Konflik dapat terjadi dalam setiap lingkungan sosial, seperti dalam keluarga,
rekan kerja, lingkungan organisasi, dan masyarakat. Akibat dari konflik biasanya
berupa pertentangan, percekcokan, dan perselisihan yang mengakibatkan
pekerjaan menjadi terhambat, target organisasi tidak dapat dicapai yang berakibat
menurunnya kinerja pegawai, serta dapat mengakibatkan hubungan dan suasana
hati yang tidak baik yang membuat pegawai tidak dapat bekerja dengan maksimal.
Menurut Baden Eunson (dalam Ansory dan Indrasari, 2018:358) terdapat
beragam jenis konflik yaitu:
- Konflik vertikal, yang terjadi antara tingkat hirarki, seperti antara manajemen
puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan
penyelia dan subordinasi. - Konflik horisontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada
tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. - Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki
tugas berbeda. Misalnya konflik antara divisi pembelian bahan baku dan
divisi keuangan. - Konflik peran, berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya
dikerjakan oleh seseorang karena sistem koordinasi yang tidak jelas.
Menurut T. Hani Handoko (dalam Irham Fahmi, 2016:165) ada lima jenis
konflik kerja, antara lain: - Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila berbagai permintaan pekerjaan
saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari
kemampuannya. - Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, yang diakibatkan oleh
perbedaan kepribadian (seperti konflik antara manajer dan bawahan). - Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara
individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh
kelompok kerja mereka. - Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi
pertentangan antar kelompok. - Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan
ekonomi dan sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah
mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, jasa, harga-
harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien
No comments:
Post a Comment