Risiko Investasi Saham (skripsi dan tesis)
Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan. Investor selalu menghadapi dua masalah di dalam berinvestasi yaitu return dan risiko. Return dan risiko merupakan dua hal yang tidak terpisah, karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade-off dari kedua faktor ini. Return dan risiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar risiko yang harus ditanggung, semakin besar return yang harus dikompensasikan (Jogiyanto, 2010).
Investor akan selalu mencari portofolio optimum yang menawarkan expected
return maksimal pada tingkat risiko yang minimum. Risiko sering kali
disinonimkan dengan ketidakpastian karena risiko mengacu pada adanya variasi nilai antara yang diperkirakan dengan nilai yang di observasi. Risiko suku bunga, risiko pasar, risiko inflasi, risiko bisnis, risiko finansial, risiko likuiditas, risiko nilai tukar mata uang dan risiko negara merupakan beberapa sumber risiko yang dapat memengaruhi besarnya risiko suatu investasi. Menurut Husnan (1998) risiko dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1. Risiko sistematis (Systematic risk) adalah risiko yang selalu ada dan
tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi, karena fluktuasi ini
dipengaruhi oleh faktor-faktor makro yang dapat memengaruhi pasar
secara keseluruhan. Systematic risk sering disebut dengan market risk
karena fluktuasi risiko ini disebabkan oleh karena faktor kondisi
perekonomian, kebijakan pajak dan kondisi sosial politik.
2. Risiko tidak sistemats (Unsystematic risk) adalah risiko yang dapat
dihilangkan dengan diversifikasi. Unsystematic risk tidak terkait
dengan perubahan pasar secara keseluruhan tapi dipengaruhi oleh faktor
mikro spesifik perusahaan seperti market share, jajaran manajemen dan
laba tahunan. Unsystematic risk dapat dihindari dengan cara melakukan
diversifikasi atas portofolio yang dimiliki oleh investor.
Menurut Weston dan Copeland (1992) terdapat tiga jenis perilaku yang dimiliki investor dalam menghadapi risiko yaitu:
1. Risk Seeker yaitu investor yang suka dan selalu mencari risiko.
2. Risk Averter yaitu investor yang tidak dan cenderung menghindari risiko.
3. Risk Indifference yaitu investor yang bersikap netral terhadap risiko.
Comments
Post a Comment