Sunday, September 8, 2024

Indikator Stres Kerja

 


Sofiana, dkk. (2020) menyatakan indikator stres kerja dapat dibagi
menjadi tiga aspek yaitu:
1) Indikator pada psikologis meliputi: Cepat tersinggung, tidak komunikatif,
banyak melamun dan lelah mental.
2) Indikator pada fisik meliputi: Meningkatnya detak jantung dan tekanan darah,
mudah lelah secara fisik, pusing kepala, problem tidur.
3) Indikator pada prilaku meliputi: Merokok berlebihan, menunda atau
menghindari pekerjaan, perilaku sabotase dan perilaku makan yang tidak
normal.
Indikator dari stres kerja menurut Robbins (2006) yaitu:

  1. Tuntutan tugas merupakan faktor yang dikaitkan pada pekerjaan seseorang
    seperti kondisi kerja, tata kerja letak fisik. Tugas dan tanggung jawab yang
    dibebankan kepada pegawai terlalu berlebihan
  2. Tuntutan peran berhubungan dengan tekanan yang diberikan pada seseorang
    sebagai suatu fungsi dari peran tertentu yang dimainkan dalam suatu
    organisasi.
  3. Tuntutan antar pribadi merupakan tekanan yang diciptakan oleh pegawai.
    Hubungan kerja sama antar pegawai, dan hubungan pegawai dengan pimpinan.
  4. Struktur organisasi merupakan pengakuan organisasi akan adanya kebutuhan
    untuk mengkoordinasikan pola interaksi para anggota organisasi secara formal.
  5. Kepemimpinan organisasi Memotivasi, memimpin, dan tindakan-tindakan
    lainnya yang melibatkan interaksi dengan orang lain.
    Pendapat lain menurut Nasution (2017) bahwa stres kerja dipengaruhi
    oleh:
    1) Job content (uraian pekerjaan) seperti, bekerja secara berlebihan, pekerjaan
    yang rumit, pekerjaan yang monoton, terlalu banyak tanggung jawab,
    ketidakjelasan peran.
    2) Working conditions (kondisi kerja) seperti, kondisi kerja yang buruk, tingkat
    kebisingan, menuntut kerja secara fisik.
    3) Employment conditions (kondisi pegawai) seperti: gaji rendah, prospek karir
    yang rendah, kontrak kerja yang fleksibel, ketidakamanan pekerjaan.
    4) Social relations at work (hubungan sosial di tempat kerja) seperti: gaya
    kepemimpinan yang buruk, kurangnya dukungan sosial, kurangnya partisipasi
    dalam mengambil keputusan, hak, diskriminasi.

No comments:

Post a Comment