Friday, January 4, 2019

Model Linear Programing (skripsi dan tesis)


Salah satu ciri khas model linear programming adalah bahwa linear programming didukung oleh macam-macam asumsi yang menjadi tulang punggung model tersebut. Asumsi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Propotionality
Asumsi ini berarti bahwa naik turunnya nilai z dan penggunaan faktor-faktor produksi yang tersedia akan berubah secara sebanding (proposional) dengan perubahan tingkat kegiatan.

2. Additivity
Asumsi ini berarti bahwa nilai tujuan tiap kegiatan tidak saling mempengaruhi, atau dalam linear programming dianggap bahwa kenaikan nilai tujuan yang diakibatkan oleh kenaikan suatu  kegiatan  dapat  ditumbuhkan  tanpa  mempengaruhi  nilai  Z  yang  diperoleh  dari kegiatan lain.

3. Divisibility
Asumsi ini mengatakan bahwa keluaran (output) yang dihasilkan oleh suatu kegiatan dapat berupa bilangan pecahan, demikian pula nilai Z yang dihasilkan.

4. Deterministic (certainty)
Asumsi ini mengatakan bahwa semua parameter yang terdapat dalam model linear programming (aij, bj, cj ) dapat diperkirakan dengan pasti meskipun jarang digunakan tepat.

Pengertian Linear Programing (skripsi dan tesis)


Dalam hal penetapan jumlah dan jenis produksinya yang harus dihasilkan perusahaan untuk periode tertentu dapat menggunakan metode linier programming. Dengan metode linier programming perusahaan dapat menentukan kombinasi produk yang akan dihasilkan perusahaan dengan kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan. Untuk itu perlu diketahui bersama apa yang dimaksud dengan linier programming merurut para ahli.

Pengertian Linear Programing berdasarkan pendapat T. Hani Handoko (1999, p379) :
Linear Programing adalah suatu metode analitik paling terkenal yang merupakan suatu bagian  kelompok teknik-teknik yang disebut programisasi matematik.

Berdasarkan pendapat Sofjan Assauri (1999, p9) :
pengertian linear Programing merupakan suatu teknik perencanaan yang menggunakan model matematika dengan tujuan menemukan kombinasi-kombinasi produk yang terbaik dalam menyusun alokasi sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan yang digunakan secara optimal.

Berdasarkan pendapat Zainal Mustafa, EQ, dan Ali Parkhan (2000, p43)
Linear Programing  merupakan suatu cara yang lazim digunakan dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal.

Berdasarkan pendapat Zulian Yamit (1996, p14) :
Linear programming adalah  metode  atau  teknik  matematis  yang  digunakan  untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Ciri khusus penggunaan metode matematis ini adalah berusaha mendapatkan maksimisasi atau minimisasi.

Tujuan Linear Programing adalah mencari pemecahan persoalan-persoalan yang timbul dalam perusahaan, yaitu mencari keadaan yang optimal dengan memperhitungkan batasan- batasan yang ada.

Program Linier (skripsi dan tesis)

Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2006, p676) Linear programming atau Program linear adalah teknik matematika yang banyak digunakan dimana dirancang untuk membantu manajer operasi merencanakan dan membuat keputusan yang diperlukan untuk mengalokasikan sumber daya. Sedangkan menurut Aminudin, dalam bukunya Prinsip ? prinsip Riset Operasi (2005, p.11) Linear Programming merupakan model matematik untuk mendapatkan alternative penggunaan terbaik atas sumber ? sumber organisasi. Kata sifat linier digunakan untuk menunjukkan fungsi ? fungsi matematik yang digunakan dalam bentuk linier dalam arti hubungan langsung dan persis proporsional. Jadi pengertian program linier adalah suatu teknik perencanaan yang bersifat analitis yang analisanya menggunakan model matematis, dengan tujuan menemukan beberapa kombinasi alternative pemecahan optimum terhadap persoalan.
Linear Programming (LP) adalah suatu pendekatan matematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan agar didapatkan hasil yang optimal. Permasalahan yang sering diselesaikan dengan Linear Programming adalah product ? mix problem, dimana 2 atau lebih produk biasanya diproduksi dengan sumber daya yang terbatas. Selanjutnya perusahaan ingin mengetahui berapa banyak tiap produk harus diproduksi untuk mendapatkan profit maksimal dengan sumber daya yang terbatas tersebut.

Manfaat Segmentasi Pasar (skripsi dan tesis)


                  Selain untuk memperkuat perusahaan dalam menghadapi kenyataan yang ada di pasar, segmentasi menawarkan manfaat-manfaat berikut (Boyd,et.al. 2005).
1). Segmentasi mengidentifikasi pengembangan produk baru. Seringkali, analisis  yang hati-hati tentang berbagai segmen pelanggan potensial menunjukkan satu atau lebih kelompok yang memiliki kebutuhan-kebutuhan dan minat spesifik tidak dipuaskan dengan baik oleh tawaran-tawaran pesaing. Segmen yang terbuka itu menunjukkan peluang menarik untuk pengembangan produk baru atau pendekatan-pendekatan pemasaran yang inovatif. Jadi, misalnya, Toshiba masuk ke pasar pemindai medis diagnostik CAT Amerika Utara dan Eropa dengan menargetkan para pelanggan yang memilki kebutuhan-kebutuhan sederhana meliputi standar diagnostik, yang membutuhkan daya yang lebih kecil melawan unit-unit tampilan lengkap yang dibuat oleh GE  dan Siemen’s. Para pesaing kurang tanggap, karena ketidakpercayaan mereka bahwa segmen itu ada.
2). Segmentasi membantu dalam mendesain program-program pemasaran yang paling efektif untuk mencapai kelompok-kelompok pelanggan yang homogen. Sebagai contoh, dengan mengidentifikasi dan memusatkan perhatian pada kaum hedonis, Dudley Riggs mengembangkan kebijakan penetapan harga yang sesuai dengan kondisi ekonomi mereka, media iklan yang dapat mencapai mereka dengan efektif, dan daya tarik iklan dirancang untuk menarik minat mereka yang unik
3). Segmentasi memperbaiki alokasi strategis sumber daya pemasaran. Manfaat-manfaat strategis dari segmentasi kadang-kadang tidak kelihatan. Segmen-segmen yang diidentifikasi dengan baik, ketika berpadu dengan produk-produk spesifik, bertindak sebagai pusat investasi potensial untuk bisnis. Hanya sedikit perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya atau kekuatan kompetitif untuk memuaskan semua segmen dalam pasar tertentu. Bahkan ketika mereka bisa, mereka masih harus menentukan pengalokasian yang tepat dari sumber daya antar segmen. Yang paling dramatis, strategi bisnis yang paling sukses adalah berdasarkan segmentasi pasar dan mengkonsentrasikan sumber daya dalam segmen yang lebih menarik. Segmentasi seharusnya berfokus pada pasar yang telah dipecah ke dalam bidang-bidang investasi yang dapat memperoleh keunggulan kompetitif jangka panjang.

Prosedur Segmentasi Pasar (skripsi dan tesis)


                  Kita telah melihat bahwa segmen pasar dan ceruk pasar dapat diidentifikasi dengan menggunakan variabel-variabel yang berurutan untuk membagi sebuah pasar. Sebagai contoh: Sebuah perusahaan penerbangan ingin menarik  orang-orang yang tidak menggunakan transportasi udara (variabel segmentasi status pemakai). Orang-orang tersebut adalah mereka yang takut terbang, mereka yang tidak acuh, dan mereka yang yakin terhadap penerbangan (variabel segmetasi sikap). Di antara yang mereka yakin adalah orang-orang dengan penghasilan tinggi yang dapat membiayai penerbangan (variabel segmentasi: penghasilan). Perusahaan penerbangan dapat memutuskan untuk menetapkan sasaran pada orang-orang dengan penghasilan tinggi yang memiliki sikap yang positif terhadap penerbangan tetapi benar-benar belum pernah terbang.
                  Pertanyaan muncul: Adakah prosedur resmi untuk mengidentifikasi segmen utama dalam suatu pasar? Ini adalah satu pendekatan umum yang digunakan oleh perusahaan riset pemasaran. Prosedur tersebut terdiri dari tiga tahap. (Kotler 2005)
1). Tahap survei:
Periset menyelenggarakan wawancara untuk mencari penjelasan dan memusatkan perhatian pada kelompok untuk memperoleh pandangan terhadap motivasi konsumen, sikap, dan perilaku. Dengan menggunakan penemuan ini, periset menyiapkan kuisioner resmi untuk mengumpulkan data mengenai:
·         Sifat dan peringkat kepentingan mereka
·         Kesadaran merek dan peringkat merek
·         Pola penggunaan produk
·         Sikap terhadap golongan produk
·         Demografi, psikografi, dan mediagrafi dari responden
2). Tahap analisis:
Periset menggunakan analisis faktor pada data untuk membuang variabel yang berkorelasi tinggi. Kemudian  periset menggunakan analisis kelompok untuk menghasilkan penetapan jumlah segmen maksimum.
3). Tahap pembentukan:
Masing-masing kelompok sekarang dibentuk dengan persyaratan perbedaan sikap, perilaku, demografi, psikografi, dan kebiasaan konsumsi media mereka. Masing-masing segmen dapat diberi nama berdasarkan sifat-sifat dominan yang membedakan. Karena itu, dalam penelitian mengenai pasar waktu senggang, Andreasen dan Belk menemukan enam segmen pasar: orang yang pasif dan senang tinggal dirumah; orang yang aktif dan penggemar olah raga; orang yang berkecukupan dan mempunyai kontrol diri pendukung kebudayaan; orang yang aktif dan senang tinggal dirumah; dan orang yang aktif dalam kegiatan sosial. Mereka menemukan bahwa organisasi yang mengadakan pertunjukan seni dapat menjual paling banyak tiket dengan menetapkan sasaran pada orang-orang yang mendukung kebudayaan dan yang aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.
                  Prosedur segmentasi pasar ini harus dilakukan kembali secara periodik karena segmen pasar berubah. Contohnya, Kopi Tugu Luwak hanya mengonsumsikan masalah harga. Kapal Api selanjutnya melampui Tugu Luwak dengan memperkenalkan kopi yang ditujukan pada segmen penghasilan yang berbeda. Kemudian, Indocafe menyadari adanya perkembangan segmen pembeli kopi yang mencari kualitas, keandalan dan instan. Sangat sering, perusahaan baru menerobos pasar dengan kubu pertahanan melalui penemuan peluang segmentasi baru dalam pasar.   

Dasar-Dasar Untuk Melakukan Segmentasi Pasar Konsumen (skripsi dan tesis)


                  Variabel yang berbeda digunakan untuk mensegmentasi pasar konsumen. Variabel tersebut terbagi menjadi dua kelompok besar. Beberapa periset berusaha membentuk segmen dengan mencari ciri-ciri konsumen. Mereka biasanya menggunakan ciri-ciri geografis, demografis, dan psikografis. Kemudian mereka memeriksa apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda. Sebagai contoh, mereka dapat memeriksa sikap yang berbeda dari “profesional,” “kerah biru,” dan kelompok lain melalui, katakanlah, “keamanan” sebagai manfaat dari suatu mobil.
                  Para periset lain berusaha membentuk segmen dengan memperhatikan tanggapan konsumen terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunan, atau merek. Begitu segmen terbentuk, periset melihat apakah ciri-ciri konsumen yang berbeda berhubungan dengan masing-masing segmen tanggapan-konsumen. Contohnya, periset dapat memeriksa apakah orang yang menginginkan “kualitas” dibandingkan “harga yang rendah” dalam membeli mobil berbeda dalam pembentukan geografi, demografi, dan psikografi mereka.
                  Variabel segmentasi utama ditunjukan dalam Tabel 2.1, dan penggunaan mereka digambarkan berikut ini.


Tabel 2.2 . Variabel Segmentasi Utama untuk Pasar Konsumen
VARIABEL                                PEMBAGIAN KHUSUS
Geografis
Wilayah                                   DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Utara,          Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Irian Jaya.

Ukuran Kota atau                    Perkotaan, pinggiran kota, pedesaan
Kota besar

Pendapatan                              Dibawah   5.000,   5.000  –  20.000,  20.000  –  50.000,
                                                50.000 – 100.000, 100.000 – 250.000, 250.000 – 500.000, 500.000 – 1.000.000, 1.000.000 – 4.000.000, 4.000.000 ke atas

Demografis

Usia                                         Dibawah 6, 6 –11, 12 – 19, 20 – 34, 35 – 49, 50 –64, 65 ke atas

Jenis Kelamin                          Pria, Wanita

Siklus hidup keluarga             Muda, lajang, muda, menikah, tidak ada anak, muda, menikah, anak termuda, dibawah 6 tahun, muda, menikah, anak termuda 6 tahun atau lebih, tua, menikah, punya anak, tua, menikah, tidak punya anak dibawah 18 tahun, tua, lajang, lain-lain

Penghasilan                             Dibawah Rp 100.000, Rp 100.000 – Rp 150.000, Rp 150.000 – Rp 200.000, Rp 200.000 – Rp 300.000, Rp 300.000 – Rp 500.000, Rp 500.000 – Rp1.000.000, Rp 1.000.000 ke atas

Pekerjaan                                 Profesional dan teknikal, manajer, pejabat, dan pemilik perusahaan, pegawai, pramuniaga, pengrajin, mandor, operator, petani, pensiunan, pelajar, ibu rumah tangga, pengangguran

Pendidikan                              Lulus sekolah atau kurang; pernah sekolah lanjutan, lulus sekolah lanjutan, pernah kuliah, lulus perguruan tinggi.

Agama                                     Katolik, Protestan, Budha, Islam, Hindu, lain-lain

Suku                                              Jawa, Ambon, Makasar, Sunda, lain-lain

Psikografi

Kelas sosial                             Bawah-bawah, bawah atas, kelas pekerja, kelas   menengah, menengah-atas, atas-bawah, atas-atas

Gaya Hidup                            Lurus, santai, rambut panjang

Kepribadian                            Terpaksa, suka berkelompok, patuh terhadap penguasa, ambisius

Perilaku

Peristiwa                                 Peristiwa biasa, peristiwa khusus

Manfaat                                   Kualitas, pelayanan, ekonomis, kecepatan

Status pemakai                        Bukan pemakai, bekas pemakai, pemakai potensial, pemakai pertama kali, pemakai teratur, pemakai ringan, pemakai sedang, pemakai berat

Tingkat pemakaian                  Tidak ada, sedang, kuat, mutlak

Tahap kesiapan                       Tidak sadar, sadar, mengetahui, tertarik, menginginkan, bermaksud membeli

Sikap terhadap produk            Antusias, positif, tidak acuh, negatif, membenci



Sumber:  Phillip Kotler  (2005)

Pola-Pola Pemilahan (Segmentasi) Pasar (skripsi dan tesis)


    Dalam industri terdahulu pasar di pilah berdasarkan pendapatan dan umur, menghasilakn segmen demografis yang berbeda . Misalnya para pembeli ditanya berapa banyak yang mereka inginkan dari 2 atribut produk (katakanlah, manis dan krim dalam kasus es krim). Hasilnya adalah identifikasi dari segmen kesukaan (preferensi) yang berbeda dalam pasar. Dapat timbul tiga pola yang berbeda :
1)      Preferensi homogen (homogeneous preference) : Gambar 2.4 (a) menunjukan sebuah pasar dimana semua konsumen, secara umum, punya kesukaan yang sama. Pasarnya menunjukan ketiadaan segmen, sekurang-kurangnya sejauh (hanya) kedua atribut yang diperhatikan. Kita akan meramalkan bahwa merek-merek yang ada akan serupa dan terletak pada pusat kesukaan (preferensi).
2)      Preferensi tersebar (diffused) : Pada sisi ekstrem yang lain, kesukaan konsumen mungkin tersebar (scattered) diseluruh tempat Gambar 2.4 (b), menunjukan bahwa konsumen sangat bervariasi dalam kesukaan mereka. Bila satu merek memasuki pasar, kemungkinan ia akan ditempatkan di tengah untuk menarik sebagian besar orang. Sebuah merek ditengah meminimumkan jumlah total ketidakpuasan konsumen. Pesaing baru dapat menempatkan diri dekat dengan merek pertama dan berjuang untuk memperoleh pangsa pasar. Atau pesaing tesebut dapat menempatkan diri pada salah satu sudut untuk merebut hati sekelompok konsumen yang tidak puas dengan merek yang berada di tengah. Bila beberapa merek berada dalam pasar, mereka akan ditempatkan di seluruh tempat dan menunjukan perbedaan nyata atau memenuhi perbedaan kesukaan konsumen.
3)      Preferensi mengelompok (clustered) : Pasar mungkin menimbulkan kelompok-kelompok kesukaan yang berbeda, disebut segmen pasar yang alami Gambar 2.4 (c). Perusahaan pertama dalam pasar ini punya tiga pilihan. Ia mungkin menempatkan diri ditengah, berharap dapat menarik semua kelompok (pemasaran yang tidak berbeda/undifferentiated). Ia mungkin menempatkan dirinya pada segmen pasar tebesar (pemasaran terkonsentrasi). Atau ia mungkin mengembangkan beberapa merek, masing-masing ditempatkan pada segmen yang bebeda (pemasaran yang berbeda/ differntiated). Jelasnya, bila perusahaan pertama mengembangkan hanya satu merek, para pesaing akan masuk dan memperkenalkan merek-mereknya pada segmen-segmen lain.