Saturday, September 7, 2024

Faktor Penyebab Stres Kerja

 


Hal-hal yang mengakibatkan stres disebut stressor. Stres adalah reaksi yang
dirasakan oleh pegawai sebagai bentuk ketidakpuasan kerja. Stres juga sering
diinterpretasikan dalam bentuk emosi yang kuat seperti cemas, tidak bergairah,
marah, frustasi, cenderung merasa bosan, kelelahan, dan tidak bersemangat.
Menurut Luthan (dalam Asih, et al., 2018:26) faktor-faktor yang
menyebabkan stress (anteseden stress) antara lain:

  1. Stressor ekstraorganisasi, mencakup perubahan sosial/teknologi, keluarga,
    relokasi kerja, kondisi ekonomi, ras dan kelas, perbedaan persepsi serta
    perbedaan kesempatan bagi pegawai atas penghargaan atau promosi.
  2. Stressor organisasi, mencakup kebijakan dan strategi adsministratif, struktur
    organisasi, kondisi kerja, tanggung jawab tanpa otoritas, ketidakmampuan
    menyuarakan keluhan, serta penghargaan yang tidak memadai.
  3. Stressor kelompok, mencakup kurangnya kohesivitas kelompok seperti
    pegawai tidak memiliki kebersamaan karena desain kerja, karena penyelia
    melarang atau membatasinya, serta kurangnya dukungan sosial pada individu.
  4. Stressor individu, mencakup disposisi individu seperti kepribadian, persepsi
    kontrol personal, ketidakberdayaan yang dipelajari, daya tahan psikologis,
    serta tingkat konflik intra individu yang berakar dari frustrasi.
    Menurut Tewal, et al., (2017:141-144) terdapat dua faktor yang
    menyebabkan stres kerja yaitu:
  5. Penyebab Stres dari Individu, yang mencakup:
    a. Konflik peran (role conflict), yang terjadi ketika seseorang dituntut untuk
    mengemban lebih dari satu peran.
    b. Beban kerja berlebihan (overload), yang terjadi manakala jumlah
    pekerjaan yang diberikan tidak sesuai dengan beban kerja sebenarnya.
    c. Kemenduaan peran (role ambiguity) adalah tidak adanya pengertian
    tentang hak dan kewajiban pegawai dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
  6. Penyebab Stres pada Kelompok dan Organisasi, yang mencakup:
    a. Kurangnya kohesivitas antara anggota kelompok kerja.
    b. Tidak adanya kesempatan kebersamaan antar pegawai karena desain
    kerja, kebijakan penyelia atau karena anggota kelompok yang ingin
    menyingkirkan pegawai lain.
    c. Budaya organisasi.
    d. Kurangnya kesempatan karier yang diberikan kepada pegawai.

No comments:

Post a Comment