Sri Sulistyanto (2008:63) mengemukakan beberapa motivasi terjadinya
manajemen laba:
1. Bonus Scheme Hypothesis
2. Contracting Incentive
3. Political Motivation
4. Taxation Motivation
5. Incentive Chief Executive Officer (CEO)
6. Initial Public Offering (IPO)
Penjelasan dari motivasi terjadinya manajemen laba diatas adalah sebagai
berikut:
1. Bonus Scheme Hypothesis
Kompensasi (bonus) yang didasarkan pada besarnya laba yang dilaporkan akan
memotivasi manajemen untuk memilih prosedur akuntansi yang meningkatkan
keuntungan yang dilaporkan demi memaksimalkan bonus mereka. Bonus
minimal hanya akan dibagikan jika laba mencapai target laba minimal tertentu
dan bonus maksimal dibagikan jika laba mencapai nilai tertentu atau lebih
besar.
2. Contracting Incentive
Motivasi ini muncul ketika perusahaan melakukan pinjaman hutang yang
berisikan perjanjian untuk melindungi kreditur dari aksi manajer yang tidak
sesuai dengan kepentingan kreditur, seperti deviden yang berlebihan, pinjaman
tambahan, atau membiarkan modal kerja atau laporan ekuitas berada di
bawah tingkat yang ditetapkan, yang semuanya dapat meningkatkan risiko bagi
kreditur, karena pelanggaran perjanjian dapat mengakibatkan biaya yang tinggi
sehingga manajer perusahaan berharap untuk menghindarinya. Jadi manajemen
laba dapat muncul sebagai alat untuk mengurangi kemungkinan pelanggaran
perjanjian dalam kontrak hutang.
3. Political Motivation
Manajemen laba digunakan untuk mengurangi laba yang dilaporkan pada
perusahaan publik. Perusahaan cenderung mengurangi laba yang dilaporkan
karena adanya tekanan publik yang mengakibatkan pemerintah menetapkan
peraturan yang lebih ketat.
3. Taxation Motivation
Perpajakan merupakan motivasi yang paling jelas untuk melakukan
manajemen laba. Manajemen berusaha untuk mengatur labanya agar
pembayaran pajak lebih rendah dari yang seharusnya sehingga didapat
penghematan pajak.
4. Incentive Chief Executive Officer (CEO)
CEO yang mendekati masa pensiun akan cenderung menaikan pendapatan
untuk meningkatkan bonus mereka. Dan jika kinerja perusahaan buruk,
mereka akan memaksimalkan pendapatan agar tidak diberhentikan.
5. Initial Public Offering (IPO)
Perusahaan yang akan go publik belum memiliki nilai pasar, dan
menyebabkan manajer perusahaan yang akan go publik melakukan
manajemen laba dalam prospectus mereka dengan harapan dapat menaikan
harga saham perusahaan.
No comments:
Post a Comment