Saturday, September 7, 2024

Jenis–Jenis Konflik Kerja

 


Konflik dapat terjadi dalam setiap lingkungan sosial, seperti dalam keluarga,
rekan kerja, lingkungan organisasi, dan masyarakat. Akibat dari konflik biasanya
berupa pertentangan, percekcokan, dan perselisihan yang mengakibatkan
pekerjaan menjadi terhambat, target organisasi tidak dapat dicapai yang berakibat
menurunnya kinerja pegawai, serta dapat mengakibatkan hubungan dan suasana
hati yang tidak baik yang membuat pegawai tidak dapat bekerja dengan maksimal.
Menurut Baden Eunson (dalam Ansory dan Indrasari, 2018:358) terdapat
beragam jenis konflik yaitu:

  1. Konflik vertikal, yang terjadi antara tingkat hirarki, seperti antara manajemen
    puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan
    penyelia dan subordinasi.
  2. Konflik horisontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada
    tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan.
  3. Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki
    tugas berbeda. Misalnya konflik antara divisi pembelian bahan baku dan
    divisi keuangan.
  4. Konflik peran, berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya
    dikerjakan oleh seseorang karena sistem koordinasi yang tidak jelas.
    Menurut T. Hani Handoko (dalam Irham Fahmi, 2016:165) ada lima jenis
    konflik kerja, antara lain:
  5. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila berbagai permintaan pekerjaan
    saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari
    kemampuannya.
  6. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, yang diakibatkan oleh
    perbedaan kepribadian (seperti konflik antara manajer dan bawahan).
  7. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara
    individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh
    kelompok kerja mereka.
  8. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi
    pertentangan antar kelompok.
  9. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan
    ekonomi dan sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah
    mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, jasa, harga-
    harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien

No comments:

Post a Comment