Syarat-Syarat Penerapan Akuntansi Pertanggujawaban (skripsi dan tesis)
Sistem akuntansi pertanggungjawaban tidak dapat begitu saja diterapkan
oleh setiap perusahaan, karena untuk menerapkan hal tersebut harus memenuhi
beberapa syarat-syarat tertentu. Syarat diperlukannya penerapan akuntansi
pertanggungjawaban dalam perusahaan adalah organisasi yang terdiri dari pusatpusat
pertanggungjawaban dan adanya desentralisasi.
Penerapan akuntansi pertanggungjawaban akan lebih efesien dan efektif
apabila digunakan pada perusahaan yang memiliki struktur organisasi yang baik
dan job description yang jelas untuk masing-masing departemen. Untuk dapat
diterapkannya akuntansi pertanggungjawaban yang memadai ada lima syarat yang
harus di penuhi menurut Mulyadi (2001) yaitu:
“1. Struktur organisasi.
2. Penyusunan anggaran.
3. Pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali.
4. Pengklasifikasian kode-kode rekening.
5. Laporan pertanggungjawaban.”
Penjelasan mengenai syarat-syarat penerapan akuntansi
pertanggungjawaban adalah sebagai berikut:
21
1. Struktur organisasi
Struktur organisasi dalam akuntansi pertanggungjawaban harus
menggambarkan aliran tanggung jawab, wewenang, dan posisi yang
jelas untuk setiap unit kerja dari setiap tingkat manajemen selain itu
harus menggambarkan pembagian tugas dengan jelas, dimana
organisasi disusun sedemikian rupa sehingga wewenang dan
tanggungjawab tiap pimpinan jelas. Dengan demikian wewenang
mengalir dari tingkat manajemen atas ke bawah, sedangkan
tanggungjawab adalah sebaliknya.
2. Penyusunan anggaran
Setiap pusat pertanggungjawaban harus ikut serta dalam penyusunan
anggaran karena anggaran merupakan gambaran rencana kerja para
manajer yang akan dilaksanakan dan sebagai dasar dalam penilaian
kinerjanya.
3. Pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali
Tidak semua biaya yang terjadi dalam suatu bagian dapat
dikendalikan oleh manajer, maka hanya biaya-biaya terkendalikan
yang harus dipertanggungjawabkan. Pemisahan biaya ke dalam biaya
terkendalikan dan biaya tak terkendalikan perlu dilakukan dalam
akuntansi pertangungjawaban. Pengertian biaya terkendalikan dan
tidak terkendalikan sebagai berikut:
a. Biaya terkendalikan adalah biaya yang dapat secara langsung
dipengaruhi oleh manajer dalam jangka waktu tertentu.
b. Biaya tidak terkendalikan adalah biaya yang tidak memerlukan
keputusan dan pertimbangan manajer karena hal ini dapat
mempengaruhi biaya karena biaya ini diabaikan.
4. Pengklasifikasian kode-kode rekening
Terdapatnya susunan kode rekening perusahaan yang dikaitkan
dengan kewenangan pengendalian pusat pertanggungjawaban. Oleh
karena biaya yang terjadi akan dikumpulkan untuk setiap tingkatan
manajer maka biaya harus digolongkan dan diberi kode sesuai dengan
tingkatan manajemen yang terdapat dalam struktur organisasi. Kode
perkiraan diperlukan untuk mengklasifikasikan perkiraan-perkiraan
baik dalam neraca maupun dalam laporan laba rugi.
5. Laporan pertanggungjawaban
Bagian akuntansi biaya setiap bulannya membuat laporan
pertanggungjawaban untuk tiap-tiap pusat biaya. Setiap bulan dibuat
rekapitulasi biaya atas dasar total biaya bulan lalu, yang tercantum
dalam kartu biaya. Isi dari laporan pertanggungjawaban disesuaikan
dengan tingkatan manajemen yang akan menerimanya. Untuk
tingkatan manajemen yang terendah disajikan jenis biaya, sedangkan
untuk tiap manajemen diatasnya disajikan total biaya tiap pusat biaya
yang dibawahnya ditambah dengan biaya-biaya yang terkendalikan
dan terjadi biayanya sendiri.
Konsep pelaksanaan akuntansi pertanggungjawaban pada prinsipnya
adalah menekankan pada tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari setiap bagian
pusat-pusat pertanggungjawban yang telah dibuat. Penerapan syarat-syarat
tersebut berbeda antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya, tergantung
pada jenis perusahaan, ukuran perusahaan, dan jumlah operasi ataupun faktorfaktor
khusus yang menjadi ciri perusahaan (Iyang Sri Anandari Anwar, 2013).
Comments
Post a Comment