Kelemahan Partisipasi Anggaran (skripsi dan tesis)
Menurut Hansen/Mowen (2013:448) ada tiga potensi masalah yang
menjadi kelemahan dalam partisipasi anggaran yaitu:
“1. Menetapkan standar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
2. Membuat kelonggaran dalam anggaran (sering disebut sebagai
menutup anggaran).
3. Partisipasi semu (Pseudoparticipation).”
Tujuan yang dianggarkan cenderung menjadi tujuan manajer saat
partisipasi anggaran dimungkinkan, membuat kesalahan semacam ini dalam
menyiapkan anggaran dapat mengakibatkan penurunan tingkat kerja. Partisipasi
yang terlalu ketat dapat memastikan kegagalan dalam pencapaian standar dan
membuat manajer frustasi. Triknya adalah membuat para manajer dalam anggaran
partisipatif menetapkan tujuan yang tinggi, tetapi dapat dicapai.
Kelonggaran anggaran (budgetary slack) atau menutup anggaran (padding
the budget) muncul ketika seorang manajer memperkirakaan pendapatan rendah
atau meninggikan biaya dengan sengaja. Manajemen puncak harus berhati-hati
dalam meninjau anggaran yang diajukan para manajer tingkat bawah dan
menyediakan input untuk menurunkan kelonggaran dalam anggaran.
Partisipasi semu merupakan partisipasi palsu dari para manajer tingkat
bawah atas proses penganggaran yang sudah ditetapkan jumlahnya oleh
manajemen puncak. Manajemen puncak hanya mendapatkan persetujuan formal
anggaran dari para manajer tingkat bawah bukan untuk mencari input sebenarnya,
akibatnya tidak satu pun manfaat keperilakuan dari partisipasi yang akan didapat.
Masalah-masalah tersebut harus menjadi perhatian bagi manajemen
perusahaan agar kemungkinan untuk terjadi dapat diminimalisir. Penetapan
standar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat di atasi dengan mengajak para
manajer berpartisipasi dalam menentukan target anggaran yang tinggi tetapi
realistis untuk dicapai. Manajer puncak harus memeriksa kembali anggaran yang
diusulkan bawahannya secara saksama serta memberikan masukan bila
dibutuhkan.
Comments
Post a Comment