Thursday, January 3, 2019

Pengukuran Waktu dengan Metode Jam Henti (skripsi dan tesis)


 Pengukuran dengan jam henti dilakukan dengan menggunakan stopwatch, sehingga disebut juga Stop Watch Time Study, dan metode ini diperkenalkan oleh Frederick W Taylor. Metode ini baik digunakan untuk pengukuran pada situasi yaitu:
  1. Dimana terdapat siklus kerja berulang-ulang dengan durasi waktu yang pendek hingga panjang.
  2. Dimana operasi yang baru dapat dilakukan tanpa standar hingga pengukuran dilakukan.
  3. Dimana banyak variasi dari kerja yang berbeda-beda.
  4. Dimana elemen-elemen pengendalian proses menyusun satu bagian siklus.
 Pengukuran dengan jam henti dilakukan dengan metode pengukuran waktu secara berulang-ulang (repetitive timing) atau biasa disebut juga dengan metode snap-back. Pada metode ini jarum penunjuk stopwatch akan selalu dukembalikan lagi ke posisi nol pada setiap akhir pengukuran sebuah elemen. Dari hasil pengukuran maka akan diperoleh waktu baku untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama.

Metode Pengukuran Kerja (skripsi dan tesis)


Waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh seorang pekerja normal untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan system kerja terbaik.
Adapun kegunaan waktu baku adalah sebagai berikut:
  • Perencanaan kebutuhan tenaga kerja
  • Perkiraan biaya-biaya upah pekerja
  • Penjadwalan produksi dan penganggaran
  • Perencanaan system pemberian bonus dan intensif
  • Menunjukkan output yang mampu dihasilkan pekerja
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pengukuran kerja, antara lain:
  1. Pengukuran waktu kerja secara langsung
Yaitu pengukuran kerja dimana, pengamat berada ditempat pekerja yang diukur. Ada dua metode yang digunakan pada pengukuran langsung:
    • Metode Jam Henti (Stop Watch Time Study)
    • Metode Sampling Kerja (Work Sampling)
  1. Pengukuran waktu kerja secara tak langsung
Yaitu pengukuran kerja dimana pengamat tidak berada ditempat pekerjaan yang diukur. Ada dua metode yang digunakan pada teknik ini:
    • Metode Data Waktu Baku
    • Metode Data Waktu Gerakan

Defuzifikasi (skripsi dan tesis)


Pengolahan bilangan Fuzzy menjadi bilangan real dapat dilakukan dengan berapa macam cara diantaranya adalah :
1 .       Max – Membership Principle
Juga dikenal sebagai height method, metode ini membatasi pencarian fungsi output puncak.
2 .       Centroid Method
Prosedur ini juga dikenal sebagai Center of AreaCenter of Gravity) merupakan metode defuzzifikasi yang paling umum digunakan (Sugeno, 1985 : Lee, 1990).
3 .       Weighted Average Method
Metode ini hanya bisa digunakan untuk output fungsi keanggotaan yang simetris. Weighted Average Method ini dibentuk oleh pembobotan tiap fungsi keanggotaan dalam output dengan didasarkan nilai fungsi keanggotaan maksimum.
Difuzifikasi adalah proses pengolahan bilangan fuzzy dalam hal ini adalah TFN (a, b, c) menjadi bilangan real.
Dalam pengolahan data ini, akan digunakan defuzifikasi metode Geometric Mean yang akan diformulasikan sebagai :
 .............................................. (2.7)

Representasi Fuzzy dari Penilaian Pelanggan (skripsi dan tesis)



Dengan adanya kerangka kerja fuzzy set theory akan lebih baik menyatakan penilaian dalam bentuk fuzzy set dari M1 = ‘mendekati 1’ sampai M9 = ‘mendekati 9’, daripada memberi penilaian dalam rating yang pasti dengan bilangan 1 – 9 untuk menilai kebutuhan pelanggan tersebut ‘sangat tidak penting’ sampai dengan ‘sangat penting’, Fuzzy set (Chen and Hwang, 1992) dapat dispesifikasikan sebagai TFN yang layak dengan fungsi keanggotaan 

Fuzzy Arithmetic Dan Fuzzy Ranking (skripsi dan tesis)


Pada dasarnya manusia mengenal obyek dengan memberikan klasifikasi secara kualitatif, seperti besarkeciltinggi, rendah, dan sebagainya. Klasifikasi tersebut termasuk terminology linguistik. Sifat kebenaran yang dikandungnya adalah samar karena atas antara satu kebenaran dengan kebenaran lainnya tidak jelas. Kebenaran demikian disebut dengan kebenaran Fuzzy sekalipun demikian, ketidakpastian (Vagueness ) yang menjadi karakteristik dari bahasa natural tidak selalu mengimplikasikan hilangnya ketelitian atau keberartian.
Pada prinsipnya himpunan Fuzzy  tidak lain adalah perluasan himpunan Crisp, yaitu himpunan yang membagi sekelompok individu ke dalam dua  kategori : Anggota  dan bukan Anggota. Pencetus gagasan logika Fuzzy adalah Prof. L.A Zadeh dari Universitas California di Berkeley. Gagasan kuncinya adalah mengembangkan suatu kerangka yang variabel adalah ketidakpresisian (unprecision). Sebagai pengganti konsep himpunan yang biasa, diperkenalkan suatu fungsi yang mengekspresikan derajat kepemilikan suatu himpunan terhadap suatu harga sebagai suatu fungsi yang berharga antara 0 dan 1. Gagasan ini pertama kali diterapkan dalam sistem kontrol, sinyal di kuantifikasikan ke dalam beberapa tingkatan seperti misalnya sangat lambat, lambat, tinggi, sangat tinggi.
Sementara itu meskipun telah cukup lama teori kontrol memusatkan perhatiannya pada alegoritema klasik, ternyata bahwa persoalan kontrol tidak bisa langsung terpecahkan. Akan tetapi masih perlu ditambahkan unsur lain yang sifatnya adalah Heuristik (Astrom, 1991). Baik aturan kontrol maupun prosedur perancangan keduanya disusun secara algoritmik, akan tetapi untuk sampai kepada hasil akhir banyak pula yang diperlukan elemen Heuristiknya, misalnya cara pemilihan metode  yang tepat, alat yang harus dipakai dan sebagainya. Sistem kontrol demikian menjurus kepada apa yang dinamakan sistem kontrol intelejen (Intelligent Control System).
Ada tiga metodologi yang bisa digunakan dalam sistem kontrol intelejen. Kontrol logika Fuzzy (Fuzzy Logic Control ). Jaringan syaraf tiruan  (artificial Neural Network ) dan sistem berbasis pengetahuan (Knowledge Based System ). Dari ketiga metode logi ini kontrol Fuzzy telah menunjukkan banyak keberhasilan yang bisa dilihat dari produk-produk yang telah banyak memasuki pasaran dan rumah tangga (Self, 1990). Sekalipun demikian untuk masalah kestabilan aplikasi logika Fuzzy dalam sistem kontrol masih terus diteliti.
Perhatian terhadap kontrol Fuzzy menunjukkan adanya kenaikan yang cukup berarti karena adanya pengalaman praktis yang positif dalam beberapa sistem pengontrolan. Sejumlah kontrol Fuzzy untuk proses yang sederhana seperti kamera, mesin cuci, vacuum cleaner juga telah banyak muncul dipasaran..
Pada TFN, penambahan dan pengurangan merupakan operasi yang sangat dekat, misalnya jumlah dan perbedaan dari dua TFN adalah tetap TFN. Tetapi perkalian dan pembagian dari TFN hanya menghasilkan nilai pendekatan dari TFN. Untuk menunjukkan operasi aritmatik pada TFN, akan dicontohkan dengan dua TFN yaitu M1 = (a1, b1, c1) dan M2 = (a2, b2, c2) (Chen and Hwang, 1992)
1 .       Penjumlahan              : M1 + M2        = (a1 + a2, b1 + b2, c1 + c2)
2 .       Pengurangan              : M1 - M2         = (a1 - a2, b1 - b2, c1 - c2)
3 .       Perkalian dengan skala          : k.M1   = (k.a1, k.b1, k..c1), dimana k > 0
4 .       Perkalian                               : M1 ´ M2        = (a1 ´ a2, b1 ´ b2, c1 ´ c2)
5 .       Pembagian                             : M1 / M2            (a1 / a2, b1 / b2, c1 / c2)
Sesuai dengan aritmatika fuzzy diatas, dapat dilakukan penentuan peringkat dengan mudah untuk : kasus khusus seperti dibawah ini.
1 .       Bila a1 > a2, b1 > b2 , c1 > c2 dan paling tidak dua syarat dipenuhi maka M1 > M2 artinya penilaian pertama lebih disukai daripada penilaian kedua
2 .    Bila a1 = a2 , b1 = b2 , c1 = c2 maka M1 = M2 artinya kedua penilaian mempunyai rating sama atau sama-sama disukai. 

Triangular Fuzzy Number (TFN) (skripsi dan tesis)


Banyak terdapat model fungsi keoanggotaan yang dipakai dalam aplikasi taksiran suatu nilai Fuzzy diantaranya adalah fungsi s, fungsi II, fungsi trapezoidal, fungsi setiga (triangular), dan fungsi exponential. Dari kelima bentuk fungsi keanggotaan yang dijelaskan diuraikan diatas, fungsi keanggotaan yang sering dipakai dalam aplikasinya adalah fungsi T atau lebih dikenal dengan Triangular Fuzzy Number.
Fuzzy number merupakan spesial fuzzy set F = { (x . mx (x) ) , x ÎR} dimana nilai x  ke dalam garis nyata R1 : - ¥ < x < + ¥ dan mx (x) adalah pemetaan kontinyu dengan interval tertutup [0,1]. Fuzzy Number digunakan untuk mengatasi konsep numeric yang tidak pasti seperti ‘mendekati 7’, ‘sekitar 8 sampai 9’, ‘kira-kira 5’ dan sebagainya.
Triangular Fuzzy Number dinotasikan sebagai M = (a, b, c)  dimana          a< b < c (Chen and Hwang), merupakan spesial fuzzy number yang menggambarkan fuzzy set atau konsep M = ‘mendekati b’. Fungsi keanggotaannya sebagai berikut
mM (x) = 0                                           Jika x £ a atau x ³ c
mM (x) = (x – a) / (b – a)         Jika a £ x £ b
mM (x) = (c – x) / (c – b)          jika b £ x £ c

Sebagai contoh jika pelanggan memberi rating sebesar 7 untuk faktor W1 yang berarti bahwa W1 adalah ‘penting’. Kemudian bisa dibuat triangular fuzzy number Mi = ‘mendekati 7’ = (6,7,8) yang dipresentasikan dengan fungsi keanggotaan sebagai berikut :
mM (x) = 0                   Jika x £ 6 atau x ³ 8
mM (x) = x - 6 Jika 6 £ x £ 7
mM (x) = 8 – x              jika 7 £ x £ 8
Dapat diartikan bahwa nilai keanggotaan atau ‘kemungkinan’ bahwa W1 diberi rating 7 adalah MM7(7) = 1, kemungkinan bahwa W1 diberi rating lebih rendah yaitu 6 ½ atau rating lebih tinggi yaitu 7 ½ adalah mungkin (dapat diterima) hingga tingkat 50%.
Menurut Dubois dan Prade (1980), Fuzzy Number merupakan Fuzzy Set khusus f = {(X), XeR1}, dimana x membawa nilai yang dimilikinya kedalam garis real R1 : - ¥ < x < + ¥, sedangkan Mf (x) adalah penggambaran kontinyu dari R1 pada interval terdekat dari [0,1].
Menurut Tzung – Pei Hong dan Jyh – Bin Chen di dalam jurnalnya. “Processing Individual Fuzzy Attributes for Fuzzy Rule Induction” dijelaskan bahwa Fuzzy system secara otomatis akan dapat menyusun fungsi keanggotaanya dengan dasar dari data numeric yang telah dibangun sebelumnya. Setiap  fungsi keanggotaan yang innisial dibangun dari setiap interval variabel linguistic. TFNs digunakan di sini  untuk menggambarkan Fuzziness setiap interval. Sebuah fungsi keaanggotaan triangular dapat di definisikan sebagai (a, b, c)

Membership Function (Fungsi Keanggotaan) (skripsi dan tesis)


Fungsi keanggotaan (membership function) adalah suatu kurva yang menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotannya (sering juga disebut dengan derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara 0 sampai 1. salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai keanggotaan adalah dengan melakukan pendekatan fungsi. Ada beberapa fungsi yang bisa digunakan antara lain :
a.          Representasi Linear
Pada representasi linear, pemetaan input ke derajat keanggotaannya digambarkan sebagai suatu garis lurus.
b.         Representasi Kurva Segitiga (triangular)
Kurva segitiga merupakan gabungan antara 2 garis (linear)
c.          Representasi Kurva Trapesium
Kurva trapezium pada dasarnya seperti bentuk segitiga, hanya saja ada beberapa titik yang memiliki nilai keanggotaan.