Kinerja merupakan suatu hasil kerja seseorang dalam melaksanakan
tugas-tugas yang dibebankan kepada karyawan dalam waktu tertentu dan sesuai
dengan tanggung jawabnya (Hanim, 2016). Kinerja karyawan dengan hasil
kerja dalam waktu tertentu sesuai dengan tanggung jawabnya, tetapi memiliki
hasil kerja dengan kualitas dan kuantitas yang dicapai. Kinerja karyawan
memiliki pengaruh yang positif terhadap organizational commitment, apabila
tidak bisa menyelesaikan tugas yang sesuai, maka akan mempengaruhi kinerja
karyawan, kinerja organisasi dan loyalitas kepada organisasi (Khan et al.,
2014).
Kinerja pada dasarnya fungsi dari pengetahuan, ketrampilan,
kemampuan dan motivasi (Nugroho, 2019). Menurut (Maurice dalam Nugroho
2019) ada pula faktor penentu kinerja karyawan berdasarkan dua kategori teori
atribusi yaitu bersifat internal (disposisional) dan external (situasional). Teori
atribusi yang bersifat internal faktor dihubungkan dengan sifat-sifat orang, dan
bersifat external dihubungkan dengan lingkungan seseorang.
Berdasarkan teori atribusi, terdapat tiga teori yang dijelaskan dengan
karakteristik yang dimiliki dalam kinerja karyawan (Nugroho, 2019) :
- Teori kinerja pada input : teori ini berfokus pada individual centred,
pengukuran atau penilaian terhadap ciri-ciri kepribadian pegawai.
Ciri-ciri karakteristik kepribadian yang sering dijadikan obyek
pengukuran adalah pengetahuan, ketrampilan, ketaatan, disiplin, dan
loyalitas. - Teori kinerja berorientasi pada proses : teori ini berdasarkan prestasi
pegawai diukur dengan cara menilai sikap dan prilaku seorang
pegawai selama melaksanakan tugas. Cara ini penjabaran dari
pergeseran fokus penilaian dari input ke proses yang bagaimana proses
tersebut dilaksanakan. - Teori kinerja berorientasi pada output : teori ini berfokus pada output
atau hasil yang diperoleh atau dicapai pegawai.
Adapun delapan bagian dimensi kinerja menurut (Gomes dalam
Nugroho, 2019) : - Kuantitas Kerja (Quantity of Work) : jumlah kerja merupakan volume
pekerjaan yang dilakukan dalam suatu periode yang telah ditentukan. - Kualitas Kerja (Quality of Work) : kualitas yang hendak dicapai
berdasarkan syarat kesesuaian dan syarat penerimaan yang telah
ditentukan. - Pengetahuan Pekerjaan (Job Knowledge) : pengetahuan yang luas
meliputi pekerjaan dan segala yang terkait dengan detail suatu
pekerjaan serta ketrampilannya dalam menjalankannya. - Kreativitas (Creativeness) : gagasan yang dimunculkan dan suatu
tindakan dalam menyelesaikan persoalan yang timbul dengan adanya
upaya lebih cepat (efisien) dan lebih baik (efektif). - Kerja Sama (Cooperation) : kesiapan dalam bekerjasama dengan
orang lain (sesama anggota organisasi) untuk menghadapi dalam
bekerja di sebuah tim yang dibentuk oleh organisasi. - Ketergantungan (Dependability) : kesadaran dengan adanya
kepercayaan dalam hal kehadiran dan penyelesaian dalam kerja,
sehingga tidak bergantung dengan situasi kondisi yang terjadi. - Inisiatif (Initiative) : timbulnya semangat dalam melaksanakan tugas-
tugas baru dan dalam tanggung jawabnya, keinginan untuk
menyelesaikan dengan memanfaatkan situasi dan kondisi di dalam
lingkunganya. - Kualitas Personal (Personal Qualities) : timbul di dalam diri
karyawan (kepribadian), semangat, kejujuran, kedisiplinan,
kepemimpinan dan intergritas pribadi.
Kinerja karyawan didefinsikan sebagai perilaku dalam peran, bahwa
karyawan mencapai tujuan yang diharapkan dari organisasi dengan perilaku
yang diharapkan organisasi (Wu et al., 2019). Tercapainya tujuan organisasi
dengan kinerja karyawan yang baik terdapat berbagai faktor yang
mempengaruhi kinerja karyawan tersebut. Menurut Mangkunegara (2012:14)
dalam (Supriatna & Sutisna, 2017) ada tiga faktor yang mempengaruhi kinerja
pada umumnya yaitu : - Faktor individual :
a. Latar belakang
b. Demografi
c. Kemampuan dan keahlian - Faktor psikologi :
a. Attitude (sikap)
b. Personality (kepribadian)
c. Presepsi
d. Motivasi
e. Pelatihan - Faktor organisasi :
a. Kepemimpinan
b. Sumber daya
c. Struktur
d. Job design
e. Penghargaan
f. Penghargaan
No comments:
Post a Comment