Dalam
model LP dikenal dua macam fungsi, yaitu: fungsi tujuan dan fungsi batasan.
Fungsi tujuan adalah fungsi yang menggambarkan tujuan/sasaran yang berkaitan
dengan pengaturan secara optimal sumber daya-sumber daya, untuk memperoleh
keuntungan maksimal atau biaya minimal. Sedangkan fungsi batasan merupakan
bentuk penyajian secara matematis batasan-batasan kapasitas yang tersedia yang
akan dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan.
Masalah keputusan yang sering dihadapi adalah alokasi
optimum sumber daya terbatas yang ditunjukkan sebagai maksimasi keuntungan atau
minimasi biaya. Setelah masalah diidentifikasi, tujuan/sasaran yang ingin
dicapai ditetapkan, langkah selanjutnya adalah formulasi model matematis yang
meliputi tiga tahap berikut (Mulyono, 2004):
a.
Menentukan variabel keputusan (unsur-unsur dalam
persoalan yang dapat dikendalikan)
b.
Membentuk fungsi tujuan yang ditunjukkan sebagai
suatu hubungan linier dari variabel keputusan.
c.
Menentukan batasan masalah
Dalam
pembahasan model Linier Programing digunakan simbol-simbol sebagai berikut:
m : macam batasan-batasan sumber atau
fasilitas yang tersedia
n : macam kegiatan yang menggunakan sumber
atau fasilitas tersebut
i : nomor setiap macam sumber atau
fasilitas yang tersedia (i: 1,2,3,…n)
j : nomor setiap macam kegiatan yang
menggunakan sumber atau fasilitas yang tersedia (j: 1,2,…n)
Xj : tingkat kegiatan ke j (j: 1,2,…n)
aij : banyak sumber i yang diperlukan untuk
menghasilkan setiap unit keluaran atau output kegiatan (i: 1,2,3,…m) dan (j:
1,2,…n)
bi : banyak sumber i yang tersedia untuk dialokasikan
kesetiap unit kegiatan (i: 1,2,3,…m)
Z : nilai yang dioptimalkan (maksimum atau
minimum)
Ci : kenaikan nilai Z apabila ada pertambahan
tingkat kegiatan (Xj)
Dengan satu satuan (unit) atau merupakan sumbangan setiap
satuan keluaran kegiatan terhadap nilai Z. Keseluruhan simbol-simbol diatas
saelanjutnya disusun kedalam bentuk tabel standart LP seperti pada table
dibawah ini :
Tabel 2.1. Tabel data untuk model linier Programing
|
Kegiatan Sumber
|
Pemakaian sumber per unit kegiatan
1 2
3 4 .
. . n
|
Kapasitas sumber
|
|
1
2
3
.
.
.
M
|
a11 a12 a13 a14 .
. . n1n
a21 a22 a23 a24 .
. . n2n
a31 a32 a33 a34 .
. . a3n
.
. . . .
. . .
.
. . . .
. . .
.
. . . .
. . .
am1
am2 am3 am4
. . . amn
|
b1
b2
b3
.
.
.
bm
|
|
Z pertambahan tiap
unit tingkat
kegiatan
|
C1
C2 C3 C4
. . .
Cn
X1 X2 X3 X4 .
. . Xn
|
|
Atas dasar tabel diatas kemudian dapat disusun model
matematis yang dapat digunakan untuk mengemukakan suatu permasalahan LP sebagai
berikut :
➢ Fungsi
Tujuan
Maksimum (minimum) Z = C1X1+C2X2+C3X3+C4X4+…+CnXn
➢ Batasan-batasan
a11X1+a12X2+a13X3+a14X4+……+a1nXn (
) b1
a21X1+a22X2+a23X3+a24X4+… +a2nXn (
) b2
.
.
.
Am1X1+am2X2+am3X3+am4X4+…..+amnXn (
)
bm
Dan
Menurut (Dimyati dan Dimyati, 2003), dalam penggunaan
Linier Programming, ada beberapa asumsi yang perlu diperhatikan. Asumsi-asumsi
itu adalah sebagai berikut:
a.
Asumsi kesebandingan (proportionality)
1) Kontribusi
setiap variabel keputusan terhadap fungsi tujuan adalah sebanding dengan nilai
variabel keputusan.
2) Kontribusi
suatu variabel keputusan terhadap ruas kiri dari setiap pembatas juga sebanding
dengan nilai variabel keputusan itu.
b.
Asumsi penambahan (additivity)
1) Kontribusi
setiap variabel keputusan terhadap fungsi tujuan bersifat tidak bergantung pada
nilai dari variabel keputusan yang lain
2) Kontribusi
suatu variabel keputusan terhadap ruas kiri dari setiap pembatas bersifat tidak
bergantung pada nilai dari variabel keputusan yang lain.
c.
Asumsi pembagian (divisibility)
Dalam persoalan linier
programming, variabel keputusan boleh diasumsikan berupa bilangan pecahan.
d.
Asumsi kepastian (certainty)
Setiap parameter, yaitu
koefisien fungsi tujuan, ruas kanan dan koefisien teknologis, diasumsikan dapat
diketahui secara pasti.
No comments:
Post a Comment