Sunday, September 8, 2024

Pengertian Kepribadian

 


Istilah kepribadian berasal dari kata persona yang artinya topeng, istilah
ini dipakai oleh bangsa Yunani Kuno untuk menyembunyikan identitas aktor
dalam pementasan drama, kemudian diambil alih oleh bangsa Roma, dan
muncul istilah modern personality atau kepribadian (Hurlock, 2004). Menurut
Alwisol (2012), kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofis
yang menentukan penyesuaian diri yang unik dari individu terhadap
lingkungannya. Istilah psikofisis menunjuk pada anggapan bahwa perilaku
manusia maupun pikirannya adalah hasil dari suatu kesatuan yang tidak bisa
dipisah-pisahkan meskipun dapat dibedakan. Kesatuan ini terdiri dari apa yang
disebut aspek psikis (jiwa) dan aspek jasmaniah (fisik) dan apa yang
terorganisir ialah kebiasaan-kebiasaan, refleks-refleks, sikap-sikap dan nilai-
nilai yang dianutnya.
Allport (dalam Barrick dan Ryan, 2003), juga menginterprestasikan
kepribadian sebagai suatu organisasi yang dinamik dalam diri individu yang
merupakan sistem psikopysikal, yaitu suatu mekanisme psikologis yang
menentukan penyesuaian diri individu dalam perilaku secara unik terhadap
lingkungan. Definisi ini menekankan pada atribut eksternal seperti peran
individu dalam lingkungan sosial, penampilan individu, dan reaksi individu
terhadap orang lain.
Pervin, Cervone dan John (2010), mendefinisikan kepribadian sebagai
karakteristik dari seseorang sebagai hasil dari pola yang konsisten dalam
merasakan, berpikir dan berperilaku. Feist dan Feist (2006), mendefinisikan
kepribadian sebagai sebuah pola yang relatif menetap, trait, disposisi atau
karakteristik didalam individu yang memberikan beberapa ukuran yang
konsisten tentang perilaku.
Menurut Eysenck (1980), pembentukan maupun perkembangan
kepribadian manusia, selain ditentukan oleh faktor hereditas, biologis atau
genetik, juga dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam teori kepribadian terdapat
dua perspektif hereditas dan lingkungan. Faktor hereditas mengemukakan
bahwa kepribadian individu ditentukan oleh faktor-faktor biologis dan genetic,
seperti tipe atau konstitusi tubuh dan susunan hormon. Sedangkan faktor
lingkungan adalah segenap faktor yang terdapat dari luar individu atau yang
berasal dari lingkungan dimana individu itu berada, yang selalu memberikan
pengaruh terhadap individu semenjak dimulainya kehidupan seperti lingkungan
alam, kelas sosial, pola asuh dan sosial budaya.
Allport (dalam Alwisol, 2012), mengatakan bahwa kepribadian adalah
organisasi dinamis dari sistem psikofisik individu dalam menghadapi situasi
dengan cara-cara yang khusus. Larsen dan Buss (2001), mengatakan bahwa
kepribadian adalah sekelompok karakteristik dan kecenderungan yang stabil,
yang menentukan persamaan dan perbedaan dalam perilaku psikologi (pikiran,
perasaan, dan tindakan) individu yang mempunyai kesinambungan dengan
waktu dan tidak mudah dipahami sebagai hasil dari tekanan sosial dan biologis
dalam saat tertentu.
Pendapat lain yang mengemukakan tentang definisi kepribadian adalah
Eysenck (1980), yang mengatakan bahwa kepribadian merupakan organisasi
dari sekumpulan ciri sifat yang saling berinteraksi dan akan menentukan
kecenderungan individu untuk melakukan perilaku tertentu. Kepribadian juga
didefinisikan sebagai karakteristik psikologis yang mempengaruhi dan
mencerminkan individual differences dan kepribadian itu bersifat konsisten dan
menetap.

No comments:

Post a Comment