Analisis Lima Kekuatan Porter (Porter’s Five Forces Analysis) (skripsi dan tesis)


Kompetisi di dalam sebuah industri adalah pokok atau akar dari situasi ekonomi dan kekuatan kompetitif ada agar perusahaan dapat menghadapi para kompetitor di dalam suatu industri. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat dan mengetahui relevansi lingkungan industri. Kekuatan kolektif dari lima kekuatan persaingan ini akan menentukan kemampuan perusahaan yang ada di dalam industri tersebut (Porter, 1980: 3). Model lima kekuatan ini merupakan alat analisis untuk mendiagnosa secara sistematis tekanan kompetitif mendasar di industri untuk mengukur seberapa kuat dan penting masing-masing lima kekuatan tersebut.
1. Ancaman Pendatang Baru ( Threat of New Entrants)
Produsen baru dapat membahayakan perusahaan-perusahaan yang telah ada dimana produsen baru menghasilkan kapasitas produk tambahan  kecuali permintaan terhadap barang meningkat, tambahan kapasitas akan menekan agar biaya bagi pembeli menjadi rendah, yang akan berakibat turunnya penjualan dan laba bagi seluruh perusahaan dalam industri tersebut. Seringkali produsen baru memiliki sumber daya dalam jumlah besar dan kemauan yang kuat untuk memperoleh pangsa pasar. Seberapa besarkecenderungan perusahaan akan memasuki suatu industri tergantung fungsi dari dua faktor rintangan untuk masuk “ barrier to entry”, diantaranya yaitu : a) Skala Ekonomi b) Diferensiasi Produk c) Kebutuhan modal biaya peralihan (switching cost) d) Akses di dalam alur distribusi e) Kerugian biaya yang tidak berhubungan dengan skala f) Kebijakan Pemerintah
 2) Kekuatan Posisi Pemasok (Bargaining Power of Suppliers)
 Meningkatkan harga dan mengurangi mutu produk yang dijual adalah cara potensial yang dapat digunakan pemasok untuk mendapatkan kekuatan terhadap perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam suatu industri. Kelompok pemasok dikatakan berkuasa apabila: a) Didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan besar dan lebih berkonsentrasi dari pada industri yang menjadi pembeli mereka. b) Produk pengganti yang baik tidak tersedia bagi pembeli c) Pembeli bukan merupakan konsumen penting bagi pembeli  d) Produk pemasok penting bagi pembeli e) Efektifitas produk pemasok menciptakan biaya peralihan yang tinggi bagi pembeli. f) Pemasok merupakan ancaman serius apabila berintegrasi kedepan ke arah industri pembeli.
3) Kekuatan Posisi Pembeli (Bargaining Power of Buyers)
Perusahaan akan selalu berusaha untuk memaksimalkan pengembalian atas modal mereka. Pembeli lebih suka membeli produk dengan harga serendah mungkin, dan untuk mengurangi biaya pembeli akan menuntut kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik, serta harga yang lebih murah
. 4) Ancaman Produk Pengganti (Threat of Subtitutes Products or Services)
 Setiap perusahaan akan berusaha menyaingi perusahaan lain yang menghasilkan produk pengganti. Dengan kemampuannya memuaskan kebutuhan yang tidak jauh berbeda dari konsumen, tetapi dengan karakteristik berbeda, harga produk pengganti dapat menjadi batas tertinggi dari harga yang ditetapkan suatu perusahaan. Dengan demikian, produk pengganti melakukan fungsi atau layanan yang sama atau mirip.
 5) Intensitas Persaingan antar Perusahaan (Rivalry Among Existing Firms)
 Perusahaan bersaing secara aktif satu dengan yang lainnya untuk mencapai daya saing strategis terhadap para pesaing. Karena  perusahaan-perusahaan dalam suatu industri bergantung satu sama yang lain, tindakan suatu perusahaan seringkali mengundang reaksi dari pesaingnya. Intensitas persaingan antara perusahaan merupakan fungsi dari beberapa faktor yaitu : a) Jumlah pesaing banyak atau kekuatan seimbang b) Pertumbuhan industri yang lambat c) Biaya tetap atau penyimpanan yang tinggi d) Kurangnya perbedaan atau biaya peralihan e) Penambahan kapasitas dalam jumlah besar f) Keanekaragaman pesaing g) Kepentingan strategis yang tinggi h) Rintangan keluar yang tinggi

Comments

Popular Posts