Tujuan dan Manfaat Partisipasi Anggaran (skripsi dan tesis)


Tujuan anggaran menurut Kennis (1979) terdapat lima karakteristik, yaitu:
“1. Partisipasi penyusunan anggaran.
2. Kejelasan sasaran anggaran.
3. Evaluasi anggaran.
4. Umpan balik anggaran.
5. Kesulitan sasaran anggaran.”
Penjelasan mengenai ke lima karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:
1. Partisipasi penyusunan anggaran
Partisipasi manajer dalam proses penganggaran mengarah kepada
seberapa besar tingkat keterlibatan manajer dalam menyusun anggaran
serta pelaksanaannya untuk mencapai target anggaran. Dan besarnya
pengaruh dalam menentukan sasaran anggaran
2. Kejelasan sasaran anggaran
Kejelasan sasaran anggaran menggambarkan luasnya sasaran
anggaran yang dinyatakan secara jelas dan spesifik dan dimengerti
oleh pihak yang bertanggungjawab terhadap pencapaiannya. Oleh
sebab itu kejelasan sasaran anggaran dapat dilihat dari besar atau
kecilnya pengaruh dalam merumuskan sasaran anggaran.
3. Evaluasi anggaran
Evaluasi anggaran adalah tindakan yang dilakukan untuk menelusuri
penyimpangan atas anggaran ke departemen yang bersangkutan dan
digunakan sebagai dasar untuk penilaian kinerja. Hal ini akan
mempengaruhi tingkah laku, sikap dan besarnya pengendalian
manajer dalam pendapatan anggaran.
4. Umpan balik anggaran
Frekuensi atasan dalam meminta pendapat bawahan saat menentukan
sasaran anggaran dapat memperoleh umpan balik terhadap sasaran
anggaran yang dicapai. Hal ini merupakan variabel penting yang
memberikan motivasi kepada kinerja.
5. Kesulitan sasaran anggaran
Kesulitan anggaran mempunyai rentang sasaran dari sangat besar dan
mudah dicapai sampai sangat ketat dan tidak dapat dicapai. Oleh
karena itu, keputusan dalam manajemen sasaran anggaran dapat
dilakukan saat keyakinan telah didapat.
Menurut Hansen/Mowen (2013:225) salah satu manfaat yang didapat dari
pasrtisipasi anggaran adalah sebagai berikut:
“Anggaran partisipatif mengkomunikasikan, mendorong kreativitas serta
meningkatkan tanggungjawab dan tantangan manajer level bawah dan
menengah yang mengarah pada tingkat kinerja yang lebih tinggi.
Keikutsertaan para manajer level menengah dan bawah dalam penentuan
anggaran akan mendapatkan keputusan yang lebih realistis sehingga
tercipta kesesuaian tujuan perusahaan yang lebih besar.”
Partisipasi anggaran pada intinya menuntut adanya kerjasama untuk
menyusun anggaran. Karena manajemen puncak biasanya kurang mengetahui
operasi secara terperinci sehari-hari sehingga membutuhkan data anggaran
terperinci dari bawahannya. Di sisi lain, manajer puncak mempunyai prespektif
strategis secara menyeluruh dalam pembuatan anggaran secara umum.

Comments

Popular Posts