Metode mengatasi konflik yang akan dibahas berikut berkenaan
dengan kegiatan-kegiatan para manajer yang dapat secara langsung
mempengaruhi pihak- pihak yang bertentangan. Metode-metode
penyelesaian konflik lainnya yang dapat digunakan mencakup perubahan
dalam struktur organisasi, mekanisme koordinasi dan sebagainya.
Menurut Gaol (2020: 648) "Ada tiga metode untuk penyelesaian
konflik yang sering digunakan." Berikut tiga metode tersebut:
- Dominasi dan penekanan
Dominasi dan penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara,
yaitu kekerasan (forcing), yang bersifat penekanan otokratik;
penenangan (smoothing), merupakan cara yang lebih diplomatis;
penghindaran (avoidance), dimana manajer menghindar untuk
mengambil posisi yang tegas; aturan mayoritas (majority rule),
mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan
melakukan pemungutan suara melalui prosedur yang adil. - Kompromi
Melalui kompromi manajer mencoba menyelesaikan konflik
melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak-pihak
yang bersangkutan. Bentuk-bentuk kompromi meliputi pemisahan
(separation), dimana pihak-pihak yang sedang bertentangan
dipisahkan sampai mereka mencapai persetujuan; arbitrase
(perwasitan), dimana pihak ketiga diminta memberi pendapat;
kembali ke peraturan- peraturan yang berlaku dimana kemacetan
dikembalikan pada ketentuan-ketentuan tertulis vang berlaku dan
menyetujui bahwa peraturan-peraturan yang memutuskan
penyelesaian konflik : dan penyuapan (bribing), dimana salah satu
pihak menerima kompensasi dalam pertukaran untuk tercapainya
penyelesaian konflik. - Pemecahan Masalah Integratif
Konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan
masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik-teknik
pemecahan masalah. Secara bersama, pihak-pihak yang bertentangan
mencoba untuk memecahkan masalah yang timbul diantara mereka.
Di samping penekanan konflik atau pencarian kompromi, pihak-
pihak secara terbuka mencoba menemukan penyelesaian yang dapat
diterima semua pihak.
No comments:
Post a Comment