Thursday, January 3, 2019

Penggolongan biaya (skripsi dan tesis)

           Penggolongan adalah proses pengelompokan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebih penting. Berikut ini merupakan penggolongan biaya yang sering dilakukan, antara lain :
1.      Penggolongan biaya berdasarkan fungsi pokok dari kegiatan/aktivitas perusahaan.
a.       Biaya produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksi dapat digolongkan kedalam :
1.  Biaya bahan baku, yaitu harga perolehan dari bahan   baku yang dipakai dalam pengolahan produk.
2.  Biaya tenaga kerja langsung, yaitu balas jasa yang  diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan.
3.  Biaya overhead pabrik, yaitu biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, yang elemennya dapat digolongkan kedalam:
Ø  Biaya bahan penolong
Ø  Biaya tenaga kerja tidak langsung
Ø  Penyusutan aktiva tetap pabrik
Ø  Biaya listrik dan air
Ø  Biaya asuransi pabrik
Ø  Biaya overhead lain-lain
b.      Biaya pemasaran, yaitu biaya dalam rangka penjualan produk selesai sampai dengan pengumpulan piutang kas. Biaya ini meliputi: fungsi penjualan, fungsi penggudangan produk selesai dan lain-lain.
c.       Biaya administrasi dan umum, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum, meliputi : gaji pimpinan, personalia, sekertariat, akuntansi, hubungan masyarakat, keamanan dan sebagainya.
d.      Biaya keuangan, yaitu biaya yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan, misalnya biaya bunga.
 2.      Penggolongan biaya berdasarkan aktivitas atau kegiatan atau volume
a.      Variable cost
      Variable cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan maka semakin tinggi jumlah total biaya variable dan semakin rendah volume kegiatan maka semakin rendah jumlah total biaya variabel.    
b.      Fixed cost
      Fixed cost merupakan biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu.      
c.       Semi variable cost
      Semi variable cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian fixed, yang terkadang disebut semi fixed cost. Biaya semi variable merupakan biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding.
2.2.2. Hubungan antara produksi dan biaya
            Untuk mengetahui adanya hubungan antara produksi dan biaya diperlukan suatu metode analisa biaya. Analisa biaya dimaksudkan untuk mencari berapa besarnya margin kontribusi dari masing-masing jenis produk yang diteliti. Data yang diperlukan yaitu mengenai biaya variabel produk, seperti : biaya bahan baku, upah tenaga kerja dan biaya-biaya overhead pabrik (Johannes Supranto, 1998).
            Dari analisa biaya ini dihasilkan harga pokok produksi tiap produk sehingga dapat diketahui margin kontribusi per satuan produk, yaitu dengan mengurangkan harga jual per satuan unit produk dengan harga pokok produksi per satuan unit produk.

Manajemen produksi dan operasi (skripsi dan tesis)


            Produksi sering digunakan dalam suatu operasi yang menghasilkan output, baik barang maupun jasa. Produksi adalah kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi hasil (output). Jadi didalam pengertian produksi dan operasi tercakup proses yang merubah masukan (input) dan menggunakan sumber-sumber daya untuk menghasilkan keluaran (output) baik barang maupun jasa (Assuari, 1993).
            Menurut (Assauri, 1993) pengertian produksi dan operasi dalam ekonomi adalah kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa. Kegunaan/utilitas dibedakan karena bentuk, tempat, waktu dan pemilikan, sehingga produksi dan operasi adalah penambahan atau penciptaan kegunaan karena bentuk dan tempat, sehingga perlu faktor-faktor produksi. Faktor produksi terdiri dari tanah, modal, tenaga kerja, ketrampilan manajerial, ketrampilan teknis dan teknologi. Faktor produksi sebagai input dalam proses produksi terdiri dari bahan, peralatan mesin, manusia (tenaga kerja dan skill) metode kerja dan dana.
            Pendapat Bambang Tri Cahyono (1996) manajemen adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Disini ada tiga unsur penting yaitu adanya orang yang lebih dari satu dan adanya tujuan yang ingin dicapai dan orang yang bertanggung jawab akan tercapainya tujuan tersebut.
            Pengertian manajemen ada kaitannya dengan pengertian organisasi. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen. Manajemen produksi adalah suatu proses manajemen yang diterapkan dalam bidang produksi di dalam produksi. Manajemen produksi merupakan suatu kegiatan untuk mengadakan pengorganisasian, perencanaan, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan dan pengendalian produksi. Kegiatan produksi saling berkaitan satu dengan yang lainnya, baik pada bagian pemasaran, bagian pengadaan bahan baku, bagian personalia, bagian keuangan, maupun bagian-bagian lainnya (Agus Ahyari, 1995).

Akurasi dan kontrol peramalan (skripsi dan tesis)


            Jika beberapa model cocok untuk kondisi tertentu maka perlu ditentukan model terbaik (tidak bebas) atau jika hanya terdapat satu model yang cocok, maka perlu model lain sebagai pembanding untuk melihat keefektifan model tersebut. Proses ini disebut dengan kesalahan peramalan. Kesalahan peramalan pada periode t adalah selisih dari data aktual dan hasil perhitungan 
            Kualitas hasil peramalan yang disusun sangat ditentukan oleh proses pelaksanaan penyusunannya. Peramalan yang baik adalah peramalan yang dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah atau prosedur penyusunan yang baik. Pada dasarnya ada empat langkah yang penting, yaitu :
a.  Mengumpulkan data, tahap ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data masa lalu sesuai kebutuhan.
b.  Memplotkan data, tahap ini dilakukan  apabila data yang dibutuhkan sudah lengkap, kemudian diplotkan dengan maksud untuk mengetahui pola data masa lalu untuk peramalan periode berikutnya.
c.  Menentukan beberapa metode peramalan, tahap ini dilakukan alternatif metode peramalan yang akan digunakan sesuai pola data masa lalu.
d.  Menentukan metode peramalan data yang representatif, tahap ini dilakukan penentuan metode yang representatif dari beberapa metode peramalan yang dipilih sesuai dengan pola data dari peramalan masa lalu. Parameter yang digunakan yaitu dengan cara mencari nilai kesalahan yang terkecil. Metode peramalan yang baik adalah metode yang memberikan penyimpangan antara hasil peramalan dengan nilai kenyataan sekecil mungkin.

Teknik-teknik peramalan data deret berkala (skripsi dan tesis)


            Model-model peramalan yang digunakan dalam peramalan time series sebagai berikut :
1.  Rata-rata ( simple average )
  Metode rata-rata secara sederhana menghitung rataan dari data yang tersedia ( sejumlah T). 
Metode sederhana ini cocok jika data-datanya tidak memiliki  trend dan tidak mengandung faktor musiman.
2.  Weighted moving average
Istilah moving average menggambarkan prosedur jika ada data baru, rata-rata baru dapat dihitung dan data yang baru dihapus. Karakteristik moving average yaitu peramalan dipengaruhi T periode masa lalu dan jumlah data tiap waktu tetap
        Nilai default dari setiap weight 1/m
3.  Moving average with linier trend
Metode ini akan efektif jika trend linier dan faktor random error tidak besar, persamaan dari metode tersebut adalah 
4.  Single exponential smooting
Peramalan single exponential smooting dihitung berdasar hasil peramalan ditambah dengan peramalan periode sebelumnya.
Kesalahan peramalan sebelumnya digunakan untuk mengoreksi peramalan berikutnya.
Semakin besar , smooting yang dilakukan semakin kecil, sebaliknya semakin kecil , smooting yang dilakukan semakin besar. Masalah yang dihadapi dalam melakukan peramalan dengan metode ini adalah mencari a optimum, karena akan memberi MSE, MAPE atau pengukuran lainnya minimum.
5.  Single exponential smooting with linier trend             
6.  Double exponential smooting
Untuk linier regresi, TESC mengandung solusi untuk model linier sebagai berikut :
       Dimana Y adalah parameter dependen, X adalah variable independent, bo,….adalah parameter regresi dan e adalah random
7.  Winter’s model
                Dalam metode ini, jika tidak diberikan input faktor seasonal, maka default dari faktor seasonal akan melakukan setting  inisialisasi dengan mengikuti nilai :
               Kesalahan peramalan pada periode t adalah selisis dari data aktual  A (t) hasil peramalan f (t).

Faktor-faktor yang mempengaruhi volume produksi (skripsi dan tesis)


Suatu perusahaan memerlukan sumber daya yang akan digunakan untuk memproduksi barang. Sumber daya tersebut berupa bahan mentah, bahan pendukung, mesin-mesin, tenaga kerja, peralatan pendukung dan lain-lain. Tiap-tiap perusahaan tentu saja akan mempunyai jumlah dan jenis sumber-sumber produksi yang berbeda satu sama lain.
Faktor yang menjadi kendala dalam proses produksi yang mempengaruhi penentuan volume produksi dan tingkat kombinasi produksi optimal antara lain :
a.  Kapasitas bahan baku
Dengan tersedianya bahan baku dalam perusahaan, maka perusahaan dapat melakukan produksi dan besarnya jumlah kapasitas bahan baku dapat mempengaruhi tingkat produksi yang optimal. Apabila kapasitas bahan baku yang tersedia cukup besar, maka perusahaan dapat memperoleh luas produksi yang lebih besar pula. Sebaliknya apabila jumlah kapasitas bahan baku yang tersedia relatif kecil maka perusahaan akan memperoleh luas produksi yang lebih kecil pula.
b.  Kapasitas mesin
Kapasitas mesin yang dimiliki oleh perusahaan dapat mempengaruhi jumlah output yang dihasilkan selama produksi. Meskipun bahan baku yang tersedia cukup besar jumlahnya, namun apabila kapasitas mesin yang tersedia kurang mencukupi untuk memproses bahan baku tersebut, maka tingkat output yang dihasilkannya pun relatif kecil.
c.  Jumlah tenaga kerja
Tersedianya tenaga kerja dalam perusahaan sangat diperlukan guna pelaksanaan produksi, karena tenaga kerja yang tersedia baik jumlah maupun mutunya sangat menentukan luas perusahaan dalam suatu perusahaan. Perusahaan tidak mungkin melakukan proses produksi melebihi dari kemampuan jumlah tenaga kerja yang dimilikinya.
 d.  Batasan permintaan
Batasan permintaan merupakan dasar pedoman bagi  perusahaan untuk menentukan luas produksi. Dalam hal ini, batasan permintaan ditentukan melalui peramalan dengan menggunakan data produksi sebelumnya yang diolah dengan bantuan program Q.S 3.0. Dalam melakukan perhitungan peramalan tersebut , terdapat sepuluh metode yang dapat digunakan kemudian akan dicari MAD terkecil. Peramalan adalah suatu perkiraan atau dugaan suatu peristiwa/kejadian pada masa yang akan datang sebagai bagian dari integral aktivitas pengambilan keputusan. Dalam melakukan peramalan dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.
Metode kuantitatif meliputi metode deret berkala ( time series ) dan metode kausal. Yang mana metode time series memprediksi masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu untuk menentukan pola masa lalu dan mengekstrapolasi pola tersebut untuk masa yang akan datang. Sedangkan metode kausal mengasumsikan faktor yang diramal memiliki hubungan sebab akibat terhadap beberapa variable independent, sehingga pada akhirnya dapat menentukan hubungan antar faktor dan menggunakan hubungan tersebut untuk meramal nilai-nilai variable independent.
Metode time series menggambarkan berbagai gerakan yang terjadi pada sederetan data pada waktu tertentu. Langkah penting dalam memilih metode time series adalah dengan mempertimbangkan jenis pola data. Pola data dapat dibedakan menjadi empat jenis siklus dan trend (Makridarkis dan Wheelwright, 1983), yaitu :
1.      Pola horizontal, terjadi bilamana nilai data berfluktuasi disekitar nilai rata-rata konstan. Contoh, suatu produk yang permintaannya tidak meningkat atau menurun selama waktu tertentu.
2.      Pola musiman, terjadi bilamana suatu deret dipengaruhi oleh faktor musiman. Contoh permintaan es krim, jas hujan, dan lain sebagainya.
3.      Pola silkus, terjadi bilamana datanya dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka panjang seperti siklus bisnis.
4.      Pola trend, terjadi bilaman terdapat kenaikan atau penurunan sekuler jangka panjang dalam data.
            Dilihat dari sifat penyusunnya peramalan dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu :
1.      Peramalan subyektif, peramalan yang didasarkan pada intuisi dari orang yang menggunakannya. Dalam hal ini pandangan orang yang menyusun sangat menentukan baik tidaknya ramalan tersebut.
2.      Peramalan obyektif, terdiri dari dua sebagai berikut :
a.       Peramalan kualitatif, peramalan yang didasarkan pada data kualitatif pada masa yang lalu. Hasil peramalan sangat tergantung pada orang yang menyusunnya karena permasalahan dibuat berdasarkan pemikiran intuisi, pendapat dan pengetahuan serta pengalaman penyusun dan biasanya peramalan kualitatif didasarkan hasil penyelidikan.
b.      Peramalan kuantitatif, peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat tergantung pada metode yang digunakan dalam peramalan tersebut. Metode yang baik adalah metode yang memberikan nilai penyimpangan terkecil.

Perencanaan produksi (skripsi dan tesis)


Pada dasarnya perencanaan produksi merupakan suatu proses penetapan kapasitas produksi secara keseluruhan guna memenuhi tingkat permintaan yang diperoleh dari peramalan dan pesanan dengan tujuan meminimalkan total biaya produksi.
Perencanaan produksi merupakan masalah apa dan berapa yang harus diproduksi serta bagaimana dan kapan produksi harus dilaksanakan. Didalam beberapa perusahaan mengenai apa yang diproduksi sudah ditentukan oleh alat produksi yang dimiliki, sehingga barang yang diproduksi itu tidaklah mudah untuk diubah-ubah selama jangka waktu tertentu.  Namun begitu ada beberapa perusahaan lain, apa yang harus diproduksi harus ditentukan lebih dahulu ( Agus Ahyari, 1995 ).
Volume produksi adalah suatu ukuran akan berapa banyak barang-barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Banyaknya barang-barang yang akan diproduksi tidak hanya terhadap satu jenis barang saja, tetapi meliputi banyaknya jenis barang yang dihasilkan. Jadi pengertian volume produksi merupakan ukuran terhadap apa dan berapa banyak barang-barang yang harus diproduksi oleh suatu perusahaan. Semakin banyak barang yang diproduksi, baik jumlah maupun jenisnya, semakin besar volume produksinya (Sirod Hantoro).

Dalam manajemen modern, perencanaan produksi memegang salah satu peranan yang sangat penting. Dunia industri tidak saja dituntut untuk meningkatkan permintaan pasar melalui pemasaran semata-mata namun juga bagaimana menghasilkan produk secara efisien dengan kualitas yang memenuhi harapan konsumen.
Kombinasi Produksi
            Suatu perusahan yang telah menentukan apa yang akan diproduksi, maka perusahaan dapat menentukan mesin-mesin dan peralatan yang akan digunakan untuk proses produksi, dengan adanya berbagai macam mesin dan peralatan yang digunakan maka dapat digunakan untuk memproduksi berbagai macam produk. Perusahaan yang memproduksi barang atau produk lebih dari satu jenis dengan menggunakan mesin, tenaga kerja dan bahan baku yang sama, maka akan timbul masalah kombinasi produksi. Menentukan kombinasi produk adalah menentukan jumlah dan jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan, menghadapi masalah ini seharusnya pihak manajemen harus dapat menentukan jumlah masing-     masing produk sehingga dapat mempergunakan input yang ada dengan sebaik-baiknya serta memperoleh hasil yang optimal ( Akhyari, 1992 ).

Anthropometri (skripsi dan tesis)


Athropometri berasal dari kata antropos yang berarti manusia, dan metrikos yang berarti pengukuran. Sehingga Anthropometri diartikan sebagai suatu ilmu yang secara khusus berkaitan dengan pengukuran tubuh manusia yang digunakan untuk menentukan perbedaan pada individu, kelompok, dan sebagainya (Pheasant, 1988). Menurut Roebuck (1994), anthropometri adalah ilmu yang berkaitan dengan pengukuran dimensi dan cara untuk mengaplikasikan karakteristik tertentu dari tubuh manusia.Perbandingan fungsional individual orang dewasa dan anak-anak dapat diketahui dengan sistem proporsi anthromorfis didasarkan pada dimensi-dimensi tubuh manusia. Salah satu caranya adalah dengan mengukur tubuh dalam berbagai posisi standard dan tidak bergerak (static anthropometry), serta saat melakukan gerakan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang harus diselesaikan (dynamic anthropometry). Misalnya, perancangan kursi mobil (gerakan mengoperasikan kemudi, pedal, tangkai pemindah gigi). Gerakan yang biasa dilakukan anggota tubuh dapat dibagi dalam bentuk range/rentangan gerakan, kekuatan, ketahanan, kecepatan, dan ketelitian.

Metode Proporsi Athmoromorfis mencari perbandingan-perbandingan yang fungsional. Bukannya perbandingan yang abstrak atau simbolis. Sebagai bukti bahwa perbandingan-perbandingan matematis tertentu menunjukkan harmoni alam (Ching, 1987).
Data anthropometri ini menyajikan informasi mengenai ukuran tubuh manusia, yang dibedakan berdasarkan usia, jenis kelamin, suku bangsa (etnis), posisi tubuh saat beraktivitas, dan sebagainya, serta diklasifikasikan dalam segmen populasi pemakai, perlu diakomodasikan dalam penetapan dimensi ukuran produk desain yang dirancang guna menghasilkan kualitas rancangan yang tailor made dan memenuhi persyaratan fittness for use (Sritomo, 2000).