Saturday, September 7, 2024

Faktor Penyebab Konflik Kerja

 


Konflik kerja terjadi karena adanya ketidaksepakatan, dimana satu pihak
menganggap pihak lain menghalangi dan menghambat rencana-rencananya. Hal
ini dapat terjadi antar individu maupun antar kelompok.
Irham Fahmi (2016:164) menyebutkan beberapa faktor penyebab konflik
kerja, antara lain:
a. Perebutan tenaga ahli profesional, yang dilakukan dengan cara mengambil
atau menarik SDM yang berasal dari organisasi atau perusahaan lain.
b. Keinginan pihak top management yang terlalu ambisius dan juga
mengandung maksud tertentu.
c. Kondisi/situasi eksternal organisasi yang dianggap tidak representatif dalam
rangka memberikan kenyamanan pada organisasi yang terjadi karena adanya
adanya teror dan ganggan dari pihak luar sehingga terjadi kegelisahan kerja.
Sedangkan menurut Sunyoto dan Burhanudin (2015:126), faktor-faktor
penyebab konflik kerja antara lain:
a. Ketergantungan kerja/work interdependence, terjadi ketika dua kelompok
atau lebih saling bergantung satu sama lain menyelesaikan suatu pekerjaan.
b. Perbedaan tujuan. Kelompok-kelompok dalam suatu organisasi cenderung
menjadi terspesialisasi, sehingga mereka mengembangkan berbagai tujuan,
tugas, dan personalia yang berbeda-beda.
c. Perbedaan persepsi, nilai-nilai, sikap, dan persepsi antar anggota kelompok
d. Kemenduaan organisasional, yang dapat bersumber dari tanggung jawab yang
dirumuskan secara mendua/ambiguous dan tujuan yang tidak jelas.
Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa penyebab konflik
kerja terdiri atas berbagai faktor. Faktor-faktor yang mengakibatkan timbulnya
konflik kerja diantaranya adalah perbedaan nilai dan tujuan yang menghambat
terjalinnya kesepakatan, adanya kesalahpahaman dalam menginterpretasikan
komunikasi, sikap pimpinan yang terlalu ambisius dan memaksa pegawai bekerja
sesuai keinginannya dan bukan sesuai standar kinerja organisasi, serta perbedaan
paradigma dalam menentukan cara penyelesaian konflik

No comments:

Post a Comment