Sunday, September 8, 2024

Kepribadian dalam Tinjauan Teori Trait

 


Ada beberapa pendekatan yang dikemukakan oleh para ahli untuk
memahami kepribadian. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah teori
trait. Teori trait merupakan sebuah model untuk mengidentifikasi trait-trait
dasar yang diperlukan untuk menggambarkan suatu kepribadian. Trait di
definisikan sebagai suatu dimensi yang menetap dari karakteristik kepribadian,
hal tersebut yang membedakan individu dengan individu yang lain (Feldman,
2004).
Menurut Pervin, Cervone dan John (2010), trait merupakan pola yang
konsisten sebagai cara individu dalam berperilaku, berasa dan berpikir.
Definisi ini mempunyai tiga fungsi utama yaitu; digunakan untuk meringkas,
memprediksi dan menjelaskan perilaku individu. Sementara itu Larsen dan
Buss (2001), mendefinisikan trait sebagai atribut dari seseorang yang
merupakan karakteristik dari seseorang dan relatif bertahan dari waktu ke
waktu. Para ahli teori trait beranggapan bahwa semua diaplikasikan bervariasi
dan dapat dikuantifikasikan.
Teori trait (trait theories) memiliki beberapa istilah menurut ahlinya
yaitu yang dikemukakan oleh Allport (dalam Alwisol, 2012), kepribadian
adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisik individu yang menentukan
penyesuaian yang unik dengan lingkungannya. Suatu fenomena dinamik yang
memiliki elemen psikologik dan fisiologik, yang berkembang dan berubah,
yang memainkan peran aktif dalam berfungsinya individu. Trait individual
merupakan manifestasi trait umum pada diri seseorang, sehingga selalu unik
bagi orang itu, konstruk yang membimbing, mengarahkan, dan memotivasi
tingkah laku serta penyesuaian yang khas.
Tinjauan psikologi konstitusi menurut Sheldon (dalam Alwisol, 2012),
berakar pada faktor biologi manusia, namun tidak berarti dia menolak adanya
kekuatan lingkungan dan pengalaman masa lalu manusia dalam membentuk
tingkah laku. Sheldon mengakui pentingnya pengalaman sosial tetapi
memutuskan untuk secara sadar dan sengaja mengadopsi premis yang radikal
(bahwa struktur biologis menjadi penentu utama tingkah laku). Sheldon
menamakan penelitian mengenai bentuk dan ukuran tubuh manusia sebagai
psikologi statis atau morfologi (yaitu keseimbangan alamiah antara komponen-
komponen bentuk dan struktur manusia). Menurutnya pemahaman mengenai
konstruksi atau susunan tubuh manusia, dapat dipakai sebagai jalan untuk
memahami bagaimana dinamika manusia (atau bagaimana manusia itu
bergerak, merasa, berfikir dan bertingkah laku)
Teori faktor yang dikemukakan oleh Cattell (dalam Alwisol, 2012), trait
adalah elemen dasar dari kepribadian yang berperan vital dalam usaha
meramalkan tingkah laku. Menurut Cattell kepribadian adalah struktur
kompleks dari traits yang tersusun dalam berbagai kategori yang
memungkinkan prediksi tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu yang
mencakup seluruh tingkah laku, baik yang kongkrit maupun yang abstrak
simpulan
Teori-teori sifat ini juga dikenal sebagai teori-teori tipe (type theories)
yang menekankan aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil atau menetap.
Teori-teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki sifat atau sifat-sifat
tertentu, yakni pola kecenderungan untuk bertingkah laku dengan cara tertentu.
Sifat-sifat yang stabil ini menyebabkan manusia bertingkah laku relatif tetap
dari situasi ke situasi. Pandangan Eysenck (1980) yang luas dan menyeluruh
mengenai kepribadian terjadi pada kenyataan saat ini dan banyak pendapat
yang mengandung persamaan dengan berbagai defenisi

No comments:

Post a Comment