Tuesday, January 8, 2019

Sifat Peramalan (skripsi dan tesis)

Berdasarkan sifatnya, peramalan dibedakan menjadi:
1. Peramalan Kualitatif 
Peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Hasil peramalan kualitatif didasarkan pada pengamatan kejadian–kejadian di masa sebelumnya digabung dengan pemikiran dari penyusunnya. 
2. Peramalan Kuantitatif 
Peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif masa lalu yang diperoleh dari pengamatan nilai–nilai sebelumnya. Hasil peramalan yang dibuat tergantung pada metode yang digunakan, menggunakan metode yang berbeda akan diperoleh hasil peramalan yang berbeda.

Pengertian Peramalan (skripsi dan tesis)

Peramalan pada dasarnya merupakan proses menyusun informasi tentang kejadian masa lampau yang berurutan untuk menduga kejadian di masa depan (Frechtling, 2001: 8). Peramalan bertujuan mendapatkan ramalan yang dapat meminimumkan kesalahan meramal yang dapat diukur dengan Mean Absolute Percent Error (MAPE) (Pangestu, 1986: 1). Peramalan pada umumnya digunakan untuk memprediksi sesuatu yang kemungkinan besar akan terjadi misalnya kondisi permintaan, banyaknya curah hujan, kondisi ekonomi, dan lain-lain. Atas dasar logika, langkah dalam metode peramalan secara umum adalah mengumpulkan data, menyeleksi dan memilih data, memilih model peramalan, menggunakan model terpilih untuk melakukan peramalan, evaluasi hasil akhir.

Kelemahan Dalam Analytic Hierarchy Process (AHP) (skripsi dan tesis)

kelemahan metode AHP adalah sebagai berikut :
1.       Ketergantungan model AHP pada input utamanya. Input utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subjektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru.
2.       Metoda AHP ini hanya metoda matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk.

Keuntungan Dalam Analytic Hierarchy Process (AHP) (skripsi dan tesis)

Keuntungan dari AHP sebagai berikut :
1.       Unity
 AHP menyediakan model tunggal, mudah dipahami, fleksibel untuksuatu cakupan luas tentang permasalahan tidak tersusun
2.       Complexity
 AHP mengunakan pendekatan dedukatif dan sistem dalam memecahkan masalah yang rumit.
3.       Interndependence
 AHP dapat berhadapan dengan saling ketergantungan unsur-unsur di dalam suatu sistem dan tidak meminta dengan tegas atas pemikiran linier.
4.       Hierarchi structuring
AHP mencerminkan kecenderungan alami dari pikiran ke unsur-unsur jenis dari sautu sistem ke dalam tingkat yang berbeda danuntuk mengolongkan seperti unsur-unsur pada setiap tingkatan
5.       Measurement
 AHP menyediakan suatu skala untuk mengukur yang tak terukur dan suatu metoda untuk menetapkan prioritas.
6.       Consistency
 AHP taksiran pada konsistensi keputusan yang logis digunakan dalam hal yang menentukan
7.       Synthesis
 AHP memimpin ke arah suatu keseluruhan perkiraan yang menyangkut suatu keinginan dari tiap alternatif
8.       Trade offs
 AHP mempertimbangkan dengan seksama prioritas relatif faktor dalam suatu sistem dan memungkinkan orang untuk memilih alternatif yangterbaik yang berdasar atas tujuan.
9.        Judgement and consensus
 AHP tidak meminta dengan tegas atas konsensus tetapi menyatukan suatu hasil bagian dari keputusan berbeda
10.   Process repetition
 AHP memungkinkan orang untuk memerinci definisi mereka dari suatu masalah dan untuk meningkatkan pemahaman dan pertimbangan mereka dengan melakukan pengulangan

Prinsip Dasar Analytic Hierarchy Process (AHP) (skripsi dan tesis)

Dalam menyelesaikan persoalan dengan metode AHP ada beberapa prinsip dasar yang harus dipahami antara lain.
(1)    Decomposition
Decomposition adalah memecahkan atau membagi problema yang utuh menjadi unsur — unsurnya ke bentuk hirarki proses pengambilankeputusan, dimana setiap unsur atau elemen saling berhubungan. Strukturhirarki keputusan tersebut dapat dikategorikan sebagai complete danincomplete. Suatu hirarki keputusan disebut complete jika semua elemenpada suatu tingkat memiliki hubungan terhadap semua elemen yang adapada tingkat berikutnya, sementara hirarki keputusan incompletekebalikan dari hirarki yang complete. Hirarki masalah disusun digunakan untuk membantu prosespengambilan keputusan dalam sebuah sistem dengan memperhatikanseluruh elemen keputusan yang terlibat
(2)    Comparative Judgement
Comparative Judgement adalah penilaian yang dilakukan berdasarkan kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentudalam kaitannya dengan tingkatan di atasnya. Comparative Judgement merupakan inti dari penggunaan AHP karena akan berpengaruh terhadapurutan prioritas dari elemen — elemennya. Hasil dari penilaian tersebutakan diperlihatkan dalam bentuk matriks pairwise comparisons yaitumatriks perbandingan berpasangan memuat tingkat preferensi beberapaalternatif untuk tiap kriteria. Skala preferensi yang digunakan yaitu skala 1yang menunjukkkan tingkat yang paling rendah (equal importance) sampaidengan skala 9 yang menunjukkan tingkatan yang paling tinggi (extremeimportance).
(3)    Synthesis of Priority
Synthesis of Priority dilakukan dengan menggunakan eigen vektormethod untuk mendapatkan bobot relatif bagi unsur—unsur pengambilankeputusan.
(4)    Logical Consistency
Logical Consistency dilakukan dengan mengagresikan seluruheigen vektor yang diperoleh dari berbagai tingkatan hirarki dan selanjutnya diperoleh suatu vektor composite tertimbang yang menghasilkan urutanpengambilan keputusan

Tahapan Dalam Analytic Hierarchy Process (AHP) (skripsi dan tesis)

Tahapan—tahapan pengambilan keputusan dalam metode AHP pada dasarnya adalah sebagai berikut: 
a.       Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan
b.       Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkandengan kriteria-kriteria dan alternaif-alternatif pilihan yang ingindirangking.
c.       Membentuk matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkankontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masingtujuan atau kriteria yang setingkat diatasnya. Perbandingan dilakukanberdasarkan pilihan atau judgement dari pembuat keputusan denganmenilai tingkat tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemenlainnya
d.       Menormalkan data yaitu dengan membagi nilai dari setiap elemen didalam matriks yang berpasangan dengan nilai total dari setiap kolom.
e.       Menghitung nilai eigen vector dan menguji konsistensinya, jika tidakkonsisten maka pengambilan data (preferensi) perlu diulangi. Nilai eigenvector yang dimaksud adalah nilai eigen vector maximum yang diperolehdengan menggunakan matlab maupun dengan manual.
f.        Mengulangi langkah 3, 4, dan 5 untuk seluruh tingkat hirarki.
g.       Menghitung eigen vector dari setiap matriks perbandingan berpasangan.Nilai eigen vector merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untukmensintesis pilihan dalam penentuan prioritas elemen-elemen pada tingkathirarki terendah sampai pencapaian tujuan.
h.       Menguji konsistensi hirarki. Jika tidak memenuhi dengan CR < 0, 100maka penilaian harus diulang kembali

Landasan Aksiomatik Analytic Hierarchy Process (AHP) (skripsi dan tesis)

Analytic Hierarchy Process (AHP) mempunyai landasan aksiomatik yang terdiri dari :
(1)Resiprocal Comparison, yang mengandung arti bahwa matriksperbandingan berpasangan yang terbentuk harus bersifat berkebalikan.Misalnya, jika A adalah f kali lebih penting dari pada B maka B adalah1/fkali lebih penting dari A.
(2) Homogenity, yaitu mengandung arti kesamaan dalam melakukanperbandingan. Misalnya, tidak dimungkinkan membandingkan jerukdengan bola tenis dalam hal rasa, akan tetapi lebih relevan jikamembandingkan dalam hal berat
(3) Dependence, yang berarti setiap level mempunyai kaitan (completehierarchy) walaupun mungkin saja terjadi hubungan yang tidak sempurna(incomplete hierarchy)
(4) Expectation, yang berarti menonjolkon penilaian yang bersifat ekspektasidan preferensi dalam pengambilan keputusan. Penilaian dapat merupakandata kuantitatif maupun yang bersifat kualitatif.