Saturday, September 7, 2024

Pengertian Konflik Kerja

 


Konflik terjadi ketika dua pihak atau lebih memiliki tujuan, sikap, cara
berpikir, dan kecerdasan emosional yang berbeda. Konflik merupakan reaksi yang
timbul akibat adanya perbedaan persepsi dan pendapat yang dapat mengakibatkan
percekcokan, pertentangan, dan perselisihan, pada kasus terberatnya dapat
menyebabkan perkelahian.
Enny (2019:72) mengemukakan bahwa “Konflik merupakan kondisi yang
terjadi ketika dua pihak atau lebih mengganggap ada perbedaan posisi yang tidak
selaras, tidak cukup sumber dan tindakan salah satu pihak menghalangi, atau
mencampuri atau dalam beberapa hal membuat tujuan pihak lain kurang berhasil.”
“Konflik adalah sebuah persepsi yang berbeda dalam melihat suatu situasi
dan kondisi yang selanjutnya teraplikasi dalam bentuk aksi-aksi sehingga telah
menimbulkan pertentangan dengan pihak-pihak tertentu.” (Fahmi, 2016:162).
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa konflik adalah suatu keadaan yang
terjadi akibat adanya perbedaan persepsi, prefensi dan pandangan terhadap suatu
hal yang aksinya kemudian diaplikasikan dalam bentuk pertentangan, perdebatan,
hingga perkelahian. Konflik kerja merupakan bentuk interaksi antar kelompok
dalam suatu organisasi yang terjadi akibat adanya ketidakharmonisan nilai atau
tujuan. Selain itu, persaingan yang tidak sehat antar pegawai, perbedaan pendapat,
persepsi, pola pikir, dan sudut pandang juga dapat menimbulkan terjadinya
konflik kerja. Hal ini terjadi dimana satu pihak menganggap bahwa pihak lain
menentang dan menghalangi kepentingannya. Selain itu, harapan-harapan yang
tidak sesuai dengan pencapaian kerja juga dapat menimbulkan terjadinya konflik

No comments:

Post a Comment