Komitmen Organisasional (skripsi dan tesis)
Keberhasilan pengelolaan organisasi sangatlah ditentukan oleh keberhasilan
dalam mengelola SDM. Seberapa jauh komitmen karyawan terhadap organisasi tempat mereka bekerja, sangatlah menentukan organisasi itu dalam mencapai
tujuannya. Dalam dunia kerja, komitmen karyawan terhadap organisasi sangatlah
penting. Mathis and Jackson (2004) menyatakan bahwa komitmen organisasional
adalah tingkat sampai di mana karyawan yakin dan menerima tujuan organisasional,
serta berkeinginan untuk tinggal bersama organisasi tersebut. Berbagai studi
penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang relative puas dengan pekerjaannya
akan sedikit lebih berkomitmen terhadap organisasi.
Sedangkan Luthans (2006) komitmen merupakan sikap yang
merefleksikan loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan di
mana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan
keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan.
Terdapat tiga model komponen yang diajukan oleh Allen dan meyer (2006), ketiga dimensi itu adalah:
1. Komitmen afektif adalah keterkaitan secara emosional karyawan, identifikasi, dan keterlibatan dalam organisasi.
2. Komitmen kelanjutan adalah komitmen berdasarkan kerugian yang berhubungan dengan keluarnya karyawan dari organisasi. Hal ini mungkin karena kehilangan senioritas atas promosi atau benefit.
3. Komitmen normatif adalah perasaan wajib untuk tetap berada dalam organisasi karena memang harus begitu
Ganesan dan Weitz (1996;dalam Fuad Mas‟ud, 2004) mengidentifikasikan komitmen organisasional sebagai :
1. Perasaan menjadi salah satu bagian organisasi
2. Kebanggan akan organisasi
3. Kepedulian terhadap organisasi
4. Hasrat yang kuat untuk bekerja pada organisasi
5. Kepercayaan yang kuat mengenai nilai – nilai organisasi
6. Kemauan yang besar untuk berusaha bagi organisasi
O‟reilly dan Chatman (1986; dalam Fuad Mas‟ud, 2004) juga mengatakan bahwa komitmen terdiri dari tiga faktor yaitu:
1. Internalisasi nilai – nilai organisasi
2. Identifikasi diri sebagai bagian dari organisasi
3. Perilaku sesuai dengan nilai – nilai dan keinginan organisasi
Terdapat tiga model komponen yang diajukan oleh Allen dan meyer (2006), ketiga dimensi itu adalah:
1. Komitmen afektif adalah keterkaitan secara emosional karyawan, identifikasi, dan keterlibatan dalam organisasi.
2. Komitmen kelanjutan adalah komitmen berdasarkan kerugian yang berhubungan dengan keluarnya karyawan dari organisasi. Hal ini mungkin karena kehilangan senioritas atas promosi atau benefit.
3. Komitmen normatif adalah perasaan wajib untuk tetap berada dalam organisasi karena memang harus begitu
Ganesan dan Weitz (1996;dalam Fuad Mas‟ud, 2004) mengidentifikasikan komitmen organisasional sebagai :
1. Perasaan menjadi salah satu bagian organisasi
2. Kebanggan akan organisasi
3. Kepedulian terhadap organisasi
4. Hasrat yang kuat untuk bekerja pada organisasi
5. Kepercayaan yang kuat mengenai nilai – nilai organisasi
6. Kemauan yang besar untuk berusaha bagi organisasi
O‟reilly dan Chatman (1986; dalam Fuad Mas‟ud, 2004) juga mengatakan bahwa komitmen terdiri dari tiga faktor yaitu:
1. Internalisasi nilai – nilai organisasi
2. Identifikasi diri sebagai bagian dari organisasi
3. Perilaku sesuai dengan nilai – nilai dan keinginan organisasi
Comments
Post a Comment