Stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan saat menghadapi
pekerjaan (Mangkunegara, 2013). Orang-orang yang mengalami stres menjadi
nervous dan merasakan kekuatiran kronis sehingga mereka sering menjadi marah-
marah, agresif, tidak dapat relaks, atau memperlihatkan sikap yang tidak kooperatif
(Hasibuan M. S., 2012)
Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi proses
berpikir, emosi, dan kondisi seseorang, hasilnya stres yang terlalu berlebihan dapat
mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan dan pada akhirnya
akan mengganggu pelaksanaan tugas-tugasnya (Handoko T. H., 2012) Stres kerja bisa
dipahami sebagai keadaan dimana seseorang menghadapi tugas atau pekerjaan yang
tidak bisa atau belum bisa dijangkau oleh kemampuannya (Sasono, 2014). Jika
kemampuan seseorang baru sampai angka 5 (lima) tetapi menghadapi pekerjaan yang
menuntut kemampuan dengan angka 9 (sembilan), maka sangat mungkin sekali orang
itu akan terkena stres kerja.
Orang-orang yang mengalami stres menjadi nervous dan merasakan kekuatiran
kronis sehingga mereka sering menjadi marah-marah, agresif, tidak dapat relaks, atau
memperlihatkan sikap yang tidak kooperatif (Hasibuan M. S., 2012). Stres yang tidak
bisa diatasi dengan baik biasanya berakibat pada ketidakmampuan orang berinteraksi
sevara positif dengan lingkungannya, bauk dalam lingkungan pekerjaan maupun
lingkungan luarnya. Artinya, karyawan yang bersangkutan akan mengalami berbagai
gejala negative yang pada gilirannya akan berpengaruh pada prestasi kerja
No comments:
Post a Comment