Akuntansi sebagai bahasa bisnis (business language), artinya akuntansi merupakan media komunikasi yang bermanfaat untuk menyajikan informasi kepada pemakai (Siegel dan Marconi, 1989:2). Sebagai suatu proses, tahapan akuntansi dimulai dari mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi yang bermanfaat bagi pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Produk akuntansi adalah laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan merupakan suatukegiatan yang seharusnya dilakukan oleh pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar, guna menilai kinerja dan potensi usaha.
Peranan dari akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai perilaku ekonomi yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas perusahaan dalam lingkungannya. Sedikitnya ada tiga jenis buku pencatatan akuntansi pada UKM, yaitu: buku harian, buku jurnal, dan buku besar (Subanar, 2011). Penerapan sistem akuntansi yang memadai akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang terkait, baik internal maupun eksternal perusahaan. Kegunaan tersebut terutama berkaitan dengan proses pengambilan keputusan.
Informasi akuntansi yang terkandung dalam laporan keuangan mencerminkan kualitas kinerja manajemen perusahaan dan berpotensi mempengaruhi pengambilan keputusan. Teori pengambilan keputusan dan konsep informasi memberikan secara tepat cara mendefinisikan informasi, yaitu: “information is evidence which has the potential to affect an individual’s decision” (informasi adalah bukti-bukti yang berpotensi mempengaruhi keputusan seorang individu). Mengapa individu? Karena, informasi adalah bersifat individu, artinya individu mungkin akan memberikan reaksi yang berbeda terhadap sumber informasi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa individu menerima informasi dan merevisi keyakinan secara berurutan dalam proses berkelanjutan melalui penerimaan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan dan juga dari sumber informasi lain seperti media, dan pengumuman lain yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambilnya (Scott, 2009; Puspitaningtyas, 2012).
Pengambilan keputusan terkait dengan proses pemilihan di antara berbagai alternatif yang tersedia. Bagaimana informasi akuntansi yang tersaji dalam laporan keuangan dapat menjadi lebih bermanfaat bagi pengambil keputusan? Pembahasan ini mengarah pada suatu konsep penting dalam ilmu akuntansi, yaitu konsep decision usefulness. Akuntan sebagai penyaji informasi akuntansi tidak akan dapat menjadikan laporan keuangan menjadi lebih bermanfaat sampai mengetahui apa sebenarnya makna manfaat dari informasi yang disajikan bagi para penggunanya. Kualitas penting informasi yang terkandung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh para pengguna. Informasi akuntansi yang lengkap, akurat serta tepat waktu memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk mampu mengambil keputusan bisnis secara rasional sehingga mencapai hasil sesuai yang diharapkan (Sembiring, 2005; Landsman, 2007; Suwarjono, 2008; Scott, 2009; Puspitaningtyas, 2012)
No comments:
Post a Comment