Saturday, September 7, 2024

Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Pegawai

 


Stres kerja memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja
pegawai. Stres kerja yang berada pada tingkat optimal akan menstimulus
seseorang untuk bereaksi dan meningkatkan kemampuan. Namun sebaliknya,
semakin tinggi tingkat stres yang dialami maka pegawai merasa terbebani dan
kehilangan fokus dalam bekerja. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kinerja
dan target-target organisasi tidak dapat dicapai.
Menurut Rahardja dan Wijaya (dalam Sunyoto dan Burhanudin, 2015:38)
hubungan antara stres dengan kinerja pegawai dapat digambarkan dengan kurva
berbentuk U terbalik (inverted U). Hubungan antara stres kerja dengan kinerja
pegawai dapat dilihat dari beberapa tingkatan, diantaranya:
a. Pada tingkat stres yang rendah kinerja pegawai juga rendah, hal ini
disebabkan karena pegawai merasa tidak memiliki tantangan sehingga
menimbulkan kebosanan karena understimulation.
b. Stres pada titik optimal menghasilkan kinerja yang baik. Pada tingkat stres ini
akan menciptakan ide-ide yang inovatif, antusiasme, dan output yang
konstruktif.
c. Pada tingkat stres yang tinggi kinerja pegawai juga rendah. Tingkat stres yang
berlebihan menyebabkan pegawai merasa tertekan karena tidak mampu
mengatasi tugas yang terlalu berat.
Oleh sebab itu organisasi harus mampu mengubah stres yang berdampak
negatif menjadi dampak yang positif terhadap kinerja. Tanggung jawab mengelola
stres ini tidak hanya dibebankan kepada organisasi, tetapi juga individu pegawai
agar tercipta keseimbangan

No comments:

Post a Comment