Sunday, December 23, 2018

Alat Peraga (Display) (skripsi dan tesis)



Alat peraga menyampaikan informasi kepada organ tubuh manusia dengan berbagai macam cara. Penyampaian informasi tersebut didalam "sistem manusia-mesin" adalah merupakan, suatu proses yang dinamis dari suatu presentasi visual indera penglihatan. Disamping itu keterandalan proses tersebut akan sangat banyak dipengaruhi oleh desain dari alat peraganya.
Display berfungsi sebagai suatu "sistem komunikasi" yang menghubungkan antara fasilitas kerja maupun mesin kepada manusia. Adapun yang bertindak sebagai mesin dalam hal ini adalah stasiun kerja dengan perantaraan alat peraga, sedangkan manusia disini berfungsi sebagai operator yang dapat diharapkan untuk melakukan suatu respon yang diinginkan.

Manusia Sebagai Komponen Sistem Interaksi Manusia-Mesin (skripsi dan tesis)



Sistem interaksi manusia-mesin disini ialah kombinasi antara satu atau beberapa manusia dengan satu atau beberapa "mesin" dimana salah satu mesin dengan lainnya saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan-masukan yang diperoleh.  
Yang dimaksud dengan "mesin" dalam rangka ini adalah mempunyai arti luas, yaitu mencakup semua obyek fisik seperti peralatan, perlengkapan, fasilitas dan benda-benda yang bisa digunakan oleh manusia dalam melaksanakan kegiatannya.  
Penyelidikan terhadap manusia-mesin didasarkan atas suatu kenyataan bahwa antara manusia dan mesin, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan artinya ada beberapa pekerjaan yang akan lebih baik jika dikerjakan oleh manusia dan sebaliknya ada beberapa bidang pekerjaan yang lebih baik jika dikerjakan oleh mesin.
Masing-masing perbedaan kemampuan diatas bisa saling melengkapi, dan adalah tugas para perancang untuk menyeimbangkannya. Kelebihan utama dari manusia dibandingkan mesin ialah sifatnya yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Manusia bisa berubah peranannya dengan cepat dan teratur, sehingga memungkinkan untuk bekerja dalam kondisi bagaimanapun. Tetapi sifat yang berubah-ubah dari manusia ini juga menunjukan kelemahannya; cara menghadapi suatu masalah yang sekarang belum tentu sama dengan cara yang mungkin dilakukan kemudian hari. Keadaan ini akan menimbulkan ketidak menentuan jalannya suatu sistem. Dengan kata lain, secara keseluruhan, sistem manusia-mesin dipengaruhi oleh kemampuan dan keterbatasan manusia. Sehingga dengan mempelajari "manusia sebagai salah satu komponen sistem manusia-mesin", diharapkan akan bisa meletakkan fungsi manusia dengan segala kemampuan dan keterbatasannya, dalam hubungan untuk merancang sistem manusia-mesin yang terdiri dari manusia, peralatan dan lingkungan kerja sedemikian rupa sehingga memberikan hasil akhir secara keseluruhan yang optimal.
Diatas sudah dikatakan bahwa untuk bisa menerapkan ergonomi, perlu informasi yang lengkap mengenai kemampuan manusia dengan segala keterbatasannya. Salah satu usaha untuk mendapatkan infomnasi-informasi ini, telah banyak dilakukan penyelidikan-penyelidikan dan dalam buku ini pembahasannya akan dilakukan menurut empat kelompok besar sebagai berikut:

a.       Penyelidikan tentang display
Yang dimaksud dengan display disini adalah bagian dari lingkungan yang mengkomunikasikan keadaannya kepada manusia. Contohnya: kalau kita ingin mengetahui berapa kecepatan motor yang sedang kita kemudikan, maka dengan melihat jarum speedometer, kita akan mengetahui keadaan lingkungan: dalam hal ini kecepatan motor.
b.      Penyelidikan mengenai hasil kerja manusia dan proses pengendaliannya.
Dalam hal ini diselidiki tentang aktifitas-aktifitas manusia ketika bekerja dan kemudian mempelajari cara mengukur dari setiap aktifitas tersebut, dimana penyelidikan ini banyak berhubungan dengan biokmekanik.
c.       Penyelidikan mengenai tempat kerja.
Agar diperoleh tempat kerja yang baik, dalam arti kata sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan manusia, maka ukuran-ukuran dari tempat kerja tersebut harus sesuai dengan tubuh manusia. Hal-hal yang bersangkutan dengan tubuh manusia ini dipelajari dalam anthropometri.
d.      Penyelidikan mengenai lingkungan fisik.
Yang dimaksud dengan lingkungan fisik disini meliputi ruangan dan fasilitas-fasilitas yang biasa digunakan oleh manusia, serta kondisi lingkungan kerja yang kedua-duanya banyak mempengaruhi tingkah laku manusia.
 Interaksi antara manusia dengan mesin selalu ada dalam setiap pekerjaan, dimana manusia akan memberikan instruksi dan mesin akan melakukan pekerjaannya. Selain melakukan pekerjaan, mesin juga akan memperlihatkan kemajuan pekerjaannya dengan sederetan informasi kepada manusia. Dapat terlihat bahwa dalam sistem manusia-mesin terdapat dua interface penting dimana ergonomilah yang memegang peranan penting di dalam hubungan tersebut. Interface pertama adalah display yang dapat menghubungkan kondisi mesin pada manusia, kemudian interface kedua adalah kontrol yang mana manusia dapat menyesuaikan respon dengan feedback yang diperoleh dari display tadi. Jadi antara display dan kontrol harus terdapat interaksi yang saling menyesuaikan.

Persentil (skripsi dan tesis)



Dalam melakukan desain terhadap mesin atau alat-alat yang akan berinteraksi dengan manusia pada saat manusia akan melakukan pekerjaannya, diperlukan data-data dimensi tubuh dalam menentukan ukuran dari mesin atau alat-alat tersebut. Data yang dikumpulkan bergantung dari tujuan desain yang akan dilakukan baik itu yang berorientasi kepada pengguna yang terdiri dari orang tertentu saja, atau yang berorientasi pada masyarakat umum. Jika desain terhadap alat-alat ditujukan kepada orang atau kelompok orang tertentu, maka kegiatan ini disebut sebagai  user center design. Sedangkan jika hasil desain ditujukan kepada masyarakat umum, maka disebut sebagai human center design.
Dari sekian banyak data dimensi tubuh yang dikumpulkan tentunya memiliki sebaran data yang tidak sama satu dengan yang lainnya, hal ini disebabkan oleh diemnsi tubuh dari setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang memiliki dimensi tubuh yang ekstrim besar, ada yang memiliki dimensi tubuh yang ekstrim kecil, dan yang paling banyak tentunya orang dengan dimensi tubuh yang normal atau rata-rata.
Adanya perbedaan dimensi tubuh ini mengakibatkan sangat susah untuk menentukan ukuran tubuh yang mana yang akan dijadikan sebagai patokan dalam melakukan desain terhadap mesin atau alat-alat bantu bagi manusia dalam melakukan pekerjaannya.
Menentukan nilai ukuran tidak dapat dilakukan dengan menggunakan nilai rata-rata saja sebab bagi orang-orang yang memiliki dimensi tubuh yang lebih besar atau lebih kecil akan merasa kesulitan dalam menggunakannya. Meminimasi keadaan seperti ini diperlukan persentil.
Cara-cara perhitungan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sederhana dan secara lengkap :

a.       Cara sederhana adalah dengan mengurutkan data tersebut dari yang terkecil sampai yang terbesar. Kemudian menghitung persentil dari P5, P50, dan P95.
Langkah-langkah perhitungan persentil cara sederhana adalah sebagai berikut:
a.       Mencari data minimum (X)
b.      Mencari data maksimum (Y)
c.       Menghitung range (R)
R = Y - X
d.      Menghitung persentil Pn = (R x n%) + X
P5 = (Range x 5%) + data minimum
P50 = (Range x 50%) + data minimum
P95 = (Range x 95%) + data minimum
b.      Cara lengkap adalah dengan tidak mengurutkan data tersebut dahulu melainkan dengan cara langsung menghitung persentil dari P5, P50, dan P95.





·         

Anthropometri Dinamis (skripsi dan tesis)



Terdapat tiga kelas pengukuran dinamis, yaitu:
1.      Pengukuran tingkat keterampilan sebagai kegiatan untuk mekanis dari suatu aktivitas.
Contoh: dalam mempelajari performansi atlit.
2.      Pengukuran jangkauan ruang yang dibutuhkan saat bekerja
Contoh: jangkauan dari gerakan tangan dan kaki efektif pada saat bekerja yang dilakukan dengan berdiri dan duduk.
3.      Pengukuran variabilitas kerja
Contoh: analisis kinematika dan kemampuan jari-jari tangan seorang juru ketik atau operator komputer.


Anthropometri Statis (skripsi dan tesis)



Pengukuran dimensi tubuh yang dilakukan untuk memperoleh data anthropometri statis meliputi:
1.      Posisi duduk samping, meliputi:
  1. Tinggi Duduk Tegak (TDT)
Merupakan jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ke ujung atas kepala. Dimana pada pengukuran ini subjek berada dalam posisi duduk tegak dengan mata memandang lurus kedepan dan lutut membentuk sudut siku-siku.
  1. Tinggi Bahu Duduk (TBD)
Merupakan jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung tulang bahu yang menonjol pada saat duduk tegak.
  1. Tinggi Mata Duduk (TMD)
Merupakan jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung mata bagian dalam.
  1. Tinggi Siku Duduk (TSD)
Merupakan jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai bawah siku dimana pada sat pengukuran ini subjek duduk tegak dengan lengan atas di sisi badan dan lengan bawah membentuk sudut siku-siku dengan lengan atas.
  1. Tebal Paha (TP)
Merupakan jarak dari permukaan alas duduk sampai ke permukaan atas paha.
  1. Tinggi Popliteal (TPO)
Merupakan jarak vertikal dari lantai sampai bagian bawah paha.
  1. Pantat Popliteal (PPO)
Merupakan jarak horizontal dari bagian terluar sampai lekukan lutut sebelah dalam (popliteal). Dimana pada saat pengukuran ini subjek duduk tegak, paha dan kaki bagian bawah membentuk sudut siku-siku.
  1. Pantat Ke Lutut (PKL)
Merupakan jarak horizontal dari bagian terluar pantat sampai ke lutut.
2.      Posisi duduk menghadap ke depan, meliputi:
a.       Lebar Pinggul (LP):
Adalah jarak horisontal dari bagian terluar pinggul sisi kiri sampai bagian terluar pinggul sisi kanan pada saat duduk tegak.
b.      Lebar Bahu (LB):
Adalah jarak horisontal antara kedua lengan atas. Subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan dan lengan bawah direntangkan ke depan.
c.       Lebar Sandaran (LS):
Adalah jarak horisontal antara tulang belikat kiri sampai tulang belikat kanan, sementara subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan dan lengan bawah direntangkan ke depan.
d.      Panjang Sandaran (PS):
Adalah jarak vertikal dari tulang ekor sampai pertengahan antara tulang belikat kanan dan kiri.
3.      Posisi berdiri, meliputi:
a.      Tinggi Siku Berdiri (TSB)
Merupakan jarak vertikal dari lantai ke titik pertemuan antara lengan atas dan lengan bawah. Dimana pada saat pengukuran ini subjek berdiri tegak dengan kedua tangan tergantung secara wajar.
  1. Panjang Lengan Bawah (PLB)
Merupakan jarak dari siku sampai pergelangan tangan.
  1. Tinggi Mata Berdiri (TMB)
Merupakan jarak vertikal dari lantai sampai ujung mata bagian dalam (dekat pangkal hidung).
  1. Tinggi Badan Tegak (TBT)
Merupakan jarak vertikal dari telapak kaki sampai ujung kepala yang paling atas.
  1. Tinggi Bahu Berdiri (TBB)
Merupakan jarak vertikal dari lantai sampai bahu yang menonjol.
  1. Tebal Badan (TB)
Merupakan jarak horizontal dari dada (bagian ulu hati) sampai punggung.
4.      Posisi berdiri dengan tangan lurus ke depan, meliputi:
Jangkauan Tangan (JT):
Adalah jarak horisontal dari punggung sampai ujung jari tengah. Subjek berdiri tegak dengan betis, pantat, dan punggung merapat ke dinding, tangan direntangkan secara horisontal ke depan.
5.      Posisi berdiri dengan kedua tangan direntangkan, meliputi:
Rentangan Tangan (RT):
Adalah jarak horisontal dari ujung jari sampai ujung jari terpanjang tangan kanan. Subjek berdiri tegak dan kedua tangan direntangkan horisontal ke samping sejauh mungkin.
6.      Pengukuran jari tangan, meliputi:
a.       Panjang Jari 1, 2, 3, 4, 5 (PJ):
Adalah jarak dari masing-masing pangkal ruas jari sampai ujung jari. Jari-jari subjek merentang lurus dan sejajar.
b.      Pangkal Ke Tangan (PKT):
Adalah jarak dari pangkal pergelangan tangan sampai pangkal ruas jari. Lengan bawah sampai telapak tangan subjek lurus.
c.       Lebar Jari (LJ):
Adalah jarak dari sisi luar jari telunjuk sampai sisi luar jari kelingking. Jari-jari subjek lurus dan merapat satu sama lain.
d.      Lebar Tangan (LT):
Adalah jarak dari sisi luar ibu jari sampai sisi luar jari kelingking.

Anthropometri (skripsi dan tesis)



Aspek-aspek ergonomi dalam suatu perancangan fasilitas .kerja adalah merupakan suatu faktor penting dalam peningkatan pelayanan jasa produksi. Perlunya memperhatikan faktor ergonomi dalam proses rancang bangun fasilitas adalah merupakan hal yang amat penting. Dalam rangka untuk mendapatkan suatu perancangan yang optimum dari fasilitas yang harus diperhatikan adalah faktor seperti panjang dari dimensi tubuh manusia baik dalam posisi statis maupun dinamis. Hal lain yang perlu diamati adalah berat tubuh, bentuk tubuh, jarak urituk pergerakan melingkar dari tangan dan kaki, selain itu pula harus didapatkan data-data yang sesuai dengan tubuh manusia. Pengukuran tersebut akan semakin mudah jika diaplikasikan untuk perorangan.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia, di antaranya:
1.      Umur
Umur manusia digolongkan atas beberapa kelompok sesuai dengan perkembangan tubuhnya yaitu : balita, anak-anak, remaja, dewasa, lanjut usia. Usia jelas merupakan faktor pembeda antara ukuran tubuh dan dimensi tubuh contohnya ukuran dan dimensi tubuh antara anak­anak dan orang dewasa. Pada usia lanjut tinggi badan manusia memiliki kecenderungan untuk menurun yang antara lain disebabkan karena berkurangnya elastisitas tulang belakang.
2.      Jenis kelamin
Secara umum ada perbedaan antara bentuk tubuh pria dan wanita, pria memiliki dimensi tubuh yang lebih besar daripada wanita, kecuali dada dan pinggul.
3.      Suku bangsa (etnis)
Variasi antara beberapa kelompok suku bangsa telah menjadi tidak kalah pentingnya, sebagai contoh ras kaukasoid memiliki dimensi tubuh yang lebih besar dan tinggi daripada ras mongoloid.
4.      Pekerjaan
Pekerjaan yang sehari-hari dilakukan oleh seseorang juga akan menentukan perbedaan dalam dimensi tubuhnya, sebagai contoh orang yang bekerja sebagai buruh angkut di pelabuhan akan memiliki dimensi bahu dan lengan yang lebih besar daripada orang yang bekerja dikantor.

Data pengukuran antropometri berdasarkan gerakan tubuh objek yang diamati, dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a.       Anthropometri statis
Pengukuran dilakukan pada tubuh manusia yang berada dalam posisi diam. Contoh : pengukuran tinggi badan atau jangkauan tangan yang dilakukan pada saat objek tersebut dalam keadaan diam.
b.      Anthropometri dinamis
Dimensi tubuh diukur dalam berbagai posisi tubuh yang sedang bergerak, sehingga lebih kompleks dan lebih sulit diukur. Contoh : pengukuran luas jangkauan tangan dari manusia pada saat melakukan pekerjaan.


Ergonomi Orang dan Pekerjaannya (skripsi dan tesis)



Sebelum sampai kepada tahap yang terperinci mengenai berbagai macam faktor yang berkaitan dengan orang dan pekerjaannya, ada baiknya kalau kita pahami terlebih dulu tentang bidang yang akan diperani oleh orang itu sendiri. Pada setiap kegiatan, seseorang akan menerima informasi, memproses informasi itu lalu bertindak untuk menanggapinya. Menerima informasi merupakan tugas dari “reseptor”, umumnya terjadi melalui organ pengindera mata dan telinga. Tetapi informasi juga dapat disampaikan  melalui melalui indera penciuman, rabaan, rasa panas atau dingin.
 Oleh  “sistem saraf”  informasi yang tertangkap tadi disalurkan sampai ke pusat mekanisme yang berada di otak dan tali sumsum (spinal cord) di mana informasi itu diproses sampai diambil keputusan. Selama pemrosesan akan terjadi pengintegrasian antara antara informasi yang baru saja diterima dengan informasi yang telah tersimpan di dalam otak, keputusan yang diambil akan bervariasi mulai dari tanggapan yang automatik (refleks) sampai yang memerlukan alasan atau logika yang mendalam. Tindakan yang dilakukan sebagai akibat dari keputusannya, dan akan ia kerjakan melalui mekanisme “efektor”, dan biasanyua melibatkan kegiatan otot yang dilandasi oleh tulang kerangka tubuhnya.
 Apabila kegiatan orang itu melibatkan mesin, barangkali ia harus menjadi bagian dari pengulangan-tertutup (close-loop) dari sistem-servo yang banyak menyajikan informasi umpan balik khas bagi sistem tersebut. Kecuali itu, ia biasanya juga menjadi bagian yang mengambil keputusan pada sistem tadi, karena itu harus diakui bahwa ia akan memainkan peranan penting dalam upaya mencapai efisiensi sitem. Untuk mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya, “sistem orang-mesin” itu harus dirancang secara menyeluruh dengan orang sebagai unsur pelengkap bagi kemampuan mesin, dan mesin sebagai unsur pelengkap bagi kemampuan orangnya.
 Untuk dapat memahami tentang bagaimana berlangsungnya berbagai proses itu, akan baik kalau kita mengetahui sesuatu mengenai sistem saraf, berfungsinya mekanisme pusat termasuk kapasitasnya, struktur dari tubuh, tulang kerangka dan sendi-sendinya, serta otot yang menyediakan tenaga penggerak. Sesuatu hal jugaperlu diketahui mengenai bagaimana tentang sumber energi yang menggerakkan mekanisme tadi, serta keterbatasan keluaran yang boleh dinantikan daripadanya.
 Karena kegiatan-kegiatan ini tentunya tidak dilakukan di ruang hampa, maka orang akan berhadapan dengan suhu lingkungan yang mungkin terlalu panas, tepat nyaman, atau terlalu dingin. Kalau dihadapkan pada panas yang sangat ekstrim, mungkin mekanisme untuk mengatur suhu badan akan menjadi rusak. Kalau dihadapkan pada suhu dingin yang ekstrim, mungkin tenaga mekanismenya akan lemah. Orang juga bisa dihadapkan pada bising/berisik yang barangkali begitu melengkingnya dan berlangsung lama sehingga menyebabkan kelemahan pendengaran (hearing loss), bahkan mungkin kehilangan pendengaran sama sekali (hearing lost)
 Untuk bisa melihat dengan jelas, tempat bekerja harus disuplai dengan cahaya yang berkualitas dan berkuantitas memadai untuk melakukan pekerjaan. Penampilan atau prestasi seseorang mungkin saja dapat dipengaruhi oleh warna dan tata ruangan sekelilingnya, karena itu ruang kerjanya/lingkungan kerjanya harus ditata/didekorasi sedemikian rupa agar setiap orang dapat merasa nyaman dan aman untuk bekerja di tempat tersebut.
 Dalam bidang kegiatan manusia bekerja, ada banyak unsur-unsur yang memegang peranan penting, dan apabila kita ingin mencapai keberhasilan dalam hal efektifitas dan efisiensi kita harus mengaturnya sedemikian rupa sehingga setiap orang dapat bekerja dengan efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE) . Unsur-unsur yang memegang peranan penting dalam kegiatan manusia yang sedang bekerja (sistem tertutup) dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut ini :