Sunday, September 8, 2024

Gejala stres

 


Braham (1990) menjelaskan, gejala stres merupakan:
a. Fisiologis / fisik
Stres mampu meningkatkan ketegangan, yang menyebabkan
ketidakseimbangan fisiologis. Dengan demikian, dapat dijelaskan jika stres
merupakan reaksi fisik karena tekanan yang dirasa seseorang. Reaksi-reaksi ini
termasuk gangguan radang usus, kulit gatal, gangguan pencernaan, sakit
punggung, ketegangan otot di bahu dan leher, keringat berlebih, perubahan
nafsu makan, kehilangan energy dan tekanan darah tinggi.
b. Emosional
Tekanan dari tempat kerja mampu mengakibatkan individu kurang
nyaman, membuat mereka lebih gelisah atau cemas, mudah tersinggung dan
terlalu sensitif. Persaan hati nya juga mudah berganti, yang mengakibatkan
sedih berlebihan, agresif kepada orang lain, kelesuan mental, mudah menangis
dan depresi.
c. Intelektual / kognitif
Stres dapat membingungkan dan membuat sulit untuk berkonsentrasi.
Akibatnya, menjadi sulit bagi orang yang stres untuk membuat keputusan tepat.
Selain itu, ia juga menjadi pelupa karena ingatannya berkutang, sering
melamun berlebih dan hanya dipenuhi satu pikiran.
d. Interpersonal
Jika individu tidak mampu beradaptasi dengan keadaan di tempat kerja,
mereka bakal merasakan tekanan juga ancaman. Hal tersebut mampu membuat
individu memiliki penyimpangan ketika berkomunikasi bersama rekan kerja
dan pimpinan. Bentuk penolakan dapat diekspresikan dalam ketidakpedulian
dan penindasan terhadap orang lain, penurunan kepercayaan pada orang lain,
sering menyalahkan orang lain, menyerang dengan kata – kata, senang mencari
kesalahan orang lain, dan mudah mengingkari janji. Jika dibiarkan terus-
menerus, mampu mengakibatkan melonjaknya ketidakhadiran dan turnover,
produktivitas yang buruk, dan berkurangnya loyalitas terhadap perusahaan

No comments:

Post a Comment