Thursday, January 3, 2019

Sistem Operasi Air Traffic Control(ATC) (skripsi dan tesis)


Sistem operasi Air Traffic Control(ATC)mencakup pemberian petunjuk serta pengawasan terhadap pesawat terbang yang akan melakukan take off dan landing, ATC juga bertugas mengawasi keadaan runwaytaxiway dan apron, tidak ada seorang pun yang boleh melintasi kawasan tersebut tanpas seizin dari ATC. Disamping itu juga Air Traffic Control(ATC) untuk mencegah pesawat terlalu dekat satu sama lain dan tabrakan dan layanan yang disediakan untuk Pilot untuk membantu mereka dalam mengoperasikan pesawat mereka dengan cara yang aman, tertib dan efisien. ATC adalah rekan dekat seorang Pilot disamping unit lainnya, peran ATC sangat besar dalam tercapainya tujuan penerbangan. Semua aktifitas pesawat terbang di dalam area pergerakan diharuskan mendapat izin terlebih dahulu melalui ATC, yang nantinya ATC akan memberikan informasi, instruksi, clearance/izin kepada Pilot sehingga tercapai tujuan keselamatan penerbangan, semua komunikasi itu dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan memenuhi aturan.

Pengertian Air Traffic Control (ATC) (skripsi dan tesis)


Air Traffic Control adalah suatu fasilitas terminal yang menggunakan komunikasi radio, visual signaling, dan perlengkapan lainnya untuk pelayanan ATC kepada pesawat terbang di sekitar Bandar Udara, runway, taxiway, dan area pergerakan lainnya. Menara kontrol memberikan hak kepada pesawat terbang untuk landing dan take off di Bandar Udara yang dikontrol oleh tower. Tower juga memberikan Approach control services.

Karakteristik Pesawat Terbang (skripsi dan tesis)


Untuk melaksanakan perencanaan bandar udara diperlukan data-data dari pesawat terbang (karakteristik) yang harus diketahui (Achmad Zainuddin:1983).
Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:
1.             Size (Ukuran):
a.         Wing Span (panjang rentang pesawat)
Panjang  rentang pesawat diukur dari ujung kiri sayap sampai kanan sayap pesawat terbang. Ukuran ini mempengaruhi untuk perencanaan dimensi apron.
b.        Fuselage length (panjang badan pesawat):
Panjang badan pesawat diukur dari ujung nose sampai ujung ekor pesawat terbang. Ukuran ini mempengaruhi perencanaan dimensi apron.
c.         Height (tinggi pesawat terbang):
Tinggi pesawat terbang diukur dari muka lapis keras tempat pesawat berdiri sampai bagian tertinggi  dari pesawat terbang (ekor), ukuran ini mempengaruhi jarak apron sampai runway.
d.        Wheel base (jarak roda utama sampai roda depan):
Jarak antara as roda utama depan sampai as roda depan (nose wheel) ukuran ini mempengaruhi lebar taxiway.

2.             Komponen berat pesawat
Berat pesawat penting untuk merencanakan kekutan dari perkerasan (pavements) yang akan dibuat sehingga ditentukan tebal dari pada perkerasan runway, taxiway, dan apron. Beratnya pesawat terbang terdiri dari:
a.         Maximum Ramp Weight (MRW):
Bobot pesawat terbang pada saat start up (menghidupkan mesin) di apron sebelum lepas landas = MTOW + fuel taxing keujung landas pacu.
b.        Maximum Landing Weight (MLW):
Bobot pesawat terbang maximum yang diperkenankan untuk pendaratan (landing) = OWE + reservefuel + payloads
c.         Maximum Take-off Weight (MTOW):
Bobot pesawat terbang maximum yang diperkenankan saat lepas landas  (take-off) = OEW + fuel + reserve fuel + payloads
d.        Operating Empty Weight
Berat pesawat terbang kosong (termasuk air crew)
e.         Maximum Zero Fuel Weight ( MZFW) :
Berat pesawat tanpa bahan bakar = OEW + payloads
f.          Payloads
Payload adalah berat penumpang, bagasi dan cargo. Max payload adalah muatan max yang boleh diangkut oleh pesawat.
Max payload = ZFW – OEW
g.        Berat fuel untuk terbang (haul fuel)
h.        Berat bahan bakar cadangan (reserve fuel)

3.             Capacity (kapasitas)
Dengan mengetahui kapasitas penumpang pesawat kita dapat menentukan terminal building (tempat tunggu para penumpang dan pengantar).
4.             Runway Length (panjang runway)
Panjang runway agar pesawat dapat tinggal landas mempunyai pengaruh besar pada bagian luas daerah yang harus dipenuhi oleh bandar udara.

Komponen –Komponen Lapangan Terbang (skripsi dan tesis)


Lapangan terbang (airport) adalah area daratan atau air yang secara regular digunakan untuk kegitan take off atau landing pesawat udara. Diperlengkapi dengan fasilitas untuk pendaratan, parkir pesawat, perbaikan pesawat,bongkar muat penumpang dan barang, dilengkapi dengan fasilitas keamanan dan terminal building untuk mengakomodasi keperluan penumpang dan barang, dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi.
Lapangan terbang berfungsi bukan hanya sebagai tempat tinggal landas pesawat namun dalam sistem transportasi udara meliputi kegiatan-kegiatan yang luas dimana didalamnya terdapat arus penumpang dan barang, untuk mendukung semua kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam lapangan terbang tersebut, sangatlah dibutuhkan komponen-komponen lapangan terbang yang sangat memadai dalam arti berfungsi dengan baik. Sistem lapangan terbang terbagi atas dua yaitu sisi udara (Air side) dan sisi darat (Land Side), kedua sistem ini dibatasi oleh terminal. Komponen-komponen dari kedua system lapangan terbang diatas adalah:
1.                  Runway (R/W) atau landas pacu
2.                  Taxiway (T/W) atau landas hubung
3.                  Apron
4.                  Terminal building atau gedung terminal
5.                  Gudang
6.                  Tower atau menara pengontrol
7.                  Fasilitas keselamatan (Pemadam Kebakaran)
8.                   Utility (Fasilitas listrik, Telepon, dan bahan bakar.

Parameter Kesuksesan Produk (skripsi dan tesis)


Kesuksesan maupun kegagalan produk dapat diketahui melalui berbagai parameter, yang juga manjadi ukuran kinerja perusahaan yang menghasilkan produk tersebut. Griffin dan Page (1993) mengklasifikasikan parameter yang menjadi ukuran kesuksesan dari suatu produk menjadi empat kelompok, antara lain:
a.       Ukuran kepercayaan pelanggan
1.      Tingkat kepercayaan pelanggan
2.      Tingkat kepuasan pelanggan
3.      Memenuhi target market share
4.      Memenuhi target jumlah penjualan
b.      Performa financial
1.      Break-even time
2.      Mencapai target margin
3.      Mencapai target profit
4.      IRR/ROI
c.       Ukuran level produk
1.      Biayapengembangan
2.      Diluncurkan tepat waktu
3.      Memenuhi standar kualitas
4.      Kecepatan untuk memasarkan
d.      Ukuran level perusahaan
Presentase penjualan produk baru

Komponen –Komponen Lapangan Terbang (skripsi dan tesis)


Lapangan terbang (airport) adalah area daratan atau air yang secara regular digunakan untuk kegitan take off atau landing pesawat udara. Diperlengkapi dengan fasilitas untuk pendaratan, parkir pesawat, perbaikan pesawat,bongkar muat penumpang dan barang, dilengkapi dengan fasilitas keamanan dan terminal building untuk mengakomodasi keperluan penumpang dan barang, dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi.
Lapangan terbang berfungsi bukan hanya sebagai tempat tinggal landas pesawat namun dalam sistem transportasi udara meliputi kegiatan-kegiatan yang luas dimana didalamnya terdapat arus penumpang dan barang, untuk mendukung semua kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam lapangan terbang tersebut, sangatlah dibutuhkan komponen-komponen lapangan terbang yang sangat memadai dalam arti berfungsi dengan baik. Sistem lapangan terbang terbagi atas dua yaitu sisi udara (Air side) dan sisi darat (Land Side), kedua sistem ini dibatasi oleh terminal. Komponen-komponen dari kedua system lapangan terbang diatas adalah:
1.                  Runway (R/W) atau landas pacu
2.                  Taxiway (T/W) atau landas hubung
3.                  Apron
4.                  Terminal building atau gedung terminal
5.                  Gudang
6.                  Tower atau menara pengontrol
7.                  Fasilitas keselamatan (Pemadam Kebakaran)
8.                   Utility (Fasilitas listrik, Telepon, dan bahan bakar.

Analisis Linier Programing (skripsi dan tesis)


            Linier Programing (LP) merupakan suatu cara untuk menyelesaikan persoalan pengalokasian sumber-sumber yang terbatas diantara beberapa aktivitas yang bersaing dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan. Satu hal yang menjadi ciri situasi diatas adalah adanya keharusan untuk mengalokasian sumber terhadap aktivitas. Sifat “linier” memberi arti bahwa seluruh fungsi matematis dalam model ini merupakan fungsi yang linier, sedangkan kata “programa” merupakan sinonim untuk perencanaan. Maka Linier Programing juga merupakan perencanaan aktivitas-aktivitas untuk memperoleh suatu hasil yang optimal, yaitu suatu hasil yang mencapai tujuan terbaik diantara seluruh alternatif yang fisibel (Ali Parkhan dan Zainal Mustafa, 2000).
 1. Formulasi dan bentuk umum linier programming
            Dalam model LP dikenal dua macam fungsi, yaitu: fungsi tujuan dan fungsi batasan. Fungsi tujuan adalah fungsi yang menggambarkan tujuan/sasaran yang berkaitan dengan pengaturan secara optimal sumber daya-sumber daya, untuk memperoleh keuntungan maksimal atau biaya minimal. Sedangkan fungsi batasan merupakan bentuk penyajian secara matematis batasan-batasan kapasitas yang tersedia yang akan dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan.
            Masalah keputusan yang sering dihadapi adalah alokasi optimum sumber daya terbatas yang ditunjukkan sebagai maksimasi keuntungan atau minimasi biaya. Setelah masalah diidentifikasi, tujuan/sasaran yang ingin dicapai ditetapkan, langkah selanjutnya adalah formulasi model matematis yang meliputi tiga tahap berikut :
1.  Menentukan variabel keputusan (unsur-unsur dalam persoalan yang dapat dikendalikan)
2. Membentuk fungsi tujuan yang ditunjukkan sebagai suatu hubungan linier dari variabel keputusan.
3.  Menentukan batasan masalah
            Dalam pembahasan model Linier Programing digunakan simbol-simbol sebagai berikut:
m      : macam batasan-batasan sumber atau fasilitas yang tersedia
n       : macam kegiatan yang menggunakan sumber atau fasilitas tersebut
i        : nomor setiap macam sumber atau fasilitas yang tersedia (i: 1,2,3,…n)
j        : nomor setiap macam kegiatan yang menggunakan sumber atau fasilitas yang tersedia (j: 1,2,…n)
Xj     : tingkat kegiatan ke j (j: 1,2,…n)
aij      : banyak sumber i yang diperlukan untuk menghasilkan setiap unit keluaran atau output kegiatan (i: 1,2,3,…m) dan (j: 1,2,…n)
bi      : banyak sumber i yang tersedia untuk dialokasikan kesetiap unit kegiatan (i: 1,2,3,…m)
Z       : nilai yang dioptimalkan (maksimum atau minimum)
Ci      : kenaikan nilai Z apabila ada pertambahan tingkat kegiatan (Xj)
            Dengan satu satuan (unit) atau merupakan sumbangan setiap satuan keluaran kegiatan terhadap nilai Z. Keseluruhan simbol-simbol diatas saelanjutnya disusun kedalam bentuk tabel standart LP seperti pada table dibawah ini :
Kegiatan Sumber
Pemakaian sumber per unit kegiatan
 1         2         3         4      .    .    .     n
Kapasitas sumber
1
2
3
.
.
.
M
   a11      a12      a13     a14     .    .    .    n1n
   a21         a22      a23     a24     .    .    .    n2n
    a31      a32      a33     a34     .    .    .    a3n
    .          .         .        .       .     .    .      .
    .         .          .        .       .      .    .      .
    .         .          .        .       .      .     .     .
  am1   am2   am3    am4   .      .     . amn  

b1
b2
b3
.
.
.
bm
Z pertambahan tiap
 unit tingkat kegiatan

  C1      C2      C3     C4    .       .    .    Cn

  X1      X2       X3      X4    .     .     .     Xn

Tabel 2.1. Tabel data untuk model linier Programing
            Atas dasar tabel diatas kemudian dapat disusun model matematis yang dapat digunakan untuk mengemukakan suatu permasalahan LP sebagai berikut :
Ø   Fungsi Tujuan
Maksimum (minimum) Z = C1X1+C2X2+C3X3+C4X4+…+CnXn
Ø   Batasan-batasan
a11X1+a12X2+a13X3+a14X4+……+a1nXn  (  ) b1
a21X1+a22X2+a23X3+a24X4+…   +a2nXn   (  )  b2
.
.
.
Am1X1+am2X2+am3X3+am4X4+…..+amnXn  ( )  bm
            Asumsi-asumsi dalam linier programming
                     1.  Propotionality
                           Asumsi ini berarti bahwa naik turunnya nilai Z dan penggunaan sumber daya yang tersedia akan berubah secara sebanding  (proporsional) dengan perubahan tingkat kegiatan.
                     2.  Addivity
                           Asumsi ini berarti bahwa nilai tujuan tiap kegiatan tidak saling mempengaruhi atau dianggap bahwa kenaikan dari fungsi tujuan (Z) yang diakibatkan oleh kenaikan suatu kegiatan dapat ditambah tanpa mempengaruhi bagian nilai Z yang diperoleh dari kegiatan lain.
                     3.  Divisibility
                           Asumsi ini menyatakan bahwa keluaran (output) yang dihasilkan oleh setiap kegiatan dapat berupa bilangan pecahan.
                     4.  Deternimistic (Certainty)
                           Asumsi ini menyatakan  bahwa semua parameter yang terdapat dalam model LP dapat diperkirakan dengan pasti meskipun jarang dengan tepat.
2. Metode penyelesaian linier programming
         a.   Metode Grafis
               Metode ini digunakan apabila variable model LP yang ada tidak melebihi dua variabel atau yang berdimensi 2 x n atau m x 2.
         b.   Metode Simpleks
               Apabila suatu masalah LP melibatkan lebih dari dua kegiatan maka metode grafik tidak dapat digunakan dalam menentukan kombinasi optimal. Untuk itu digunakan metode simpleks.
               Metode simpleks digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi kombinasi dalam perusahaan yang mempunyai lebih dari dua variabel. Penyelesaian optimasi kombinasi disini akan dilakukan secara bertahap, yaitu dengan melihat kemungkinan penyelesaian pada masing-masing kombinasi yang berada pada daerah yang memenuhi syarat, sehingga sampai dengan didapatkannya posisi kombinasi yang paling optimal.
3. Analisis sensitivitas
            Analisis sensifitas bertujuan untuk menghindari perhitungan-perhitungan ulang bila terjadi perubahan satu atau beberapa koefisien model LP pada saat penyelesaian optimal telah tercapai dan bagaimana pengaruh perubahan tersebut terhadap kondisi optimal.
            Secara umum, perubahan-perubahan tersebut akan mengakibatkan salah satu diantaranya ;
a.       Penyelesaian optimal tidak berubah, artinya baik variabel-variabel dasar maupun nilai-nilainya tidak mengalami perubahan.
b.      Variabel-variabel dasar mengalami perubahan, tetapi nilai-nilainya tidak berubah.
c.       Penyelesaian optimal sama sekali tidak berubah.
Tujuan dan segenap keterbatasannya harus dapat dinyatakan sebagai persamaan atau ketidaksamaan matematika dan harus ada kesamaan atau ketidaksamaan linier.