Menurut (Hasibuan M. , 2013), terdapat dua jenis motivasi kerja, yaitu:
- Motivasi positif. Dalam motivasi positif pimpinan memotivasi (merangsang)
bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi di atas
prestasi standar, dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan
meningkat. Insentif yang diberikan kepada karyawan di atas standar dapat
berupa uang, fasilitas, barang, dan lain-lain. - Motivasi negatif. Dalam motivasi negatif, pimpinan memotivasi dengan
memberikan hukuman bagi mereka yang bekerja di bawah standar yang
ditentukan. Dengan motivasi negatif semangat bawahan dalam jangka waktu
pendek akan meningkat karena takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu
yang panjang dapat berakibat kurang baik.
Menurut (Wibiasuri, 2014), terdapat tiga jenis bentuk motivasi kerja, yaitu: - Materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan itu berupa uang atau barang
yang memiliki nilai pasar, jadi memberikan kebutuhan ekonomis. Misal:
kendaraan, rumah dan lain-lainnya. - Non-materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan berupa barang/benda yang
tidak ternilai, jadi hanya memberikan kepuasan/kebanggaan rohani saja,
Misalnya: medali, piagam, bintang jasa dan lain-lainnya. - Kombinasi materiil dan non materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan itu
berupa materiil (uang atau barang) dan non materiil /medali dan piagam) jadi
memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan/kebanggaan rohani.
No comments:
Post a Comment