Teori Struktur Modal (skripsi dan tesis)


Salah satu isu penting yang dihadapi oleh para manajer keuangan adalah hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan. Menurut Martono dan Harjito (2004:240), struktur modal adalah perbandingan atau imbangan pendanaan jangka panjang terhadap modal sendiri. Menurut Husnan (1996), teori struktur modal pada awalnya ingin menjelaskan apakah ada pengaruh perubahan
struktur modal terhadap nilai perusahaan, seandainya keputusan investasi dan kebijakan dividen dipegang konstan. Jika dengan merubah struktur modalnya ternyata nilai perusahaan berubah, maka perusahaan dapat menetapkan kebijakan struktur modal yang terbaik. Struktur modal yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan atau harga saham adalah struktur modal yang optimal / terbaik. Oleh karena itu setiap keputusan pendanaan mengharuskan manajer keuangan untuk dapat mempertimbangkan manfaat dan biaya dari sumber-sumber dana yang akan dipilih karena masing-masing sumber dana mempunyai konsekuensi finansial
yang berbeda. Teori struktur modal pada perkembangannya terus mengalami perbaikan-perbaikan sebagai usaha untuk dapat lebih menjelaskan secara teoritis dan realistis mengenai penentuan struktur modal yang dilakukan oleh perusahaan. Pada perkembangannya teori perkembangannya teori struktur modal tidak lagi membicarakan mengenai bagaimana perusahaan menemukan struktur modal optimal yang dapat meningkatkan nilai perusahaan, namun lebih menjelaskan mengenai perilaku pendanaan yang dilakukan pihak manajemen dalam memenuhi kebutuhan dananya. Struktur modal pada kenyataannya dianggap sangat sulit untuk diukur pengaruhnya terhadap nilai perusahaan, sehingga sulit menentukan struktur modal yang optimal. Pada pertemuan tahunan Financial Management Association (FMA) yang diadakan tahun 1989, disimpukan beberapa hal mengenai struktur modal perusahaan: struktur modal perusahaan:
1. Dalam praktik sangat sulit menentukan titik struktur modal yang optimal. Bahkan untuk membuat suatu range untuk struktur modal yang optimal pun sangat sulit. Oleh karena itu, kebanyakan perusahaan hanya memperhatikan apakah perusahaan terlalu banyak menggunakan utang atau tidak.
2. Ada kenyataan bahwa walaupun struktur modal perusahaan dianggap jauh dari optimal, tapi dampaknya pada nilai perusahaan tidak terlalu besar. Dengan kata lain keputusan tentang struktur modal tidak sepenting keputusan investasi, yang memiliki dampak yang lebih besar terhadap nilai perusahaan.
Meski demikian menurut Sartono (2001: 225) pemahaman mengenai teori struktur modal akan membantu manajer keuangan untuk mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi struktur modal yang optimal.
Teori-teori struktur modal yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini antara lain adalah : net profit approach, net operating income approach, traditional approach, teori MM (Modigliani-Miller) tanpa pajak perusahaan, teori MM (Modigliani-Miller) dengan pajak perusahaan, trade – off theory, pecking order theory, teori asimetri informasi, signaling theory, agency approach theory, dan model market timing.

Comments

Popular Posts