Komponen-komponen Competitive Advantage (skripsi dan tesis)


Adapun komponen-komponen dalam competitive advantage menurut Hill dan Jones dalam Amirullah (2015:96) adalah : a. Superior Efficiency b. Superior Quality c. Superior Innovation d. Superior Customer Responsiveness Komponen-komponen dari competitive advantage dapat dijelaskan bahwa:   
1. Superior Efficiency.
 Suatu perusahaan dikatakan sumakin efisien jika perusahaan tersebut memerlukan input yang semakin sedikit untuk menghasilkan output yang ditentukan, sehingga struktur biayanya semakin rendah.
2. Superior Quality.
 Produk yang berkualitas adalah barang dan jasa yang reliable dalam arti bahwa barang dan jasa tersebut dapat melaksanakan fungsi yang telah didesain. Keunggulan kualitas memberikan dua keuntungan: Pertama, konsumen akan memberikan nilai yang lebih tinggi terhadap produk tersebut, yang selanjutnya peningkatan nilai ini akan memungkinkan perusahaan membebani harga yang lebih tinggi untuk produk tersebut; kedua, dapat menimbulkan keunggulan kompetitif yang berasal dari efisiensi yang lebih besar dan biaya persatuan yang lebih rendah.
 3. Superior Innovation. 
Dalam beberapa hal, inovasi merupakan blok bangunan paling penting dari keunggulan kompetitif. Inovasi adalah kemampuan perusahaan untuk memperkenalkan produk baru dan proses produksi untuk mengkapitalisasi peluang besar. Perusahaan melakukan inovasi dengan dua acara mendasar yaitu dengan meniru atau mengembangkan inovasi mereka sendiri. Keberhasilan inovasi produk atau proses memberikan sesuatu yang unik kepada perusahaan yang sebelumnya tidak dimiliki. Keunikan perusahaan mungkin bisa memperoleh harga premi atau memiliki struktur biaya yang lebih rendah dari pada pesaing-pesaingnya, namun demikian pesaing akan mencoba  untuk meniru inovasi yang telah berhasil dilakukan perusahaan dan seringkali pesaing berhasil melakukannya walaupun kendala imitasi dapat memperlambat kecepatan ini.
 4. Superior Customer Responsiveness. 
Untuk mencapai responsifitas pelanggan suatu perusahaan harus dapat memberikan apa yang diinginkan pelanggan ketika mereka membutuhkannya. Perusahaan yang semakin responsive terhadap kebutuhan pelanggannya, semakin besar loyalitas terhadap merk yang dapat dicapai perusahaan. sebaliknya, loyalitas merk yang kuat memungkinkan perusahaan membebankan harga premi untuk produknya atau menjual lebih banyak produk kepada pelanggannya.

Comments

Popular Posts