Jumlah
pengguna air meningkat, jika kebutuhan meningkat dalam sistem distribusi. Oleh
sebab itu tekanan harus diperbesar agar dapat sampai kedaerah distribusi secara
merata. Namun kondisi ini sering menyebabkan kehilangan air yang lebih besar
melalui kebocoran, sejumlah besar terbuang melalui kran yang terbuka (Budi
Kamulyan,2007 ).
Menurut Kodoatie (2005 dalam Derry Yumico, 2004) kehilangan air dapat
didefinisikan sebagai perbedaan antara jumlah air bersih yang diproduksi oleh
produsen air dan jumlah air yang terjual
kepada konsumen, sesuai dengan yang tercatat di meteran pelanggan. Menurut DPU
Jendral Cipta karya Direktorat Air Bersih (1987) dalam Derry Yumico (2004),
kehilangan air dapat terjadi akibat faktor-faktor seperti dibawah ini :
1.
Faktor teknis
a.
adanya lubang atau celah pada pipa sambungan,
b.
pipa pada jaringan distribusi pecah,
c.
meteran yang dipasang pada pipa konsumen kurang baik,
d.
pemasangan perpipaan dirumah kurang baik,
2.
Faktor non teknis
a.
kesalahan pembacaan dan pencatatan meter air,
b.
kesalahan pemindahan /pembuatan rekening PDAM,
angka yang ditunjukkan
oleh meter air berkurang akibat adanya tekanan udara dari rumah konsumen ke pipa distribusi
melalui meter air tersebut.
No comments:
Post a Comment