Leverage merupakan
perimbangan penggunaan hutang dengan modal sendiri dalam suatu perusahaan.
Dalam penelitian ini Leverage menggunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER).
Rasio hutang perusahaan berupa DER mencerminkan penggunaan dana perusahaan dengan
mengeluarkan beban tetap yang ditunjukkan oleh perimbangan penggunaan hutang
dengan beberapa bagian modal sendiri. Semakin besar rasio ini, menunjukkan
semakin besar kewajibannya dan begitu juga sebaliknya.
Peningkatan hutang ini akan mempengaruhi tingkat pendapatan
bersih yang tersedia bagi pemegang sahan, artinya tingginya kewajiban
perusahaan akan semakin menurunkan kemampuan perusahaan dalam membayar dividen.
Perusahaan dengan tingkat solvabilitas permodalan yang tinggi cenderung
memiliki rasio pembayaran rendah untuk mengurangi biaya yang berkaitan dengan transaksi
pembiayaan eksternal. Selain itu, ada beberapa perjanjian hutang yang membatasi
pembayaran dividen.
Faktor ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi seluruh kewajibannya yang ditunjukkan oleh beberapa bagian modal sendiri
yang digunakan untuk membayar hutang. Semakin besar rasio ini menunjukkan
semakin besar kewajibannya dan rasio yang semakin rendah akan menunjukkan
semakin tinggi kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya. Apabila perusahaan menentukan
bahwa pelunasan utangnya akan diambilkan dari laba ditahan, berarti perusahaan
harus menahan sebagian besar dari pendapatannya untuk keperluan tersebut, yang
ini berarti berarti hanya sebagian kecil saja yang pendapatan yang dapat
dibayarkan sebagai dividen (Riyanto 2002).
Peningkatan utang ini akan mempengaruhi tingkat
pendapatan bersih yang tersedia bagi pemegang saham, artinya semakin tinggi
kewajiban perusahaan, akan semakin menurunkan kemampuan perusahaan membayar
dividen (Sudarsi 2002). Prihantoro (2003) menyatakan bahwa Debt to Equity
Ratio mencerminkan kemampuan dalam memenuhi seluruh kewajibannya, yang
ditunjukkan oleh berapa bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar
hutang. Oleh karena itu, semakin rendah DER akan semakin tinggi kemampuan
perusahaan untuk membayar semua kewajibannya. Semakin besar proporsi utang yang
digunakan untuk struktur modal suatu perusahaan, maka akan semakin besar jumlah
kewajiban (Prihantoro, 2003).
Peningkatan hutang pada gilirannya akan mempengaruhi besar
kecilnya laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham termasuk dividen
yang akan diterima, karena kewajiban tersebut lebih diprioritaskan daripada
pembagian dividen (Prihantoro, 2003). Jika beban hutang tinggi, maka kemampuan
perusahaan untuk membagi dividen akan semakin rendah, sehingga DER mempunyai hubungan
negatif dengan Dividend Payout Ratio (Prihantoro, 2003).
No comments:
Post a Comment