Fryxell and Lo (2003), mendefinisikan
pengetahuan (knowledge) lingkungan
sebagai suatu pengetahuan umum tentang fakta, konsep, dan hubungan tentang
lingkungan alam dan ekosistem. Oleh karena itu, secara sederhana pengetahuan
tentang lingkungan menggambarkan apa yang manusia ketahui tentang lingkungan.
Haryanto (2014), mendefinisikan pengetahuan ekologi sebagai kemampuan individu
untuk mengidentifikasi dan menentukan simbol dan konsep yang berkaitan dengan
masalah lingkungan. Koellner and Luis (2009), menyatakan bahwa pengetahuan
tentang lingkungan merupakan kumpulan dari pengetahuan ekologi (ecological knowledge) yang dimiliki
seseorang mengenai topik lingkungan.
Conraud-Koellner and Rivas-Tovar
(2009) mendefinisikan pengetahuan lingkungan sebagai set pengetahuan ekologi
yang seorang individu miliki dari topik lingkungan. Chan and Lau (2000)
mendefinisikan pengetahuan lingkungan sebagai kumpulan dari pengetahuan
seseorang mengenai isu lingkungan. Mostafa (2007) mendefinisikan pengetahuan
lingkungan sebagai pengetahuan pada apa yang orang tahu tentang lingkungan,
hubungan yang mengarah ke dampak lingkungan, dan apresiasi dari seluruh sistem
lingkungan, dan tanggung jawab yang penting untuk perkembangan berkelanjutan.
Lee (2011), dalam penelitiannya
mendefinisikan pengetahuan tentang lingkungan sebagai pengetahuan dasar
seseorang tentang apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu melindungi
lingkungan yang memfasilitasi komitmen perilaku mereka untuk pembelian hijau.
Apabila konsumen memiliki pengetahuan tentang isu-isu lingkungan, maka tingkat
kesadaran mereka akan meningkat dan dengan demikian akan berpotensi, mempromosikan
sikap yang menguntungkan terhadap produk hijau Aman et al. (2012). Menurut D'Souza et
al. (2006), environmental knowledge berkembang
dalam dua bentuk; (1) konsumen harus dididik untuk memahami dampak dari produk
terhadap lingkungan; dan (2) pengetahuan konsumen dalam produk yang diproduksi
dengan cara ramah lingkungan.
Conraud-Koellner and Rivas-Tovar
(2009) percaya bahwa pengetahuan lingkungan dipengaruhi oleh etnosentrisme
ekologi, tingkat informasi, perilaku terdahulu, dan persepsi mengenai produk
hijau. Seseorang dengan pengetahuan lingkungan yang lebih tinggi akan cenderung
lebih mundah untuk melakukan kegiatan pro lingkungan. Pengetahuan yang
dimilikinya tentang lingkungan membuat dirinya paham bahwa apa yang dia lakukan
akan berdampak baik atau buruk terhadap lingungan.
Menurut Barreiro et al. (2002) dalam Conraud-Koellner and Rivas-Tovar (2009)
pengetahuan ligkungan dapat menjadi sebuah rangkaian mulai dari pengatahuan isu
dan permasalahan lingkungan ke penyebab, dampak, seseorang yang bertanggung
jawab, solusi
dan agen tanggung jawab dari masalah lingkungan.
Pengetahuan dapat berasal dari tiga
sumber utama yaitu tradisi budaya, pembauran dari pengetahuan ilmiah mengenai
isu-isu lingkungan, dan pengalaman pribadi. Isu lingkungan telah hadir di
media, sekolah, dan yang berkaitan dengan rekreasi alam. Hal ini akan
memberikan sosialisasi mengenai lingkungan dengan lebih baik dan baru.
Pengalaman personal hanya dapat dihitung jika seseorang telah membentuk
rancangan kognitif berdasarkan pengalaman mereka. Rancangan ini harus termasuk
ke dalam definisi, penyebab, akibat, dan siapa yang bertanggung jawab serta
pemecahan dari masalah lingkungan.
No comments:
Post a Comment