Penilaian risiko adalah proses penetapan prioritas manajemen untuk tingkat
risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja (Rudi Suardi, 2007). Metode penilaian
risiko meliputi:
- Tentukan peluang
Untuk menentukan kemungkinan suatu insiden terjadi di tempat kerja, dapat
menggunakan skala berdasarkan tingkat kemungkinan. Faktor-faktor berikut
dapat memengaruhi kemungkinan insiden:
a. Berapa kali situasi seperti itu terjadi
b. Berapa banyak orang yang terinfeksi
c. keterampilan dan pengalaman yang terluka;
d. rincian pihak-pihak yang terlibat;
e. durasi paparan;
f. pengaruh posisi terhadap bahaya;
g. gangguan, kendala waktu, atau kondisi kerja;
h. jumlah atau tingkat paparan yang signifikan;
i. Kondisi lingkungan
j. Kondisi peralatan
k. efektivitas pengendalian yang ada - Menentukan konsekuensi
Untuk menentukan konsekuensinya, kita perlu menilai potensi keparahannya.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil untuk dipertimbangkan:
a. Potensi reaksi berantai dari kondisi yang memburuk jika bahaya tidak
dihilangkan;
b. Konsentrasi zat
c. Jumlah bahan
d. Kecepatan proyektil dan pergerakan bagian-bagiannya;
e. Tinggi, tumpukan benda jatuh ditentukan berdasarkan benda aslinya dan
orang yang jatuh dari ketinggian.
f. Menjauhkan pekerja dari potensi bahaya.
g. Berat, saat benturan dari suatu benda terjadi, berat benda tersebut sangat
terpengaruh.
h. Gaya dan tingkat energi, misalnya, semakin tinggi jumlah listrik, semakin
tinggi risiko tersengat listrik.
Probability atau kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kerusakan saat
terkena bahaya. Misalnya:
a. Ada bahaya terjatuh saat berjalan di permukaan yang licin.
b. Kemungkinan tersengat jarum
c. Risiko sengatan listrik
d. kemungkinan pengemudi mengalami kecelakaan
Konsekuensi, yaitu tingkat keparahan/kerusakan yang mungkin timbul dari
insiden/kerusakan akibat bahaya yang ada. Ini dapat menyangkut orang,
properti, lingkungan, dll. Misalnya:
a. Kematian
b. Penyandang disabilitas
c. Pengobatan
d. Pertolongan pertama
No comments:
Post a Comment