Konsep Gaya Kepemimpinan (skripsi dan tesis)
Dimyanti (2012: 6-7), menguraikan beberapa teori kepemimpinan yang mem- bicarakan mengenai bagaimana seseorang
menjadi pemimpin dan bagaimana timbul- nya seorang pemimpin. Teori tersebut be- rupa teori kelebihan, teori sifat, teori keturunan, teori kharismatik, teori bakat, dan
teori sosial. Teori kelebihan beranggapan
bahwa seseorang akan menjadi pemimpin
apabila memiliki kelebihan daripada
pengikutnya. Teori sifat menyatakan bahwa
seseorang dapat menjadi pemimpin yang
baik apabila memiliki sifat-sifat yang lebih
daripada yang dipimpinnya. Selanjutnya
teori keturunan yang menyatakan bahwa
seseorang dapat menjadi pemimpin karena
keturunan atau warisan. Karena orang
tuanya seorang pemimpin, maka anaknya
otomatis akan menjadi pemimpin meng- gantikan orang tuanya (Wursanto, 2012: 7).
Teori kharismatik dikemukakan Wursanto (2012: 8), bahwa seorang menjadi pemimpin karena mempunyai kharisma (pengaruh) yang sangat besar. Selanjutnya teori bakat yang disebut juga teori ekologis bahwa pemimpin itu lahir karena bakatnya. Ia menjadi pemimpin karena mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin. Teori sosial menurut Wursanto (2012: 8) bahwa pada dasarnya setiap orang dapat menjadi pemimpin. Setiap orang mem- punyai bakat untuk menjadi pemimpin asal dia diberi kesempatan. Setiap orang dapat dididik menjadi pemimpin karena masalah kepemimpinan dapat dipelajari, baik melalui pendidikan formal maupun pengala- man praktik. Batasan kepemimpinan adalah suatu pengertian yang bersifat umum bahwa istilah ini memberikan definisi tentang makna kepemimpinan berdasarkan tinjauan gaya yang cenderung dilihat dari sosok kepemimpinan seorang pemimpin di dalam memimpin berdasarkan gaya paksaan, otokrasi, afiliasi, demokrasi, kecepatan dan pelatih. Murray (2014: 6-7), memberikan pandangan bahwa kepemimpinan merupa- kan gaya dalam mengembangkan motif tentang cara dalam memimpin secara me- maksa (cursive style), mengembangkan oto- krasi (authoritative style), sesuai tingkat ke- mampuan kendali bebas (affiliate style), tanpa mengabaikan metode demokrasi me- mimpin (demorcative style), dengan cepat melakukan tindakan (pacesetting style), dan senantiasa mendidik atau memberikan pelatihan (coaching style).
Teori kharismatik dikemukakan Wursanto (2012: 8), bahwa seorang menjadi pemimpin karena mempunyai kharisma (pengaruh) yang sangat besar. Selanjutnya teori bakat yang disebut juga teori ekologis bahwa pemimpin itu lahir karena bakatnya. Ia menjadi pemimpin karena mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin. Teori sosial menurut Wursanto (2012: 8) bahwa pada dasarnya setiap orang dapat menjadi pemimpin. Setiap orang mem- punyai bakat untuk menjadi pemimpin asal dia diberi kesempatan. Setiap orang dapat dididik menjadi pemimpin karena masalah kepemimpinan dapat dipelajari, baik melalui pendidikan formal maupun pengala- man praktik. Batasan kepemimpinan adalah suatu pengertian yang bersifat umum bahwa istilah ini memberikan definisi tentang makna kepemimpinan berdasarkan tinjauan gaya yang cenderung dilihat dari sosok kepemimpinan seorang pemimpin di dalam memimpin berdasarkan gaya paksaan, otokrasi, afiliasi, demokrasi, kecepatan dan pelatih. Murray (2014: 6-7), memberikan pandangan bahwa kepemimpinan merupa- kan gaya dalam mengembangkan motif tentang cara dalam memimpin secara me- maksa (cursive style), mengembangkan oto- krasi (authoritative style), sesuai tingkat ke- mampuan kendali bebas (affiliate style), tanpa mengabaikan metode demokrasi me- mimpin (demorcative style), dengan cepat melakukan tindakan (pacesetting style), dan senantiasa mendidik atau memberikan pelatihan (coaching style).
Comments
Post a Comment