Friday, September 6, 2024

Risiko

 


Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan dan keparahan dari
suatu kejadian (Ramli, 2010:64). Risiko memiliki sebuah makna yaitu
risiko dengan efek positif yang disebut kesempatan atau opportunity dan
risiko yang membawah efek negative yang disebut dengan ancaman.
Semakin besar potensi terjadinya suatu kejadian dan semakin besar
dampak yang ditimbulkannya, maka kejadian tersebut dinilai mengandung
risiko yang tinggi.
a. Jenis Risiko
Menurut Ramli (2017) risiko yang dihadapi oleh suatu
organisasi atau sebuah perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor
baik dari dalam maupun dari luar. Risiko dibagi menjadi tujuh jenis
risiko sesuai dengan sifat, lingkup, skala, dan jenis kegiatannya.
b. Risiko Finansial
Risiko finansial adalah risiko yang berkaitan dengan dengan
aspek keuangan dan berdampak pada keuangan perusahaan, seperti
kejadian risiko akibat piuatang, perubahan suku bunga, nilai tukar
mata uang, dan lain-lain. Risiko keuangan ini harus dikelola dengan
baik agar organisasi tidak mengalami kerugian atau sampai gulung
tikar.
c. Risiko Pasar
Risiko pasar dapat terjadi terhadap perusahaan yang
produknya dikonsumsi atau digunakan secara luas oleh masyarakat.
Setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab terhadap produk dan
jasa yang dihasilkannya. Perusahaan wajib menjamin bahwa produk
barang atau jasa yang diberikan aman bagi konsumen.
d. Risiko Alam
Bencana alam merupakan risiko yang dihadapi oleh siapa saja
dan dapat terjadi setiap saat tanpa bisa diduga waktu, bentuk, dan
kekuatannya. Bencana alam dapat berupa angin topan atau badai,
gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, dan letusan gunung
berapi. Disamping korban jiwa, bencana alam juga mengakibatkan
kerugian material yang sangat besar dan memerlukan waktu
pemulihan yang lama.
e. Risiko Operasional
Risiko operasional suatu perusahaan tergantung dari jenis,
bentuk dan skala bisnisnya masing-masing, hal-hal yang termasuk
kedalam risiko operasional antara lain :
1) Ketenagakerjaan
Tenaga kerja merupakan asset paling berharga dan
menentukan dalam operasi perusahaan. Pada dasarnya perusahaan
telah mengambil risiko yang berkaitan dengan ketenagakerjaan
ketika perusahaan memutuskan untuk menerima seseorang
bekerja. Perusahaan harus membayar gaji yang memadai bagi
pekerjanya serta memberikan jaminan sosial yang diwajibkan
sesuai dengan perundangan. Dismaping itu perusahaan juga harus
memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja serta
membayar tunjangan jika tenaga kerja mendapat kecelakaan.
Mempekerjakan tenaga kerja yang tidak terampil, kurang
pengetahuan dan lalai dapat menimbulkan risiko yang serius
terhadap keselamatan.
2) Teknologi
Aspek teknologi disamping bermanfaat untuk
meningkatkan produktivitas juga mengandung berbagai risiko.
Penggunaan mesin modern misalnya dapat menimbulkan risiko
kecelakaan dan pengurangan tenaga kerja. Teknologi juga bersifat
dinamis dan terus berkembang dengan inovasi baru. Perusahaan
yang tidak melakukan perkembangan dalam hal teknologi akan
mengalami kemunduran dan tidak mampu bersaing dengan
perusahaan lain yang menggunakan teknologi yang lebih baik.
f. Hubungan Bahaya dan Risiko
Bahaya dan risiko memiliki hubungan yang sangat erat. Risiko
menggambarkan besarnya bahaya yang dapat menimbulkan
kecelakaan kerja serta membawa dampak terhadap manusia,
peraalatan, material dan lingkungan. Risiko menggambarkan besarnya
potensi bahaya tersebut untuk dapat menimbulkan insiden atau cedera
pada manusia yang ditentukan oleh kemungkinan dan keparahan yang
di akibatnya. Menghilangkan mengendalikan bahaya sehingga secara
otomatis risikonya dapat juga dapat dikurangi atau dihilangkan adalah
sasaran utama dalam konsep manajemen keselamatan kerja seperti
pada gambar Sumber : Ramli (2019,79)

No comments:

Post a Comment