Menurut (Luthans, 2014)ada beberapa penyebab stres kerja:
- Stres Ekstraorganisasi. Stres ekstra-organisasi adalah faktor penyebab stres yang
berasal dari luar perusahaan yaitu mencakup hal seperti di bawah ini: - Perubahan sosial. Perubahan sosial secara umum diartikan sebagai suatu
proses pergeseran atau berubahnya struktur atau tatanan di dalam
masyarakat meliputi, kenyamanan dalam lingkungan, pola pikir yang lebih
inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan
yang lebih bermanfaat. - Kesulitan menguasai globalisasi. Proses integrasi internasional yang terjadi
karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek
kebudayaan lainnya. Dukungan keluarga. Secara umum diakui bahwa
keluarga mempunyai dampak besar terhadap tingkat stres seseorang.
Situasi keluarga baik krisis singkat, seperti pertengkaran atau sakit anggota
keluarga, atau relasi buruk dengan orangtua, pasangan, atau anak-anak
dapat bertindak sebagai stressor yang signifikan pada karyawan. - Stres organisasi. Selain stressor potensial yang terjadi di luar organisasi,
terdapat juga stressor organisasi yaitu penyebab stres yang berasal dari
organisasi itu sendiri. Sering kali perusahaan mengalami intervensi
perubahan dalam strategi bisnis mereka untuk bersaing dengan perusahaan
lain, maka ada beberapa akibat yang sering pula timbul ketika perusahaan
mengalami intervensi. - Stres kelompok. Stressor kelompok dapat di kategorikan menjadi dua area, yaitu:
1) Rekan kerja yang tidak menyenangkan. Karyawan sangat di pengaruhi oleh
dukungan anggota kelompok yang kohesif. Dengan berbagi masalah dan
kebahagiaan bersama-sama, mereka jauh lebih baik. Jika hubungan antar
rekan kerja ini berkurang pada individu, maka situasi akan ini akan
membuat stress
2) Kurangnya kebersamaan dengan rekan kerja. Dengan terjadinya kurang
kebrsamaan maka pimpinan dapat membahas kohesivitas atau
“kebersamaan” merupakan hal penting pada karyawan, terutama pada
tingkat organisasi yang lebih rendah. Jika karyawan tidak mengalami
kesempatan kebersamaan karena desain kerja, karena di batasi, atau karena
ada anggota kelompok yang menyingkirkan karyawan lain, kurangnya
kohesivitas akan menyebabkan stres.
No comments:
Post a Comment