Saturday, September 7, 2024

Dampak Stres Kerja

 


Terdapat stres kerja yang memberi dampak positif kepada pegawai seperti
motivasi dan munculnya semangat dan gairah hidup, memiliki rangsangan untuk
bekerja keras, dan memiliki keinginan untuk terus mengasah potensi diri. Namun
terdapat stres kerja yang berdampak negatif, diantaranya adalah kurangnya
kemampuan diri dalam membuat keputusan, meningkatnya rasa cemas dan
berkurangnya rasa percaya diri sehingga pegawai tidak yakin dapat bekerja secara
maksimal.
Menurut Tewal, et al., (2017:145), ada dua dampak dari stres kerja yaitu
dampak positif dan dampak negatif.

  1. Dampak positif stres kerja, adalah:
    a. Memiliki motivasi kerja yang tinggi.
    b. Memiliki ransangan dan tujuan untuk bekerja lebih keras dan timbulnya
    inspirasi untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik.
    c. Memiliki kebutuhan berprestasi yang kuat sehingga lebih mudah untuk
    menyimpulkan target/tugas sebagai tantangan (challenge), bukan sebagai
    tekanan (pressure).
    d. Memacu pegawai untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya.
  2. Dampak negatif stres kerja, adalah:
    a. Menurunnya tingkat produktivitas pegawai yang bisa berdampak pada
    kurangnya keefektifitasan organisasi.
    b. Penurunan tingkat kepuasan kerja dan tingkat kinerja.
    c. Sulit untuk membuat keputusan, kurang konsentrasi, kurang perhatian,
    serta hambatan mental.
    d. Meningkatnya ketidakhadiran dan perputaran pegawai.
    Sedangkan Sunyoto dan Burhanuddin (2015:38) mengkategorikan dampak
    atau akibat dari stres kerja menjadi tiga gejala, yaitu:
  3. Gejala fisiologis
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres dapat menciptakan perubahan
    dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung dan tarikan napas, meningkatkan
    tekanan darah, sakit kepala, dan memicu serangan jantung. Salah satu studi
    menemukan bahwa tuntutan kerja yang berlebihan dapat menimbulkan stres.
  4. Gejala psikologis
    Salah satu gejala psikologis akibat stres adalah ketidakpuasan terhadap
    pekerjaan. Gejala lain dapat berupa kecemasan, kejenuhan, ketegangan, kesal, dan
    sikap yang menunda-nunda pekerjaan. Pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan
    tuntutan berlebihan dan saling bertentangan, tugas, wewenang dan tanggung
    jawab yang tidak jelas dapat menimbulkan stres dan ketidakpuasan.
  5. Gejala perilaku
    Individu yang mengalami stres cenderung akan mengalami perubahan
    produktivitas, kemangkiran, perputaran karyawan, di samping perubahan dalam
    kebiasaan makan, merokok, mengkonsumsi alkohol, bicara gagap,
    kegelisahan/anxiety, dan tidur tidak teratur

No comments:

Post a Comment