Saturday, September 7, 2024

Pengertian Stres kerja

 


Stres merupakan sebuah hal yang umum dialami oleh setiap orang diseluruh
penjuru dunia. Menurut Nusran (2019 : 72) definisi stres adalah suatu keadaan yang
bersifat internal karena oleh tuntutan fisik (badan), lingkungan, dan situasi sosial
yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol. Keadaan ini dapat menghambat
kegiatan aktivitas sehari-hari termasuk saat bekerja (Permatasari & Prasetio, 2018
: 89).
Tekanan-tekanan yang didapatkan dalam pekerjaan dan keluarga
menimbulkan peristiwa-peristiwa yang merupakan luapan emosi yaitu stres kerja.
Teori-teori para ahli (dalam Safitri & Astutik, 2019 : 15), Robbins menyatakan
bahwa stres kerja adalah kondisi ketegangan yang memengaruhi emosi, jalan
pikiran, dan kondisi fisik seseorang. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Rivai
(dalam Safitri & Astutik, 2019 : 15) mengatakan jika stres kerja menciptakan
ketidakseimbangan antara fisik dan psikis yang berpengaruh pada emosi, proses
berfikir, dan kondisi seseorang. Sementara itu, Sinambela, Greenberg & Barton,
Luthans (dalam Permatasari & Prasetio, 2018 : 89) menjelaskan bahwa stres kerja
adalah suatu keadaan ketika individu mendapat tekanan atau ketegangan dalam
pekerjaan serta lingkungan kerjanya sehingga individu merespon secara negatif dan
merasa terbebani dalam menyelesaikan kewajibannya.
Mangkunegara (dalam Ellyzar, Yunus & Amri, 2017 : 37) mengemukakan
jika stres kerja adalah suatu perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam suatu
pekerjaan. Stres kerja ini terlihat dari emosi yang tidak stabil, perasaan tidak
senang, suka menyendiri, susah tidur, tidak bisa rileks, cemas dan lain-lain. Dalam
kesempatan lain, Wijono (2010 : 144) menjelaskan bahwa stres kerja merupakan
umpan balik atas diri karyawan secara fisiologis maupun psikologis terhadap target
organisasi. Stres kerja juga dikatakan sebagai faktor penghambat dan pengganggu
individu dalam produktivitas di lingkungan kerja.
Selanjutnya, stres kerja didefinisikan sebagai suatu keadaan yang timbul
dalam interaksi di antara karyawan dan pekerjaan, (Beehr & Newman dalam
Wijono, 2010 : 145). Juga definisi stres kerja merupakan rangsangan eksternal yang
mengganggu fungsi mental, fisik, dan kimiawi dalam tubuh individu, (Nykodyn &
George dalam Wijono, 2010 : 145). Pendapat yang serupa diungkapkan Selye
(dalam Wijono, 2010 : 145) jika stres kerja adalah sebuah konsep yang terus-
menerus bertambah karena jika meningkatnya permintaan tuntutan kerja maka
potensi stres kerja juga semakin meningkat dan peluang untuk menghadapi
ketegangan akan ikut bertambah.
Definisi stres kerja menurut Vanchapo (2020 : 37) adalah keadaan emosional
yang timbul karena adanya ketidaksesuaian beban kerja dengan kemampuan
individu untuk menghadapi tekanan tekanan yang dihadapinya. Stres juga bisa
diartikan sebagi suatu kondisi ketengan yang menciptakan adanya
ketidakseimbangan fisik dan psikis yang memengaruhi emosi, proses berfikir, dan
kondisi seorang pegawai.

No comments:

Post a Comment