dan keahliannya sebab tuntutan
perusahaan yang tinggi.
b. Stresor Kelompok yang dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Rekan kerja yang tidak menyenangkan sangat memengaruhi karyawan
dalam bekerja sebab pekerja membutuhkan dukungan rekan kerja yang
kohesif seperti saling berbagi kebahagiaan, bercerita kesedihan, dan
hubungan sehat antar anggota kelompok
2) Kurangnya kebersamaan rekan kerja merupakan salah satu penyebab stres
kerja karena kohevisitas atau kebersamaan merupakan hal penting bagi
karyawan, dan jika dibatasi atau adanya eliminasi antar anggota kelompok
maka bisa menjadi penyebab stres kerja
c. Stresor Individu
Stresor individu yaitu adanya kesepakatan mengenai dimensi situasi dan
disposisi individu yang dapat memengaruhi stres.
d. Stresor Ekstraorganisasi
Stresor ekstraorganisasi yaitu faktor penyebab stres yang berasal dari luar
perusahaan yang mencakup:
1) Perubahan sosial yang diartikan bergesernya struktur atau tatanan dalam
masyarakat meliputi kenyamanan dalam lingkungan, pikiran yang lebih
inovatif, sikap serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan
yang lebih baik dan bermanfaat
2) Kesulitan menguasai globalisasi adalah proses integrasi internasional yang
terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-
aspek kebudayaan lainnya
3) Dukungan keluarga yaitu secara umum memiliki pengaruh besar terhadap
tingkat stres individu. Situasi keluarga seperti krisis singkat, pertengkaran,
anggota keluarga sakit, hubungan yang buruk dengan orangtua, pasangan
atau anak-anak menjadi stresor signifikan pada karyawan.
Dalam kesempatan yang lain, Soewondo (dalam Waluyo, 2009 : 161-162)
menerangkan dari hasil penelitiannya didapatkan empat utama faktor penyebab
stres kerja, yakni:
a. Kondisi dan situasi pekerjaan.
b. Pekerjaannya.
c. Job requirement seperti status pekerjaan dan karir yang tidak jelas.
d. Hubungan dan komunikasi antar anggota kelompok
No comments:
Post a Comment