Saturday, September 7, 2024

Jenis-Jenis Stres Kerja

 


Stres kerja terdiri berbagai jenis dan beragam, diantaranya stres kerja yang
dapat memberikan gairah dan menstimulus para pegawai untuk merasa lebih
bersemangat saat bekerja, adanya tantangan yang dianggap sebagai motivasi diri
untuk bisa bekerja lebih keras, namun ada stres yang mengakibatkan turunnya
semangat kerja karena pegawai merasa beban pekerjaan tidak sesuai dengan
kemampuan mereka, rutinitas kerja yang menimbulkan kejenuhan, dan rekan kerja
yang tidak kompeten.
Berney dan Selye (dalam Asih, et al., 2018:4-5) mengungkapkan ada empat
jenis stres:
a. Eustress (good stress), yaitu stres yang menimbulkan stimulus dan
kegairahan. Stres ini dapat meningkatkan kreativitas dan antusiasme.
b. Distress, yaitu stres yang memunculkan efek membahayakan bagi individu
yang mengalaminya seperti: tuntutan tidak menyenangkan yang menguras
energi individu sehingga membuatnya menjadi lebih mudah jatuh sakit.
c. Hyperstress, yaitu stress terjadi ketika seseorang dipaksa untuk mengatasi
tekanan yang melampaui kemampuan dirinya.
d. Hypostress, yaitu stress yang muncul karena kurangnya stimulasi. Contohnya,
stres karena bosan atau karena pekerjaan yang rutin.
Menurut Quick dan Quick (dalam Yuliana, et al., 2019:5) stres kerja terbagi
menjadi dua kategori, yaitu:
a. Eustress, yaitu hasil respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan
konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan
individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan,
fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi
b. Distress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat,
negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi
individu dan juga organisasi, seperti penyakit kordiovaskular dan tingkat
ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan
sakit, penurunan, dan kematian.
Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulan bahwa stres kerja terdiri
dari berbagai jenis, yaitu eustress, distress, hyperstress, dan hypostress. Eustress
merupakan jenis stres yang positif karena stres ini dapat memberikan stimulus dan
gairah seperti tantangan kerja yang diberikan diinterpretasikan sebagai motivasi
diri untuk bekerja lebih keras. Distress merupakan stres yang negatif karena dapat
menyebabkan turunnya gairah bekerja. Hal ini disebabkan akibat adanya tuntutan
dan tanggung jawab yang berlebihan yang dapat menguras energi individu
sehingga hal ini dapat mengakibatkan penurunan hasil kerja dan meningkatkan
tingkat absensi. Hyperstress adalah jenis stres tingkat tinggi yang terjadi akibat
rasa cemas berlebihan yang dirasakan individu yang mengalaminya. Hypostress
merupakan jenis stres yang dirasakan pegawai akibat kurangnya stimulus,
rutinitas kerja serta pekerjaan yang kurang menantang dapat memicu kebosanan
bagi individu yang mengalaminya

No comments:

Post a Comment