Sunday, September 8, 2024

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Stres Kerja

 


Menurut (Luthans, 2014)ada beberapa penyebab stres kerja:

  1. Stres Ekstraorganisasi. Stres ekstra-organisasi adalah faktor penyebab stres yang
    berasal dari luar perusahaan yaitu mencakup hal seperti di bawah ini:
  2. Perubahan sosial. Perubahan sosial secara umum diartikan sebagai suatu
    proses pergeseran atau berubahnya struktur atau tatanan di dalam
    masyarakat meliputi, kenyamanan dalam lingkungan, pola pikir yang lebih
    inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan
    yang lebih bermanfaat.
  3. Kesulitan menguasai globalisasi. Proses integrasi internasional yang terjadi
    karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek
    kebudayaan lainnya. Dukungan keluarga. Secara umum diakui bahwa
    keluarga mempunyai dampak besar terhadap tingkat stres seseorang.
    Situasi keluarga baik krisis singkat, seperti pertengkaran atau sakit anggota
    keluarga, atau relasi buruk dengan orangtua, pasangan, atau anak-anak
    dapat bertindak sebagai stressor yang signifikan pada karyawan.
  4. Stres organisasi. Selain stressor potensial yang terjadi di luar organisasi,
    terdapat juga stressor organisasi yaitu penyebab stres yang berasal dari
    organisasi itu sendiri. Sering kali perusahaan mengalami intervensi
    perubahan dalam strategi bisnis mereka untuk bersaing dengan perusahaan
    lain, maka ada beberapa akibat yang sering pula timbul ketika perusahaan
    mengalami intervensi.
  5. Stres kelompok. Stressor kelompok dapat di kategorikan menjadi dua area, yaitu:
    1) Rekan kerja yang tidak menyenangkan. Karyawan sangat di pengaruhi oleh
    dukungan anggota kelompok yang kohesif. Dengan berbagi masalah dan
    kebahagiaan bersama-sama, mereka jauh lebih baik. Jika hubungan antar
    rekan kerja ini berkurang pada individu, maka situasi akan ini akan
    membuat stress
    2) Kurangnya kebersamaan dengan rekan kerja. Dengan terjadinya kurang
    kebrsamaan maka pimpinan dapat membahas kohesivitas atau
    “kebersamaan” merupakan hal penting pada karyawan, terutama pada
    tingkat organisasi yang lebih rendah. Jika karyawan tidak mengalami
    kesempatan kebersamaan karena desain kerja, karena di batasi, atau karena
    ada anggota kelompok yang menyingkirkan karyawan lain, kurangnya
    kohesivitas akan menyebabkan stres.

No comments:

Post a Comment