Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja (skripsi dan tesis)
Mulyadi (2001:416) menjelaskan bahawa tujuan pokok penilaian kinerja
adalah:
“Untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan
dalam memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar
membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Standar perilaku dapat
berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam
anggaran.”
Tujuan penilaian kinerja adalah untuk meningkatkan kinerja organisasi
melalui peningkatan kinerja setiap individu (Veithzal Rivai dkk, 2011:40). Ketika
seseroang berfikir tentang penilaian kinerja, maka sering merujuk pada tujuan
yang lebih spesifik sebagai berikut:
“1. Untuk meninjau kembali kinerja yang lalu.
2. Untuk membantu pengembangan individu.
3. Untuk mengetahui kondisi perusahaan saat ini, untuk digunakan
penentuan kebijakan yang akan datang.
4. Untuk pengembangan perusahaan (menutup atau membuka cabang,
perwakilan, atau kantor batu di daerah).
5. Untuk mempersiapkan menghadapi kompetisi yang semakin ketat,
termasuk karena tujuan menciptakan produk baru atau memasarkan
produk baru.
6. Untuk mengaudit keterampilan (skills) di dalam organisasi.
7. Untuk menyususn sasaran-sasaran kinerja yang akan datang.
8. Untuk mengamati (identify) personil dan unit organisasi yang
potensial untuk dipromosikan atau dikembangkan.”
Manfaat penilaian kinerja menurut Mulyadi (2001:416) adalah sebagai
berikut:
“1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efesien melalui
pemotivasian karyawan secara maksimum.
2. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan
karyawan, seperti: promosi, transfer, dan pemberhentian.
3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan
dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi pelatihan
karyawan.
4. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan
mereka menila kinerja mereka.
5. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.”
Comments
Post a Comment