Wednesday, January 4, 2023

Definisi Keunggulan Bersaing (skripsi, tesis, dan disertasi)

 


Menurut Porter (1993:110) dalam Malumbot dan Sem G. Oroh
(2015:159) keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah jantung kinerja
perusahaan dalam pasar bersaing. Dewasa ini pentingnya keunggulan bersaing
tidak mungkin diabaikan lagi. Keunggulan bersaing pada dasarnya tumbuh dari
nilai atau manfaat yang dapat diciptakan perusahaan bagi para pembelinya yang
lebih dari biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menciptakannya. Nilai
atau manfaat inilah yang sedia dibayar oleh pembeli, dan nilai yang unggul
berasal dari penawaran harga yang lebih rendah ketimbang harga pesaing untuk
manfaat setara atau penawaran manfaat unik yang melebihi harga yang
ditawarkan.
Prakosa (2005:53) dalam Djodjobo dan Tawas (2014:2017) keunggulan
bersaing merupakan strategi keuntungan dari perusahaan yang melakukan
kerjasama untuk berkompetisi lebih efektif dalam pasar. Strategi yang didesain
bertujuan untuk mencapai keunggulan bersaing yang terus menerus agar
perusahaan dapat terus menjadi pemimpin pasar.
Barney (2010:9) dalam Djodjobo dan Tawas (2014:2017) keunggulan
bersaing adalah perusahaan mengalami keunggulan bersaing ketika tindakantindakan dalam suatu industri atau pasar menciptakan nilai ekonomi dan ketika
beberapa perusahaan yang bersaing terlibat dalam tindakan serupa.
Saiman (2014:128) dalam Djodjobo dan Tawas (2014:2017) keunggulan
bersaing diharapkan mampu untuk mencapai laba sesuai rencana, meningkatkan
pangsa pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta melanjutkan kelangsungan 
hidup suatu usaha.
Porter (1993) dalam Curatman,dkk (2016) mendefinisikan keunggulan
bersaing sebagai strategi benefitdari perusahaan yang melakukan kerjasama untuk
berkompetisi lebih efektif dalam market place.
Aaker (1989) dalam Tampi (2015:71) keunggulan bersaing adalah
jantung kinerja perusahaan dalam pasar bersaing. Keunggulan bersaing pada
dasarnya tumbuh dari nilai atau manfaat yang dapat diciptakan perusahaan bagi
para pembelinya yang lebih dari biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk
menciptakannya. Bila perusahaan kemudian mampu menciptakan keunggulan
melalui salah satu dari ketiga strategi generik tersebut, maka akan didapatkan
keunggulan bersaing
Diosdad (2003) dalam Tampi (2015:71) menyatakan bahwa keunggulan
bersaing dapat dilihat dari posisi perusahaan dalam persaingan yang dianalisis
dengan melihat kekuatan dan kelemahan perusahaan tersebut bila dibandingkan
dengan para pesaingnya.
Day dan Wensley (1988) dalam penelitian Dismawan (2013:26)
menjelaskan bahwa “keunggulan bersaing diartikan sebagai kompetisi yang
berbeda dalam keunggulan keahlian dan sumber daya”. Secara luas menunjukan
apa yang diteliti dipasar yitu keunggulan posisional berdasarkan adanya customer
value yang unggul atau pencapaian biaya relatif yang lebih rendah dan
menghasilkan pangsa dan kinerja yang menguntungkan.
Bharadwaj et al.,(1993) dalam penelitian Sugiyarti (2016:115)
menjelaskan bahwa keunggulan bersaing merupakan hasil dari implementasi 
strategi yang memanfaatkan berbagai sumberdaya yang dimiliki perusahaan.
Keahlian dan asset yang unik dipandang sebagai sumber dari keunggulan
bersaing. Keahlian unik merupakan kemampuan perusahaan untuk menjadikan
para karyawannya sebagai bagian penting dalam mencapai keunggulan bersaing.
Kemampuan perusahaan dalam mengembangkan keahlian para karyawannya
dengan baik akan menjadikan perusahaan tersebut unggul dan penerapan strategi
yang berbasis sumber daya manusia akan sulit untuk diiru oleh para pesaingnya.
Sedang asset atau sumber daya unik merupakan sumber daya nyata yang
diperlukan perusahaan guna menjalankan strategi bersaingnya. Kedua sumber
daya ini harus diarahkan guna mendukung penciptaan kinerja perusahaan yang
berbiaya rendah dan memilki perbedaan dengan perusahaan lain.

No comments:

Post a Comment